Posesif Husband

Posesif Husband
Perbincangan Dua Perusahaan


__ADS_3

"Assalamu'alaikum".Cinta tak henti hentinya mengembangkan senyum manisnya. Dan seraya memberi salam dengan pemilik rumahnya.


" Waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh ".Bik Imah juga tersenyum menyambut kedatangan mantan majikannya dahulu. Mungkin jika dulu ia tidak bertemu dengan Anton dan Cinta. Kehidupan nya tidak akan sebaik sekarang ini.


Karena jangankan untuk menyekolahkan anak anaknya. Untuk makan saja bik Imah bisa dibilang sangat susah. Keadaan rumahnya saja sangat memprihatinkan.


Berkat kebaikan dan ketulusan hati Cinta dengan Anton. Sehingga kedua anaknya bisa mengenyam pendidikan dengan baik. Bahkan sampai ke Perguruan tinggi. Selain mendapatkan pendidikan, mereka juga diberi pekerjaan yang menjanjikan. Dengan karir yang baik di perusahaan nya.


"Nyonya Cinta, kenapa kesini kok gak bilang bilang dulu?. Pasti repot ya cari alamat rumah bibik yang baru? ".Bik Imah sedikit merasa tidak enak hati karena lagi lagi Cinta dan Anton datang mendadak dan kudu harus mencari alamat rumah nya yang sekarang.


Karena sejak kedua anaknya meninggal. Bik Imah memutuskan pindah rumah. Agar ia sedikit bisa terhibur dengan semua kenangan kedua anaknya. Dan rumah yang sekarang bik Imah tempati adalah rumah pemberian Candra. Meskipun sebenarnya Candra ingin sekali membawa bik Imah tinggal di Jakarta bersamanya. Tapi bik justru menolak nya. Dengan alasan ia tidak suka hidup di kota besar.


Mungkin alasan bik Imah menolak. Juga karena dulu ia sempat tinggal di kota itu bersama Melati dan Miki. Sebelum Miki di beri kepercayaan untuk mengelola cabang perusahaan Erlangga yang baru di Bandung.

__ADS_1


" Tidak susah kok bik, semua pasti jauh lebih mudah jika mau berusaha".Sahut Cinta menimpali. Seraya tersenyum manis pada wanita yang sudah lanjut usia itu.


Candra pun nampak membungkuk hormat pada Anton dan Cinta. Ketika sepasang suami istri itu berada di hadapan nya.


"Mari silahkan masuk tuan, Nyonya!!! ".Bik Imah pun mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam rumahnya.


Tapi ketika Candra pun ingin ikut melangkah masuk. Anton menahan nya. " Tuan Candra, apa kita bisa bicara sebentar??? ".


Candra pun langsung menghentikan langkahnya. Dan menatap wajah Anton dengan sudut bibir yang terangkat. Ia sudah bisa menebak jika tidak sulit bagi seorang keturunan Erlangga. Mencari tahu siapa dirinya. Apalagi sebelum nya Anton adalah pensiunan seorang perwira polisi.


Setelah mereka duduk di kursi yang ada di taman samping rumah. Anton pun segera membuka obrolan nya. Karena Anton adalah tipikal pria yang tidak suka basa basi.


"Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Miki. Tapi saya yakin anda adalah orang baik".Tutur Anton dengan serius.

__ADS_1


Candra hanya diam sambil mendengarkan apa saja yang akan Anton bicarakan kepadanya saat ini.


" Apapun yang terjadi di masa lalu , saya harap anda bisa terus menyayangi bik Imah!!. Karena sekarang dia sudah tidak punya siapa siapa lagi selain anda yang memiliki wajah putranya".Anton kembali berucap sambil menatap wajah pria yang bernama Candra itu dengan tatapan seriusnya penuh wibawa.


"Tuan Anton, anda tidak perlu khawatir tentang itu. Karena sampai kapan pun Bu Imah adalah ibu saya. Dan saya tidak akan pernah menelantarkan nya. Saya juga tidak perlu bertanya bagaimana anda bisa tahu nama saya sebenarnya. Tapi, perlu anda ketahui juga jika saya tidak ada sedikit pun untuk mencoba menipu anda tuan".Candra tak kalah serius dan tegasnya saat berbicara pada pria paruh baya itu.


Anton pun tersenyum tipis. Lalu ia kembali membuka suaranya. "Mulai saat ini saya tidak akan memaksa anda lagi untuk tetap bekerja di perusahaan saya. Karena saya juga tahu jik anda pun memiliki perusahaan yang sangat membutuhkan anda tuan Candra. Urusan Niko biar saya yang bicara dan jelaskan padanya".


Anton pun nampak begitu memahami pria yang ada dihadapan nya saat ini. Meskipun selama ini ia tidak tahu jika Miki yang menjadi asisten putranya adalah Candra. Pria yang berhasil oplas memakai wajah Miki ketika usai kecelakaan tiga tahun yang lalu.


Karena selain ginjalnya luka dan tidak bisa berfungsi dengan normal. Candra juga mengalami luka bakar pada wajahnya. Sebab, mobil nya terbakar ketika Miki berusaha menyelamatkan dirinya. Beruntung mereka hanya terkena percikan api pada area tubuh atasnya saja.Karena Miki sudah berhasil keluar ketika mobilnya meledak. Tapi jarak mereka masih berjarak beberapa meter dari mobil itu.


"Terimakasih karena tuan Anton bisa memahami saya. Tapi kalau tuan berkenan izinkan saya sendiri yang menjelaskan pada Tuan Niko. Karena saya bukan pria pengecut yang lari dari rasa tanggungjawab saya. Lagian ini juga sudah menjadi janji serta sumpah saya pada Almarhum Miki".Candra menjawab meminta persetujuan Anton. Agar ia bisa menjelaskan pada Niko tentang apa yang terjadi.

__ADS_1


Anton pun langsung tersenyum. Ia menepuk bahu Candra pelan. "Saya akan mengizinkan mu untuk itu!.Dan senang bisa bertemu langsung dengan pemimpin perusahaan BW group".Jawab Anton yang juga merasa beruntung.


__ADS_2