Posesif Husband

Posesif Husband
Hilang sudah marahnya


__ADS_3

"Sayang... Hei... Aku kan hanya menjawab apa yang kamu tanyakan saja. Aku tidak seperti itu sayang".Anton terus membujuk Cinta yang sejak tadi merajuk oleh karena jawaban yang ia katakan sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh istrinya itu.


Anton yang tadi sambil fokus memeriksa laporan perusahaan di layar laptopnya. Tidak menyadari jika pertanyaan cinta tertuju padanya. Anton pikir istrinya hanya bertanya karena ingin mengetahui sebab suami ingin selingkuh saja. Tapi ternyata pertanyaan itu ditujukan untuknya.


"Sudah ya ngambeknya!!!. Aku tidak pernah selingkuh sayang. Jangankan selingkuh menatap wanita lain saja aku tidak pernah. Sumpah sayang".Bujuk Anton lagi.


Tapi bumil itu masih saja bungkam dan membelakangi suaminya. Karena setelah marah marah tadi cinta langsung masuk kedalam kamar. Dan berbaring di ranjang. Dengan posisi kesamping dan bahkan tubuhnya ditutupi oleh selimut.


"Sayang... Kok diem sih???. Jangan seperti dong sayang!!!".Anton tak menyerah untuk membujuk sang istri. Karena cinta tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Atau mungkin karena hormon kehamilan membuat cinta kadang berubah sifat.


" Sayang... Maaf deh. Aku salah".


Anton mengelus perut cinta dengan gerakan lembut. Walaupun tertutup selimut tebal tapi masih bisa Anton rasakan jika twins sudah mulai merespon sentuhannya didalam sana.


"Daddy sedih nih Twins. Masa Mommy marah sih sama Daddy. Padahal Daddy kan tidak salah".Ucap Anton curhat dengan Twins.


Cinta hanya jadi pendengar setia saja. Tanpa ingin merespon sedikitpun. Entah apa yang dilakukan cinta didalam selimut itu. Hanya nafasnya saja yang turun naik. Tapi ia tidak berkata sedikitpun.


"Apa, memangnya harus Daddy lakukan itu twins???. Agar Mommy mau memaafkan Daddy. Hm??? ".Seru Anton lagi. Membuat Cinta mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan suaminya barusan.


" Yasudah kalau itu bisa bikin Mommy senang. Daddy akan lakukan".Lanjut Anton lagi.

__ADS_1


"Hais.... Apa yang akan dia lakukan???? ".Batin Cinta mulai penasaran. Tapi ia tetap tidak mau membuka selimut nya.


Sedangkan Anton sudah mengulum senyum liciknya. Ia tahu istrinya itu pasti sudah sangat penasaran dengan apa yang akan ia lakukan. Tapi hanya gengsi saja untuk bicara dan membuka selimut nya.


Anton beranjak dari ranjangnya membuat Cinta mencebikkan bibirnya. Ia kesal karena Anton malah berhenti mwmbujuknya. Padahal ia masih mau mendengarkan kata kata maaf dan memohon dari suaminya itu. Namun Anton sudah menyerah begitu saja.


"Malam ini Hubby tidur di luar saja!!!!".Ketus Cinta kesal.


Anton yang sejak tadi pura pura beranjak dari ranjangnya. Kini kembali menatap punggung istrinya yang masih terbungkus selimut itu.


" Yakin sayang, Suruh aku tidur diluar sana???? ".Tanya Anton dengan nada menggodanya.


" Kalau aku bilang di luar ya tidur di luar. Aku tidak mau tidur satu ranjang sama suami nyebelin kayak kamu by".


" Yakin, aku disuruh tidur di luar sana. Apa kamu nggak bakalan kedinginan nanti malam. Hm???".Bisik Anton lagi.


Cinta pun menjadi berpikir keras. Karena apa yang dikatakan oleh Anton adalah benar adanya. Semalam saja ia hampir tidak bisa tidur karena saking dinginnya.


"Yasudah, kalau kamu mau aku tidur di luar. Aku akan nurut. Nanti kalau kedinginan aku ada diruang tamu sayang".Ucap Anton sengaja.


Dan benar saja taksiran Anton tepat sekali. Belum juga ia beranjak dari ranjang. Istrinya itu sudah menahan tangannya.

__ADS_1


" Hubby nyebelin banget sih".Sentak Cinta kesal. Ia bahkan memantulkan bibirnya.


Anton pun langsung berbalik badan. Dan tersenyum menatap wajah cantik itu dengan tatapan penuh puja. "Siapa yang nyebelin sih???? ".Lirih Anton sambil tersenyum.


" Kamu by".Jawab Cinta masih dengan nada ketusnya.


"Hahaha... Beneran aku nyebelin???".Tanya Anton lagi yang tak pernah bosannya menggoda istrinya.


" Ihhh.... Hubby... "Pekik cinta saat Anton malah nyosor duluan dan sudah menjalarkan tanganya di bukit sintal istrinya.


Dan akhirnya sore itu keduanya kembali tempur ringan. Suasana yang sepi dan ditambah hawa dingin yang sangat cocok untuk mencangkul agar mendapatkan keringat.


Anton dan cinta terus melenguh nikmat seiring dengan pacuan tubuh Anton yang turun naik. Membuat Cinta tak henti hentinya meneriakkan nama suaminya itu.


"Maafkan Daddy twins.... Akh... ".


Erangan panjang Anton akhirnya mengakhiri permainan itu. Keduanya sama sama ngos ngosan dan saling peluk dengan masih dalam keadaan polos.


Bahkan cinta yang sempat marah dan merajuk kini setelah olahraga dan di ajak menggarap ladang. Malah sekarang jadi nempel tak mau lepas. Dasarnya memang benar otak cinta itu mesumnya kan gak hilang hilang. Jika menyangkut soal urusan ranjang saja marahnya langsung reda.


Ditambah tidak ada Niko lagi. Membuat pasangan itu semakin leluasa melakukan nya dan kembali mengulangi nya sampai keduanya benar benar lelah hayati.

__ADS_1


TBC


__ADS_2