
"Tuan apa tidak sebaiknya anda pulang saja kerumah dan istirahat dulu!!! ".Tomy mulai tampak khawatir akan kondisi bosnya. Yang sejak tadi selalu saja muntah muntah dan indera penciuman nya jadi semakin sensitif.
Apalagi ketika mencium aroma menyengat, seperti parfum para karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengannya.
" Tidak perlu sekhawatir itu Tom!!!. Aku baik baik saja. Ini hanya efek dari kehamilan istriku".Jawab Candra mulai membenarkan posisi duduknya.
"Tapi tuan anda...
" Berikan berkasnya padaku!!!. Kita meeting sekarang! ".Potong Candra sebelum Tomy selesai berbicara padanya.
Candra tidak mau terlihat lemah di depan para karyawan nya. Hanya mual saja dan sulit untuk mencium aroma aroma yang menusuk.
Tomy hanya menganggukkan kepalanya saja. Meskipun ia tidak tega melihat Candra yang saat ini terlihat lesu dengan wajah pucatnya. Berkali-kali ia memuntahkan isi perutnya. Bahkan seblak yang tadi ia makan sudah ia buang kembali.
"Separah itu efek kehamilan Nyonya ".Batin Tomy mulai bergidik ngeri karena Tuan nya saja yang selama ini ia anggap kuat dan tak pernah sakit. Tapi mendadak jadi lemah begini saat istrinya hamil.
" Ambilkan aku masker Tom!!! ".Perintah Candra sebelum ia keluar ruangannya.
" Baik tuan".
Tomy pun mulai beranjak untuk mengambilkan Candra masker. Yang tadi sempat ia beli atas izin bosnya. Lalu memberikannya pada Candra.
Setelah memakai maskernya Candra pun langsung beranjak dari tempat duduknya. Diikuti oleh Tomy keluar ruangan. Karena klie nya sudah menunggu sejak lima menit yang lalu.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
"Selamat pagi tuan ".Sapa sekretaris Candra yang sejak tadi menemani klie nya bosnya di dalam sebuah ruangan khusus untuk meetingnya hari ini.
Candra hanya berdehem ria. Dan kemudian menyapa klie nya dengan berjabat tangan. Tapi Candra sama sekali tak melirik kearah sekretaris klie nya.
Ya wanita itu adalah Bella, wanita yang sempat masuk kedalam ruangan Candra ketika ia sedang makan siang bersama istrinya di sebuah restoran Jepang tempo hari.
Bella nampak memasang senyum menggoda nya. Ia masih saja tak menyerah meskipun ia sudah melihat langsung wajah cantik istri Candra.
Di perusahaan Candra memang sengaja menyematkan nama Miki di awal namanya. Jadi, ia lebih dikenal dengan tuan Miki. Bukan Candra, sebab nama Candra akan mengundang kecurigaan bagi ibu tirinya yang sampai saat ini masih Candra biarkan untuk menikmati semua kekayaan keluarganya.
Dan disini pun Bella termasuk orang yang sudah ikut andil dalam misi wanita iblis itu. Karena Bella adalah keponakan ibu tirinya. Maka dari itu Candra sengaja menjalin kerjasama dengan perusahaan tempat Bella bekerja. Sebab, Perusahaan itu termasuk anak cabang perusahaan mendiang Mami nya dulu.
Tomy rasanya ingin muntah saja. Ketika melihat Bella mulai menurunkan kancing kemeja atasnya. Memperlihatkan belahan dadanya yang tak seberapa itu.
Tapi Candra hanya bersikap santai. Ia sama sekali tak tergoda akan pemandangan menjijikkan itu. Karena Candra hanya tertarik dengan barang barang yang ori. Dulu saja saat ia masih menduduki nama sang cassanova. Candra pun masih pilih wanita.
Meskipun wanita itu adalah seorang wanita penghibur. Atau pun seorang publik figur. Yang Candra lihat bukan seberapa besar ukuran nya. Tapi ke lincahan nya dalam memuaskan nya.
Dan sekarang pria itu sudah terkunci dengan semua asset milik istrinya. Yang benar benar real dan murni ciptaan sang Maha Kuasa. Tanpa adanya ubah mengubah dan oplas mengoplas sama sekali.
Meeting pun di mulai, Bella sengaja mengambil kesempatan saat Candra meminta proposal dari bos nya. Ia rela berdiri dari duduknya. Hanya untuk menyodorkan proposal nya pada Candra.
__ADS_1
Tapi hal tak di duga malah terjadi. Candra langsung mual begitu Bella mendekat padanya.
"Bisakah anda sedikit menjauh dari tuan Miki??? ".Seru Tomy yang memang tidak menyukai gadis itu sejak dulu.
" Aku hanya ingin membantu tuan Candra membaca proposal nya saja. Tidak lebih asisten Tomy".Jawab Bella tidak terima jika harus jauh dari Candra.
"Hoekkk... "
Candra kembali mual ketika Bella menghampiri nya lagi. Membuat Asisten Tomy langsung mendorong tubuh Bella. Dan hampir saja Bella oleng kalau dia tidak memegangi ujung meja.
"Saya tidak suka bau parfum nya".Ucap Candra yang masih saja terasa ingin muntah.
Tiba tiba kepala Candra pusing dan perutnya juga tak berhenti mual. Apalagi ketika melihat wajah Bella. Yang menurutnya hari ini sangat jelek dan seram.
Di detik berikutnya penglihatan Candra mulai gelap. Dan ia tak sadarkan diri. Beruntung Tomy segera menyambar tubuh Candra Kalau tidak mungkin Candra sudah jatuh di lantai.
"Tuan... ".
"Lisa segera panggilkan Ambulance sekarang juga!! . Cepat!!! ".Perintah Tomy tegas. Ia sangat khawatir melihat Candra lemah tak sadarkan diri begini.
" Jangan coba coba untuk mendekati tuan Miki!!! ".Ucap Tomy dengan sorot mata yang tajam.Membuat Bella langsung mundur beberapa langkah karena melihat tatapan Tomy yang sangat dingin begitu.
Sedangkan Bos nya Bella hanya ikut panik Dan bingung mau berbuat apa. Sebab, disini juga ia sebagai direktur di atas kertas saja. Ia hanya boneka untuk memainkan peran atasanya.
__ADS_1
Tak berselang lama datang empat orang pria berbadan kekar. Memakai jas berwarna hitam lengkap. Membantu Tomy mengangkat tubuh Candra.
"Bilang pada mereka meeting di batalkan!!!. Dan suruh mereka segera pergi dari perusahaan ini!!! ".Ucap Tomy sebelum ia melangkah pergi mengikuti anak buahnya membawa tubuh bosnya kelantai bawah.