
Ketika Shasa sedang merajuk tua pada suaminya. Hanya gara gara hal sepele dan itupun gara gara art Tomy. Di tempat yang berbeda pula saat ini. Tomy baru memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah sederhana berbentuk minimalis.
Bahkan keadaan rumahnya sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal Shasa maupun dirinya sendiri. Ya, saat ini Tomy sudah berada di depan rumah milik Tiara .
Keadaan rumah masih nampak sepi. Bahkan lampu rumahnya masih menyala. Padahal jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
Tiara turun dari mobil Tomy. Membuat tetangga Tiara mulai kepo. Dan menatap sinis pada Tiara. Apalagi saat Tomy ikutan turun dari mobilnya. Ibu ibu julid itu mulai bergosip ria tentang Tiara.
"Mulai lagi mereka ini".Guman Tiara yang melirik sekilas pada kumpulan ibu ibu di samping rumahnya.
" Apa ayah kamu sudah pergi bekerja??? ".Tanya Tomy mulai mengajukan pertanyaan nya.
" Yaa Ampun , kenapa malah ikutan turun segala sih???. Sana pergi saja!!!. Aku sudah sampai rumah nih".Bukankah sudah ditunggu oleh atasanmu di kantor? ".
Tiara menatap Tomy dengan dahi yang berkerut. Ia tak tak mengerti dengan sikap pria dewasa yang ada di hadapannya saat ini. Tomy seolah tak mau untuk jauh jauh darinya. Hal itu membuat Tiara senang tapi juga risih.
Apalagi sejak tadi para tetangga durjana nya sudah menatap mereka dengan tatapan penuh kecurigaan. Pasti mereka saat ini sedang menggosip seperti biasanya.
" Kau tenang saja!!!. Tuan Candra sudah memberikan aku izin untuk mengurus urusanku terlebih dahulu. Dan urusan kantor hari ini belum begitu penting. Sebab, ada hal yang lebih penting lagi dari pekerjaan ".Jawab Tomy dengan santainya. Dan ia tetap saja memasang wajah datarnya.
" Oh, Astaga... "Tiara hanya bisa menepuk jidadnya ketika Tomy langsung ngoyor duluan kearah teras rumahnya.
__ADS_1
Dan mau tidak mau Tiara pun ikut melangkah juga. Entah apa yang akan di lakukan oleh pria dewasa itu nantinya.Jujur kejadian tadi pagi membuat Tiara ketar ketir sendiri. Takut jika Tomy bicara aneh aneh pada Ayahnya. Meskipun Tiara tahu jika pria yang ada di hadapan nya saat ini. Memang sudah akan di comblangkan dengan nya oleh Shasa. Tapi, bukan pertemuan seperti ini yang Tiara inginkan.
Lagi lagi Tiara menghela nafas. Ia ingin sekali lari dan masuk ke lubang cacing saja. Ketika ingat kejadian tadi pagi. Otaknya terlalu mesum sehingga malah dengan mudahnya mau menerima cumbuan dari Tomy. Pikirannya sesaat menjadi tak fokus dan tak sadar karena gila akan ketampanan pria itu.
Kalau boleh ia jujur, Tiara sangat kagum dengan Tomy. Bahkan ia juga sangat terpesona dan jatuh hati padanya sejak pandangan pertama. Namun, lagi lagi ia malu sendiri jika ingat kejadian tadi pagi.
Apalagi Tomy terus menempel padanya sampai saat ini. Justru membuat Tiara salah tingkah dan tak konsentrasi sedikitpun. Otaknya ngebleng dan terus mengingat hal gila mereka.Belum lagi jika ia melihat bibir dan juga wajah tampan Tomy. Otak Tiara yang sedikit geser tak kalah gerseknya dengan Shasa. Malah makin membayangkan hal hal yang jauh lebih gila lagi.
Berulang kali Tiara menggeleng kan kepalanya. Untuk menjauh kan pikiran pikiran kotornya itu. Tapi matanya malah tak mau lepas dari wajah tampan Tomy.
"Om, Ayah pasti udah berangkat kerja. Nanti saja ya mampirnya!!! ".Cegah Tiara bingung akan beralasan apa agar Tomy menunda dulu bertemu sang Ayah.
"Iya jelas lah sama gilanya sama kamu ".Sahut Tiara bergumam.
" Aku masih bisa mendengar nya Tiara".Jawab Tomy sambil menatap Tiara dengan tatapan tajamnya.
Tapi gadis itu malah nyengir kuda, memperlihatkan barisan gigi rapinya.Karena di tatap sedemikian rupa oleh Tomy.
"Buka!!! ".Perintah Tomy tiba tiba. Membuat Tiara membelo dan refleks malah menunjuk dirinya sendiri.
" Disini??? ".Tanyanya lirih sambil mengedarkan pandang nya, melihat ke kiri dan kekanan.
__ADS_1
Tomy menautkan kedua alisnya, Tapi kemudian Tomy paham akan kearah mana pikiran gadis binal yang ada di hadapannya saat ini.
" Iya, mau dimana lagi??? ".Jawab Tomy iseng , ia sengaja malah memancing Tiara.
" Banyak orang, gak di dal...
Tiara langsung menutup mulutnya rapat rapat. Dan tidak melanjutkan kata katanya lagi, Karena ia baru sadar jika ia kembali bersikap bodoh dan otaknya berpikiran mesum kembali. Membuat Tomy mengulum senyum gelinya. Dan disini Tomy benar benar melihat jika sifat Tiara tak kalah konyol dari istri bosnya itu.
Tukkk...
"Aw sakit tahu... ".Pekik Tiara saat jidadnya di ketok oleh Tomy.
" Makanya otaknya jangan mesum melulu!! ".Seru Tomy menarik sudut bibir nya. Membuat Tiara mencebik kesal.
Tomy malah mendekatkan tubuhnya pada Tiara. Membuat gadis itu reflek mundur kebelakang. Lalu Tomy malah menahan pinggang Tiara.
" Kalau udah gak sabar melanjutkan kegiatan tadi pagi yang sempat tertunda. Lebih baik kita menikah secepatnya!!!. Sebelum aku benar benar khilaf".Bisik Tomy tepat di telinga Tiara.
Deg...
TBC
__ADS_1