
"Om, siapa wanita yang tadi ada di mension om??? ".Tanya Shasa mulai penasaran. Ketika saat ini mobil Candra sudah berada jauh dari mensionya.
Candra hanya menyipitkan matanya. Ia tidak terima karena di panggil oleh Shasa dengan panggilan om. Tapi Shasa hanya nyengir kuda karena sadar dengan panggilan nya barusan.
" Ayolah jangan menolak tua!. Bukankah kamu memang sudah pantas menjadi om om? ".Cibir Shasa kembali yang memang tidak pernah merasa takut dengan Candra.
Karena yang Shasa tahu, pria yang ada di sampingnya saat ini adalah Miki. Mantan asisten abangnya di perusahaan. Ia belum tahu jika pria itu bukanlah Miki. Melainkan pria yang banyak ditakuti oleh orang orang. Karena ia terkenal sangat kejam dan angkuh.
Ia tidak pernah memberikan kata maaf ataupun ampunan bagi orang orang yang berani mengusik kehidupan nya. Apalagi orang orang yang berani berkhianat padanya.
"Maaf".Ucap Shasa pelan. " Jadi aku harus panggil apa nih?? ".Tanyanya sambil menatap wajah Candra bahkan ia sedikit menyampingkan badannya agar lebih leluasa menatap wajah tampan pria dewasa itu.
" Panggil aku abang!!!. Sama dengan kau memanggil Niko dan Nikki! ".Jawab Candra lantang.
Shasa kembali tersenyum sambil manggut manggut saja. " Oke, abang... "Shasa mengucapkan kata abang sambil mendayu dayu bahkan terdengar seperti cengkok dangdut lagu melayu.
Candra pun hanya melirik sekilas sambil memijit pelipisnya. Yang tiba tiba saja semakin pening akan tingkah Shasa.
" Nak, abang lagi di mana?
Abang, jujur saja hatiku mulai panas
Nak, abang tidur di mana?
Jangan kau sembunyi emang dah ketahuan
__ADS_1
Nak, aku jadi merana
Stress karena abang, eh, ternyata durjana
Nah, teganya abang hina
Aku kau duain sama janda banyak dana".
Shasa malah menyanyikan lagu dangdut sambil menyenggol nyenggol bahu nya Candra. Membuat pria maskulin itu hanya menggeleng kan kepalanya saja. Ia hampir gila sendiri melihat tingkah Abg labil satu ini. Candra hanya bisa sambat dalam hatinya.
"Untung saja cantik dan... Argggh".Candra menggerutu dalam hatinya tanpa ingin meneruskan kembali gumanannya.
Sedangkan Shasa sangat senang melihat wajah masam yang semakin datar Candra. Ia nampaknya terhibur akan ekspresi wajah pria yang menahan kekesalannya akan ulahnya itu.
"Hm???. Sudah nyanyinya??? ".Tanya Candra sambil melirih sekilas kearah Shasa.
" Habisnya kagak disawer, rugi dong suaraku ampe serak gini".Gerutunya Memanyunkan bibirnya. Candra hanya geleng geleng kepalanya saja. Ia sampai kehabisan kata kata akan sikap Shasa hari ini.
Rasanya Candra ingin sekali membungkam bibir mungil itu. Dan melahabnya dengan ciuman panasnya sekarang ini juga. Tapi apalah daya, gadis di sampingnya itu lebih gila darinya. Bisa bisa ia tak bisa mengontrol dirinya lagi. Karena Shasa mana ada takut takutnya sama sekali. Malah gadis itu lebih suka menantang dan bertingkah konyol.
"Bang... Abang... " Panggil Shasa lagi dengan suara khas manjanya.
"Apalagi??? ".Jawab Candra cepat membuat Shasa langsung tersenyum puas.
" Wanita yang di rumah abang itu aku pernah melihatnya di salon. Dan setelah itu malam naas itu hampir menimpaku".Seru Shasa yang baru mengingat dimana ia pernah bertemu dengan wanita yang terlihat jutek kepadanya.
__ADS_1
Dan Shasa juga bisa menilai jika wanita itu tidak menyukainya. Terlihat dari cara dia memperhatikan Shasa dari ujung kaki sampai ujung kepala. Bahkan tatapan sinis selalu Shasa lihat darinya.
Candra pun langsung mengerem mendadak. Membuat Shasa pun ikut menggerutu kesal. Karena hampir saja kepalanya membentur dashboard depan. Kalau ia tidak memakai seatbelt nya.
"Aww... Abang iihhh".Shasa langsung menepuk pelan lengan tangan Candra. Tapi Candra menatapnya dengan serius.
"Apa kau ingat ada mobil lain saat kedua pria yang akan melecehkan mu malam itu datang??? ".Selidik Candra mulai menanyakan kejanggalan yang selama ini ia curigai.
Shasa nampak berpikir beberapa saat. Untuk mengingat kembali kejadian malam soal itu. Dan setelah ia ingat sesuatu.
" Aku seperti nya melihat cahaya lampu kendaraan lain dari arah belakang mobil truk itu. Tapi anehnya ketika dua pria itu mulai bersikap aneh. Aku tidak melihat satu kendaraan pun yang lewat ".Jawab Shasa jujur.
Candra pun menyeringai sambil merogoh ponselnya. Ia tidak butuh keterangan yang lainnya lagi. Karena ia tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
" Awasi Dora!!. Dan laporkan padaku kemana saja dia pergi beberapa bulan terkahir ini!!! ".
Setelah berbicara pada seseorang dalam sambungan telepon nya. Kini Candra kembali menatap wajah Shasa yang saat ini juga sedang menatap nya.
"Jadi, wanita itu namanya Doraemon".Celetuk Shasa yang sudah kembali konyol dengan gayanya yang centil itu.
" Kita pulang sekarang!. Sebelum hari semakin gelap".Ucap Candra tanpa ingin menjawab ucapan konyol Shasa.
"Hais... Dasar muka tembok. Datar, tanpa ekspresi , dingin kayak es balok". Guman Shasa mencelos lalu menatap keluar jendela.
TBC
__ADS_1