
Acara makan makan bersama dan juga sambutan hangat para ibu ibu penghuni Asrama pun sudah berakhir. Kini Anton dan cinta pun sudah mulai menyusun semua barangnya di dalam Asrama.
Dengan dibantu oleh kedua orang tua Cinta akhirnya. Sesi menyusun barang dan parabotan pun selesai lebih cepat. Lagipula sebelum nya Anton dan Lana pun sudah merapikan Asrama sebelum kepindahannya dengan sang istri hari ini.
Malam ini Yuna dan Hendra akan menginap. Dan besok pagi mereka kembali pulang kejakarta lagi. Sebab, Lusa kedua orang tua Cinta akan terbang ke Korea kembali.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan tidak terasa setelah hampir seharian merapikan Asrama. Sebentar lagi pun akan menjelang maghrib.
Beruntungnya ada mommy Yuna yang menginap jadi Cinta tidak terlalu kelabakan. Karena Niko pun sudah di mandikan oleh Mommy Yuna.
"Anak mommy sudah tampan, udah wangi lagi".Seru Cinta saat ia akan keluar dari kamar dan melihat Niko sudah nampak segar berjalan menuju ruang tamu bersama Yuna.
" Disini udaranya dingin banget sayang, air nya juga lo. Kamu mandi pake air hangat saja".Saran Mommy Yuna karena ia juga sudah memakai baju hangatnya tapi masih tetap terasa dinginnya.
"Iya mom".Jawab Cinta paham.
🌿🌿🌿🌿🌿
Karena perlengkapan di Asrama belum lengkap dan juga hari ini mereka belum sempat berbelanja kebutuhan dapur. Jadi Mommy Yuna dan cinta tidak bisa masak. Karena tidak ada bahan bahan yang bisa di olah. Hanya ada beras dan juga mie instant saja.
__ADS_1
Alhasil mereka memutuskan untuk makan diluar saja. Karena jarak Asrama serta kantor polsek itu tidak jauh dari pusat kota. Jadi mereka memilih untuk mencari restoran terdekat saja.
Bahkan Anton dan Cinta pun mengajak semua penghuni Asrama untuk makan malam bersama mereka. Dengan senang hati mereka pun menerima undangan Anton dan cinta. Jadi dj Asrama hanya tertinggal para anggota yang sedang piket saja.
Disinilah sekarang mereka berada di sebuah lesehan khas Sunda. Yang di rekomendasikan oleh pak kanit dan istrinya. Dan mereka bilang masakan di lesehan ini sangat enak dan tidak akan menyesal.
Anton pun memboking hampir separuh tempat yang ada di lesehan itu. Hanya untuk mentraktir para Anggota nya. Bahkan Anton tak segan segan menyuruh mereka semua memesan apapun yang mereka ingin makan. Daddy Hendra pun tak mau kalah ia juga ikut mengeluarkan kocek nya.
Tentu saja para penghuni Asrama dan para anggota bawahan Anton sangat senang dan berterima kasih atas traktiran penuh kapolsek terbaru mereka. Bahkan kapolsek yang lama pun beserta sang istri ikut di undang makan malam bersama oleh Anton.
"Wah, ternyata pak Kapolsek memang orang tajir ya bu".
"Udah, jangan ngegosip melulu!!!. Mending nikmati aja makanan nya".Ucap salah satu ibu bhayangkari mengingatkan temannya.
Sambil menikmati makan malam bersama yang cukup ramai dan juga sangat terlihat hangat serta penuh canda tawa dengan diselingi obrolan obrolan renyah dari semuanya.
Bahkan Cinta pun ikut membaur dengan para ibu ibu sambil menyuapi Niko makan malam juga.
" Bu, anaknya ganteng banget , Dulu waktu hamil ngidamnya apa ya??? ".Tanya seorang ibu dari istri anggota Anton. Saking gemesnya lihat Niko ia sampai mengeluarkan pernyataan konyol itu.
__ADS_1
" Ngidam nya simple kok bu".Jawab Cinta sambil tersenyum.
"Apaan bu???. Siapa tahu nanti pas saya hamil anak kedua bisa dapat yang tampan kayak gini".
" Ngidam bapaknya doang bu".Seloroh Cinta sambil terkekeh. "Bagaimana putranya tidak setampan ini coba kalau Daddy nya saja kayak gitu tampangnya".Puji Cinta sambil melirik kearah suaminya yang saat ini sedang mengobrol dengan rekan nya dan Daddy Hendra.
" Iya bener banget bu, Pak kapolsek memang tampan. Baru kali ini kapolsek kami masih muda dan juga ganteng".
"Awas lo bu, mengagumi boleh tapi jangan sampai ingin memiliki".Canda Cinta sambil terkekeh.
Ucapan Cinta langsung disambut tawa renyah oleh para ibu ibu itu. Bahkan Mommy Yuna pun ikut tertawa sambil menggelengkan kepala nya. Ia bisa melihat sikap Cinta saat ini tak jauh beda dengan dirinya. Yang selalu posesif pada suami nya juga.
Sedangkan Niko tak ingin ambil pusing. Ia masih fokus pada ikan goreng yang ada dipiringnnya. Hingga ada anak perempuan yang usianya tidak jauh beda dengannya. Kini berjalan mendekatinya, karena ibunya juga duduk disebelah Cinta.
Niko yang melihat gadis kecil itu menatapnya dan selalu memandangi wajahnya. Dengan sedikit menarik sudut bibirnya Niko pun menyodorkan tangan mungilnya yang berisi daging ikan goreng ke arah mulut gadis kecil itu.
Melihat itu cinta pun mengerutkan keningnya. Karena baru kali ini Cinta melihat putranya itu mau berbagi makanan dengan orang lain.
Tapi Cinta hanya melirik sambil terus memperhatikan tingkah putranya. Tapi telinga cinta pun tetap fokus mendengarkan cerita ibu ibu yang lain.
__ADS_1
TBC