
Candra yang tengah duduk di kursi kerjanya nampak memperhatikan layar laptopnya dengan sangat serius. Sambil sesekali melihat berkas yang ada di meja kerjanya.
Sedangkan Tomy saat ini sedang mengurus sesuatu yang akan mereka hadiah kan untuk perusahaan peninggalan kedua orang Candra. Yang saat ini masih berada ditangan Ibu tirinya.
Sudah lama Candra menantikan hari ini. Membiarkan para manusia serakah untuk menikmati semua harta keluarganya dengan licik. Jadi, sekarang jangan salahkan Candra jika pria itu juga menggunakan cara licik juga untuk membuat mereka menderita.
Ketika Candra sedang asyik membayangkan detik detik kehancuran para manusia serakah itu. Tiba tiba khayalan nya di buyarkan oleh panggilan telpon .
"Hm, ada apa Tom??? ".
" Tuan, Dia datang bersama si janda bolong".Ucap Tomy dari seberang telpon nya.
Candra menautkan kedua alisnya bingung. Siapa yang dimaksud oleh Tomy. Suara helaan nafas berat Tomy dari seberang sana. Membuat Candra ingin terkekeh. Tapi ia urungkan ketika mendengar suara wanita yang sangat ia kenal.
"Selesai kan saja tugasmu dengan baik Tom!!!. Setelah itu kau langsung kembali ke kantor!!! ".
"Baik tuan".Jawab Tomy lirih karena Candra sudah bisa memastikan. Saat ini Tomy pasti sedang bergidik ngeri dengan putri dari ibu tirinya itu. Wanita yang biasa di kenal dengan wanita serepan para petinggi petinggi perusahaan.
Yang di layani dengan tubuhnya ketika ingin menjalin kerjasama. Dan bisa mendapatkan tanda tangan kontrak dengan mudah tanpa syarat apapun.
Candra tahu bagaimana liciknya para wanita itu. Tapi ia juga percaya jika asisten nya mampu menjalankan semua perintah nya sesuai dengan harapan nya.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangakan di sebuah restoran mewah. Saat ini Tomy dibuat muak akan tatapan menjijikkan dari Amel. Membuat Tomy ingin sekali memcongkel bola mata wanita ****** tersebut.
Amel pun nampak curi curi pandang sejak tadi pada Tomy. Bahkan kakinya dibawah sana dengan beraninya mulai menjalar kearah paha Tomy.
"Jika bukan karena Misi. Mungkin saat ini aku sudah memotong kaki haram anda si janda bolong".Guman Tomy berdecak kesal.
Tomy pun berusaha menyingkirkan kaki tak Berlahlak itu dari pangkal paha nya. Namun Amel sepertinya tidak mau menyerah juga. Ia kembali mendaratkan kakinya ke tempat yang lebih sensitif lagi.
Brakkk...
" Oh my god. Mami.... "Teriaknya kembali sambil memegangi dress minim nya.
" Uuppss... Maaf tante saya tidak sengaja ".Ucap Pelayan wanita itu dengan berusaha untuk mengelap bahu Amel dengan handuk kecil yang ada di bahunya.
"Loe itu bisa kerja apa tidak sih???. Jadi pelayan aja kagak becus amat ".Hardik Amel dengan nada tinggi nya.
" Aduh, tante saya kan tidak sengaja. Lagian saya juga udah minta maaf sama tante ".Seru sang pelayan lagi dengan santainya.
" What???. Tante??? ".Sentak Amel yang tak terima jika dirinya di panggil tante.
__ADS_1
" Bukankah anda seorang tante tante gir...
"Maaf nona Amel. Sebaiknya anda bersihkan terlebih dahulu pakaian ke toliet".Potong Tomy yang mulai sadar jika adegan tadi adalah kesengajaan.
" Iya sayang, betul apa yang dikatakan tuan Tomy. Lebih baik kamu bersih bersih saja dulu ke toilet!!! ".Wanita paruh baya itu mengedipkan satu matanya pada sang putri.
Membuat Amel dengan terpaksa menurut. Dan mulai beranjak dari tempat duduknya. Sedangkan Tomy nampak tersenyum licik. Saat melihat kode yang diberikan oleh wanita paruh baya itu pada putrinya.
"Awas kamu ya. Kupastikan kamu akan dipecat hari ini juga".Ucap Amel pada sang pelayan sebelum ia melangkah menuju arah toilet.
Tapi yang di ancam hanya bersikap acuh sembari mencebikkan bibirnya dan mengangkat bahunya acuh saja. Seolah tidak pernah ada hal yang sedang dibahas dengannya.
Tomy nampak mengulum senyumnya saja. Sambil menggeleng kan kepalanya. Ketika ia sadar jika wanita itu adalah wanita yang sama yang ia temui di rumah sakit saat tuannya di rawat.
"Maaf tuan permisi".Ucap Wanita itu ketika melihat Tomy sedang memerhatikan nya sejak tadi.
Wanita paruh baya itu pun nampak sedang menahan kekesalan nya. Pada pelayan wanita itu. Karena ia sejak tadi terus memperhatikan tatapan Tomy pada wanita itu.
Sedangkan niatnya adalah menjodohkan Amel dengan Tomy. Karena ia pikir Tomy adalah pria yang mudah di goda dan dibujuk.
Tapi, tatapan Tomy kini menjadi beralih pada sosok wanita yang memakai seragam pelayan restoran tersebut. Dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1