
Icha semakin histeris ketika pintu ruangan ICU terbuka. Yang menampakkan dokter yang menangani Pak Nata.
"Bagaimana dokter???. Apa pasien masih...
Dokter itu hanya menggeleng kan kepalanya seraya menunduk lemah. " Maafkan kami tuan. Semuanya sudah kami upayan yang terbaik. Tapi sepertinya Allah berkehendak lain. Dan Pak Nata... tidak bisa kami selamat kan lagi".Ucap Sang dokter lemah.
Deg...
Lagi lagi Icha syok mendengar pengakuan dokter yang sudah menyerah akan pasien nya. Dan Icha pun langsung jatuh pingsan saat itu juga. Beruntung Niko langsung menyambar tubuh Icha. Hingga gadis itu jatuh dalam pelukan nya.
Paman Icha pun nampak terduduk lemas di kursi tunggu yang ada di depan ruangan ICU. Ia menggeleng kan kepalanya berulang kali. Dan ia pun nampak begitu sedih.
Icha langsung di bopong oleh Niko menuju ruangan perawatan bersama beberapa perawat. Sedangkan Anton dan Cinta nampak berbicara pada dokter. Dan tak berselang lama empat orang polisi datang menghampiri Anton yang masih berdiri di depan ruangan tersebut.
🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Di rumah sederhana milik pakai Nata dan Bu Widia saat ini sudah ramai para warga yang berdatangan. Karena mereka turut berbela sungkawa atas meninggalnya pak Nata dan juga Bu Widia. Bahkan disana juga ada Kapolsek serta jajaran anggota kepolisian tempat Pak Nata di tugas kerjakan.
Padahal jam masih menunjukkan pukul 2 dini hari. Tapi para warga sudah banyak yang berkumpul. Untuk menunggu kedatangan jenazah kedua orang tua Icha. Nampak Bu Nila juga sudah ada disana, Ia yang biasanya terlihat sombong dan angkuh tapi hari ini sikapnya jadi berubah drastis.
Bu Nila terlihat sangat berkabuh dan juga sangat sedih. Bahkan sejak tadi ia selalu menangis di hadapan para warga.
Sedangkan di rumah sakit Icha yang baru sadar dari pingsannya. Kini mulai kembali menagis karena ingat tentang kedua orang tuanya.
"Icha sayang, kamu harus tabah dan kuat sayang!!. Ikhlas kan kepergian kedua orang tuamu sayang!!. Ini sudah waktunya untuk mereka kembali pada sang Maha pencipta sayang".Nasehat Cinta penuh hati hati dan sangat lembut dan pelan agar Icha bisa sadar dan berusaha Ikhlas.
Rasanya belum puas kebersamaan itu. Rasanya tidak sanggup lagi untuk tetap hidup, rasanya tidak akan mampu berdiri setelah melihat dan sadar jika penompang hidup selama ini sudah tiada untuk selama lamanya.
Tidak ada lagi tempat untuk kembali. Dan tidak adalagi tempat untuk berbagi masalah. Canda tawa selama ini harus hilang di telan pil pahit sakitnya karena kehilangan cinta pertama kita.
Sungguh saat ini Icha sulit sekali untuk ikhlas. Bukan berarti dia tidak menerima takdir tapi karena ia belum siap untuk kehilangan kedua orang yang sangat ia banggakan. Tekadnya selama ini hanya untuk membahagiakan keduanya tapi malah takdir berkata lain. Hilang dan pupus sudah harapkan mass depannya.
__ADS_1
Icha kembali terisak saat ia mengingat kembali momen bahagia masa masa bersama Ayah dan juga Bunda nya. Hari hari bahagia di mana ia masih bisa melihat senyum Ayah dan Ibunya jika ia pulang kerumah.
"Mom... Icha belum siap Mom. Ini semua sangat berat untuk Icha hadapi sendiri".Lirih Icha sambil meneteskan kembali air matanya.
" Husstt... Sayang, jangan bicara begitu!. Kamu tidak sendirian sayang. Masih ada Mommy, Daddy, Niko dan juga adik adik Niko. Grandma dan Grandpa juga. Kami akan selalu ada untuk kamu sayang. Percayalah Mommy sudah menganggap kamu sebagai putri Mommy sendiri".Cinta pun ikutan terisak sambil memeluk Icha yang terduduk di bibir ranjang pasien. Karena tadi ia sempat akan berlari keluar untuk melihat Ayah dan Bunda nya.
Tapi Cinta langsung menahan tubuh Icha karena ia masih sangat lemah. Melihat itu Niko pun ikut berkaca kaca. Ia tidak sanggup melihat gadis yang begitu ia cintai rapuh dan hancur seperti sekarang ini. Namun apalah daya Niko juga hanya manusia biasa. Ia mungkin bisa membeli apapun yang ada di bumi ini dengan kekayaan dan juga kekuasaan keluarga besarnya. Tapi ia tidak bisa membeli dan menukar harta kekayaan keluarga untuk membuat kedua orang tua Icha hidup kembali.
Anton kembali menepuk bahu Niko pelan. "Semua akan baik baik saja Niko. Percayalah!!! ".Ucap Anton yakin.
" Bagaimana dengan pelakunya Dad??? ".Tanya Niko sambil terus menatap sedih kearah Icha yang masih ada di dalam ruangan rawat bersama Mommy nya.
" Polisi sedang berupaya. Dan Daddy juga sudah menugaskan aggota Daddy untuk membantu menemukan pelakunya. Jangan khawatir dalam waktu 1x24 jam semuanya akan terungkap".
TBC
__ADS_1