Posesif Husband

Posesif Husband
Merasa Iba


__ADS_3

Kala semua orang sedang menikmati kebahagiaan masing masing. Berbeda dengan seorang wanita yang kini seluruh rambutnya sudah nampak memutih. Saat para orang tua dimasa tuanya menikmati hari tua dengan berkumpul keluarga.


Melihat para cucu yang tumbuh besar. Apalagi sudah melihat cicitnya. Maka tak ada hal istimewa yang lainnya lagi. Selain rasa bahagia yang terus terpancar dari seorang ibu yang sudah manjadi gelar eyang.


Tapi sayangnya itu semua tidak berlaku untuk Siska. Ia lebih memilih menghabiskan sisa usianya dengan hidup sendiri. Di sebuah rumah sederhana yang ada di pinggiran kota.


Hanya sesekali ia dikunjungi oleh seorang wanita paruh baya. Untuk mengantarkan beberapa kebutuhan sehari harinya.


Seperti hari ini ia sedang duduk di dalam kamarnya. Sambil terus menatap foto putranya. Di sana juga ada beberapa foto para cucunya. Senyum yang selalu ia ukir. Kala melihat betapa bahagianya putranya saat ini.


Hidup bersama menantu dan juga para cucu cucunya yang kini malah sudah pada dewasa. Foto seorang bayi mungil pun sudah berada dalam bingkai foto kecil di atas nakas kamarnya.


"Maafkan mama sayang, Mama tidak bisa jadi ibu yang baik untuk kamu. Mama juga tidak bisa menemui kalian. Apalagi Mama sangat malu pada Raka. Karena rasa iri dan rasa emosi, Mama tega memisahkan Raka dengan kedua orang tuanya".


" Andai saja dulu Mama tidak bodoh. Dan lebih percaya pada Papa kalian. Mungkin saat ini kehidupan kita akan jauh lebih baik lagi. Dan mungkin Raka tidak akan pernah membenci Mama".


Siska nampak tersenyum miris akan kehidupan masa lalunya. Rasa emosi yang terus membuncah dalam hatinya. Membuatnya menjadi iblis yang serakah.

__ADS_1


Padahal semua itu bukanlah kesalahan suaminya. Karena semua terjadi adalah murni karena takdir. Yang membuatnya malah menjadi madu dari saudara tirinya sendiri.


Tapi sekarang pun menyesal tiada berguna. Karena memang sudah terjadi. Bahkan dirinya juga sudah mendapatkan hukuman nya. Selama hampir 25 tahun lebih ia mendekam di penjara. Dan menolak untuk selalu di kunjungi oleh anak nya serta menantunya.


Begitu ia keluar dan bebas pun. Siska justru memilih untuk pergi jauh dari kehidupan putranya. Ia malah menghubungi mantan asisten pribadinya. Yang kini pun sudah menjadi seorang Opa.


Dan membuka usaha toko kelontong untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya. Dengan modal sisa dari gaji yang ia terima dari Siska dulu.


Air mata Siska menetes kala ia mengingat senyum bahagia putranya. Dan juga senyum dari Raka anak dari kakak tirinya Almirah.


Tangis bahagia yang Siska rasakan. Karena Anton dan Raka, bisa hidup dengan akur serta saling support. Meskipun Anton adalah darah dagingnya. Yang memiliki jiwa seperti iblis yang serakah. Beruntung Anton putranya sama sekali tidak menuruni sifatnya yang buruk itu.


Siska pun langsung menghapus sisa air matanya. Lalu ia pun bergegas untuk membukan pintu rumahnya Karena hari ini adalah jadwal istri mantan asisten nya mengantarkan bahan bahan makanan untuk dirinya.


"Rumi kenapa si...


Siska langsung terperanjak kaget ketika ia membuka pintu ruamahnya. Yang datang bukanlah Rumi istri asisten nya. Melainkan Anton dan juga Cinta yang kini menatap nya dengan tatapan sendunya.

__ADS_1


" Anton... ".Lirih Siska pelan masih dengan mode keterkejutan nya.


" Tunggu Ma!!!".Anton menahan pintu rumah Mamnya. Ketika Siska ingin menutup kembali pintu rumahnya itu. Ia begitu merasa hina dan juga tak layak disebut seorang ibu. Ia sangat malu pada anak dan menantunya itu.


"Maafkan saya Nyonya!! ".Bu Rumi nampak menundukkan kepalanya. Karena ia yang membawa Anton dan Cinta datang kerumah ini.


Jika saja tadi ia bisa lebih teliti. Maka Anton dan Cinta mungkin tidak akan sampai dirumah Siska. Rupanya Anton selama ini selalu mencari tahu dimana keberadaan Mamanya. Dan ia pun selalu mengirim mata mata untuk membuntuti asisten Mama nya dulu.


Tapi selama itu juga sang asisten Mamanya, sangat pintar mengecoh. Memang asisten Mamanya dulu ssngat bisa di andalkan. Oleh sebab itulah Mamanya selalu mendapatkan informasi yang akurat dan cepat.


Siska kali ini pun tidak bisa menolak lagi. Dan tidak bisa menghindari Anton. Ia sudah tidak bisa untuk lari. Apalagi saat ini ada sang menantunya juga. Yang sangat Siska tahu. Jika keluarga Cinta adalah keluarga yang punya kekuasaan yang seimbang dengan mereka.


"Tolong jangan menghindari kami lagi Ma!!! ".Mohon Anton dengan suara lirihnya penuh penekanan.


" Apa Mama tidak ingin hidup berdampingan dengan cucu dan juga Cucit Mama??? ".Ucap Anton lagi, karena Siska terus saja diam berdiri di depan pintu rumahnya.


Siska pun hanya bisa kembali menitik kan air matanya. Tubuhnya yang semakin tua termakan usia. Dan terlihat semakin kurus saja. Membuat Anton merasa bersalah dan juga miris akan keadaan Mamanya. Begitupun dengan Cinta, Ia begitu Iba melihat kondisi Mama mertuanya itu. Bahkan Cinta pun sudah nampak berkaca kaca.

__ADS_1


TBC


__ADS_2