Posesif Husband

Posesif Husband
Bahagia bercampur Duka


__ADS_3

Sah....


Satu kata yang mewakili semuanya, meskipun pernikahan dadakan yang di adakan di salah satu ruangan ICU. Dan hanya di hadiri oleh kedua orang tua Niko serta Paman dan team medis. Tapi satu kata itu juga yang membuat pak Nata bisa tersenyum lega. Karena ia masih di berikan kesempatan untuk menjadi wali nikah putrinya sendiri. Meskipun rasa sakit dan sesak terus menjalar di sekujur tubuhnya.


Demi melihat putri semata wayangnya bisa menikah dengan pria yang menjadi pilihan hatinya. Dan demi melihat langsung menantunya menyematkan cincin di jari manis Icha.


Ia tetap mencoba untuk bertahan. Dan Pandangan mata nya yang semakin kabur.Membuatnya remang remang melihat seluruh ruangan menjadi semakin gelap. Icha yang sejak tadi menggenggam erat tangan Ayahnya pun merasakan ada yang aneh.Tangan yang tadi sempat hangat kini mulai terasa dingin. Bahkan ketika Icha melihat wajah Ayahnya yang semakin biru memucat.


Dokter pun segera bertindak ketika melihat pasien nya sudah memucat pasi. Sambil mengembangkan senyumnya.


"Ayah... Bangun Ayah!!! ".Ayah... Icha mohon bertahan lah!!! ".Icha terus mengguncang tubuh Ayahnya. Sambil menangis tiada hentinya.


Niko langsung memeluk erat tubuh Icha yang baru saja sah ia nikahi beberapa detik yang lalu. Bahkan Icha saja belum sempat untuk mencium punggung tangannya. Karena lebih histeris ketika melihat kondisi Ayahnya yang tidak memungkinkan lagi untuk bertahan lebih lama.

__ADS_1


Cinta pun tidak bisa menahan air matanya yang ikut lolos begitu saja. Melihat Icha yang sangat terlihat rapuh dan hancur karena kondisi kedua orang tuanya. Membuat Cinta ikut merasakan sesak dan sakit di dadanya. Bukan karena di kecewakan atau di sakiti tapi karena sesak merasakan kenyataan pahit dimana orang orang yang ia sayangi menghembuskan nafas terakhir nya di depan matanya sendiri.


Dan di tambah lagi dokter sudah menggeleng kan kepala nya berkali-kali. Tentu saja membuat Icha kembali luruh di lantai dan jatuh pingsan. Tapi Niko segera membopong tubuh Icha istrinya keluar ruangan. Sedangkan team dokter pun sudah mendapatkan izin dari Anton dan Cinta untuk mengurus jenazah pak Nata.


Icha yang dibawa keluar oleh Niko kini sudah membuka matanya kembali setelah di beri aroma minyak kayu putih oleh Niko. Dan Icha kembali berontak, belum bisa menerima kenyataan jika Ayahnya telah tiada.


"Ayah... Jangan pergi yah!!. Icha mohon!!! ".Icha sudah tidak punya siapa siapa lagi sekarang.Hiks... hiks... " Tangis Icha pecah tepat di depan pintu kamar ruangan ICU. Sedangkan Jenazah pak Nata sudah di pindahkan oleh team media untuk di bersihkan terlebih dahulu sebelum dibawa pulang kerumah oleh keluarga pasien.


"Sayang... Jangan bicara seperti itu!. Sekarang aku sudah jadi suami mu. Kau masih punya aku, Mommy, Daddy dan juga adik adikku sebagai keluarga mu juga".Lirih Niko pelan sambil memeluk erat tubuh rapuh itu.


Flashback On...


Tadi ketika Icha dan Niko sedang ada di dalam ruangan perawatan. Karena kondisi tubuh Icha yang tiba tiba drop. Dan mesti harus di infus beberapa saat. Tapi Icha yang masih saja bersihkeras untuk melihat jenazah Ayahnya.

__ADS_1


Tiba tiba saja di kagetkan oleh kedatangan seorang suster yang bilang jika pasien. Atau Ayahnya Icha kembali bernafas di dalam ruangan ICU saat para medis akan melepaskan semua alat yang menempel di tubuh pasien.


Tapi ketika dokter akan kembali memasang kabel denyut jantung pasien. Ayahnya Icha langsung membuka matanya. Dan mencari keberadaan putrinya. Beruntung nya Icha dan Niko memang sudah tiba di Malang dan masih ada di rumah sakit itu.


Sehingga Icha dan Niko langsung beranjak ke ruangan ICU. Begitupun dengan Anton dan Cinta yang baru mengurus administrasi.


Setibanya mereka di sana malah di kejutkan akan permintaan pak Nata. Yang meminta Niko dan juga Icha untuk segera dinikahkan saat ini di hadapan nya. Hal itu awalnya membuat paman Icha sempat menolak tidak setuju. Tapi karena Anton sudah bicara empat mata dengan paman Icha. Walaupun dengan sedikit ancaman membuat paman Icha akhirnya menurut.


Dan entah itu firasat ataupun apa. Niko sudah membawa cincin berlian yang ternyata sudah ia siapkan sejak lama. Sebelum ia melamar Icha untuk jadi tunangan nya. Cincin kawin yang sudah ia beli dan akan ia sematkan ketika hari pernikahannya kelak. Walaupun harganya memang tidak sebanding dengan cincin pernikahan Mommy dan Daddy nya. Tapi itu hasil dari usaha Niko sendiri dan uangnya sendiri.


Cincin itu biasanya Niko simpan di lemari yang ada di dalam kamarnya. Tapi entah kenapa saat Daddy bilang jika kedua orang tua Icha kecelakaan, Dan membuat mereka harus terbang ke Malang malam itu juga. Membuat Niko langsung membawa cincinnya juga.


**Flashback Off...

__ADS_1


Satu bab dulu hari ini gengs, Bunda othor lagi sedikit badmood🤭🤭**


__ADS_2