Posesif Husband

Posesif Husband
Baby Niko


__ADS_3

Cinta mulai mengerjapkan matanya, ia sudah mulai menggeliat.Cinta sadar aroma tubuh suaminya ada didekatnya. Di liriknya tangan Anton yang melingkar erat dipinggangnya.


Cinta langsung membenarkan posisi tidurnya. Hingga kini menghadap ke arah suaminya yang tadi ia belakangi. Senyum cinta memgembang sempurna saat melihat suaminya ikutan tidur dengan damainya disamping tubuhnya.


Tapi senyum cinta langsung pudar saat ia ingat akan sesuatu. "Niko".Lirih Cinta baru sadar jika ia baru saja melahirkan beberapa jam yang lalu.


Cinta buru buru menyingkirkan lengan kekar suaminya.Dan langsung turun dari ranjang. Pergerakan cinta membuat Anton terusik.


" Mau kemana???? ".Khas dengan suara serak bangun tidurnya.


Cinta hanya menoleh sekilas lalu ia lekas beranjak. " Mau lihat Niko by. Dia udah mandi belum???. Lihat tuh udah jam berapa??? ".Ucap Cinta sambil menunjuk jam di atas nakas dengan dagunya.


Jam sudah menunjukkan hampir maghrib. Tapi mereka berdua asyik tidur. Tanpa sadar jika mereka sudah ada baby sekarang.


Cinta melangkah pergi keluar kamar, tanpa memperdulikan panggilan dari Anton suaminya.Tapi begitu sampai di pangkal tangga Cinta nampak lega dengan tersenyum. Karena melihat Mommy nya sedang menimang Niko dalam gendongannya. Bahkan Daddy cinta juga ikut serta bernyanyi ala menina bobok kan Niko.


Cinta langsung turun untuk menghampiri anak dan juga kedua orang tuanya."Niko nggak rewel kan Mom??? ".Tanya Cinta ketika ia sudah ada di lantai dasar.


Bahkan cinta jalan tak seperti orang habis dijahit. Nampak santai saja.Membuat Mommy nya memgerutkan keningnya melihat cara jalan cinta.

__ADS_1


" Jahitan kamu baik baik saja kan sayang??? ".Yuna malah balik bertanya.


" Yah... Aman kok Mom".


"Kamu nggak sakit sama sekali kalau dibawa jalan gitu???. Apalagi kamu nurunin tangga loh cinta??? ".Yuna seakan nyeri sendiri melihat cara jalan cinta.


" Perih sih Mom. Tapi nggak seperih saat dikhiati pasangan kita".Celetuk Cinta sambil terkekeh.


Yuna hanya menggeleng kan kepalanya saja akan sifat putrinya itu. Cinta memang tidak pernah manja sejak kecil ia bahkan tidak pernah menangis saat jatih.Putrinya itu memang kuat sama seperti Daddy nya.


"Cucu Grandpa anteng dong. Gak rewel".Sahut Hendrawan bangga. Karena bayi seusia Niko biasanya masih rewel. Apalagi jauh dari ibunya. Tapi Niko mau mau saja di gendong Yuna dan diberi Asi yang sudah Cinta pompa sebelum ia istirahat tadi.


" Anak pinter".Puji Cinta sambil mencium gemas baby Niko dalam gendongan Mommy nya.


" Pasti sayang, Oma juga mau nginep".Oma vero langsung menyahut dari arah dapur.


Cinta pun langsung tersenyum. Tapi senyum Cinta kembali hilang saat ia melihat Dini ikut keluar dari arah dapur. "Yah, Kenapa oma bawa ondel ondel sih kesini??? ".Ketus Cinta yang masih saja gedek sama Dini pelayan dirumah kedua orang tuanya itu.


" Dini hanya nganterin baju oma saja Cinta. Dia nggak ikut nginep kok".Jawab Yuna yang sudah tahu jika Cinta tidak menyukai Dini sejak awal.

__ADS_1


"Bagus deh".Sahut Cinta sekenanya.".Awas lo kalo gatel".Sentak Cinta sambil melotot tajam kearah Dini. Tapi Dini hanya menundukkan kepalanya saja tanpa berani menatap cinta.


Kedua orang tua cinta hanya bisa menghela nafasnya saja. Ia sudah sangat paham karakter putri mereka. Kalau sudah benci sama orang sangat sulit untuk kembali baik lagi.Bukan pendendam tapi ia akan selalu ingat tentang semua perbuatan mereka dimasa lalu.


🌿🌿🌿🌿🌿


Malam ini keadaan dimeja makan nampak ramai, karena ada keluarga cinta yang menginap. Meja makan yang biasanya hanya terisi oleh dua orang saja. Bahkan hanya cinta jika Anton sedang piket. Malam ini suasana jadi semakin hangat.


Walaupun mereka hanya mengobrol tidak begitu sering karena hanya mengobrol sesekali disela menikmati menu makan malam.Tapi suasana seperti itu membuat sedikit bewarna.


Setelah makan malam selesai mereka memilih untuk duduk dan mengobrol santai di ruang keluarga. Hingga kedatangan Raka adik Anton bersama istrinya membuat mereka semakin ramai saja.


Cinta pun sudah nampak semakin akrab dengan kinan istri dari adik suaminya itu.Mereka berdua sibuk mengobrol sambil Cinta memberikan Asinya untuk baby Niko. Sedangkan para pria asyik mengobrol di ruang tamu. Tentu saja obrolan mereka seputaran bisnis saja.


"Kenapa Naufal tidak ikut??? ".Tanya Cinta menanyakan keponakannya yang juga tak kalah tampan nya dengan putranya.


"Naufal sudah tidur, jadi tadi aku titipkan sama mama Mona saja Mbak, lagian badannya masih panas. Nggak tega ajak dia keluar malam".Jawab Kinan menjelaskan.


" Besok siang kalau kesini lagi, aku akan ajak Naufal juga. Tadi juga mama sebenarnya pengen ikut tapi kasian kalau Naufal hanya dijaga sama babysitter dirumah".

__ADS_1


"Iya, gak papa. Kan masih ada waktu besok lagi".Cinta sambil tersenyum.


" Aku mau gendong Niko dong mbak".Kinan terlihat antusias. Sejak tadi ia sudah tidak sabaran untuk mengambil alih Baby Niko dari dekapan Cinta.


__ADS_2