
Jam masih menunjukkan pukul 02.00 wib dini hari. Tapi Shasa masih saja tidak bisa tidur. Dilirik nya kearah sofa yang ada didalam ruangan rawat nya itu. Disana Nikki sudah tidur terlelap dan mendengkur.
"Dasar abang durjana. Katanya mau jagian gue. Tapi lihatlah dia itu!. Malah tidur pulas".Cibir Shasa menggeleng kan kepalanya.
Shasa memilih memainkan ponselnya yang ada di atas nakas. Ia membuka salah satu akun media sosial nya. Untuk menghilangkan rasa bosan nya. Dan juga menyelingi rasa kantuknya yang belum juga datang. Pikirannya terus saja tertuju pada sosok pria misterius yang tadi telah menolong nya. Shasa ingat betul jika pria itulah yang membawanya kerumah sakit.
Karena saat pria itu mengangkat tubuhnya masuk kedalam mobilnya. Sayu sayu Shasa mendengar suara seorang pria memanggil nya dengan sebutan tuan. Namun, sayangnya kegelapan malam. Membuat Shasa tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu.
Shasa menghentikan gerakan tangannya ketika ingatan nya kembali masuk dalam tatapan mereka yang nyaris tanpa jarak beberapa jam yang lalu.
"Gue belum sempat ngucapin terimakasih sama loe. Tapi leo udah hilang gitu aja".Guman Shasa lirih.
Shasa langsung meletakkan ponselnya masuk dibawah selimut nya. Ketika ia melihat bayangan seseorang yang berada di depan pintu ruangan nya. Bahkan ketika ia melihat pintu yang tadinya tersingit kini langsung tertutup kembali.
Perlahan Shasa bangun dan menurunkan kakinya sambil memegangi tiang infusnya. Gadis itu berjalan menuju pintu . Ia penasaran siapa yang tengah malam begini berdiri di depan pintu ruangan nya.
__ADS_1
" Bang.. Bang Niko".Shasa terus memanggil nama abangnya. Karena tadi Niko bilang jika ia akan kembali kerumah sakit lagi setelah mengantarkan Icha pulang.
"Bang Niko... " Panggil Shasa lagi sambil terus melangkah perlahan menuju arah pintu.
"Dek... Kamu mau kemana??? ".Nikki ternyata ikut terjaga ketika mendengar suara Shasa yang memanggil nama Niko.
Nikki pun langsung bangun dari sofa dan melangkah menghampiri adiknya. " Kenapa belum tidur dek?. Ini sudah sangat malam, lagian kamu mau kemana sih? ".Nikki bertanya dengan suara serak khas bangun tidurnya.
" Ada yang buka pintu tadi bang. Mungkin bang Niko baru sampe".Jawab Shasa jujur. Karena ia benar benar melihat sosok laki laki berdiri di depan pintu ruang rawat nya.
Tapi Shasa masih terlihat enggan untuk kembali keranjang pasien nya. Matanya masih tertuju pada arah pintu. Membuat Nikki pun ikut bingung.
"Yaudah kamu tunggu sini dulu ya!!!. Biar abang lihat siapa tadi yang datang?. Atau hanya pegawai rumah sakit saja yang ingin mengecek kondisi kamu".Nikki pun langsung menuju arah pintu. Lalu ia membuka pintu itu tapi jelas tak ada siapun disana.
Shasa hanya mengerutkan keningnya bingung. Tapi saat Nikki ingin menutup pintu itu kembali. Wangi parfum yang sama kembali tercium menusuk indera penciuman nya.
__ADS_1
"Parfum ini".Shasa menghirup dalam aroma parfum yang membuatnya tenang dan nyaman. Wangi maskulin yang belum pernah ia temui pada siapapun. Termasuk kedua abangnya.
" Apa benar tadi itu kamu?. Kenapa kamu tidak menemuiku langsung? ".Batin Shasa ketika ingat kembali dengan netra elang pria yang menolongnya tadi.
" Ayo dek, abang bantu kamu untuk kembali ke ranjang!!! ".Nikki nampak cekatan membantu adiknya. Bahkan ia sangat terlihat sabar dan telaten menuntun sang adik yang jalan nya sangat lamban. Karena kaki Shasa masih sakit lecet bekas ranting dan duri di hutan tadi.
Nikki menyelimuti adiknya kembali. Setelah ia membantu Shasa berbaring dengan nyaman. " Good night baby".Ucap Nikki sambil tersenyum.
"Night bang. Have nice dream".Balas Shasa sambil tersenyum.
Nikki hanya mengangguk kan kepalanya. Lalu Shasa membenarkan selimut nya dan mulai memejamkan matanya. Nikki duduk di kursi samping adiknya. Menunggu sampai Shasa terlelap.
Dan setelah beberapa menit suara dengkuran halus Shasa mulai terdengar. Membuat Nikki bisa bernafas lega. Jika adiknya sudah masuk ke alam mimpinya. Nikki bangkit dari kursinya dan mengambil jaket kulitnya. Lalu ia keluar ruangan Shasa.
Nikki pergi kearah raungan lain tepatnya di balkon rumah sakit. Karena ia ingin merokok, Sebab jika ketahuan keluarganya jika ia sudah merokok Maka habislah dia. Oleh sebab itulah Nikki sembunyi sembunyi. Agar tidak ketahuan selama ini.
__ADS_1