Posesif Husband

Posesif Husband
Niko Mulai Mesum


__ADS_3

"Ya Allah... Bunda Ayah,maafin Icha .. Icha sudah tidak suci lagi".Seru Icha sambil berteriak membuat Niko kembali menoleh dan membungkam bibir Icha dengan tangannya.


" Hei... Kau bisa membuat semua penghuni hotel ini datang ke kamar kita cha".Ucap Niko sambil membekap mulut Icha.


"Lagian itu cuma sekedar ciuman biasa saja. Tidak membuat segel mu lepas ".Celetuk Niko kesal.


" Awww... ".


Niko mengaduh saat Icha malah mencubit perutnya. Dan membuat Niko melepaskan tangannya yang membekap mulut Icha. Kini Icha malah memukul mukul dada Niko dengan brutal.


" Apa abang pikir aku biasa melakukan nya. Hm???. Abang udah ambil ciuman pertama ku. iiihhh... Dasar nyebelin, abang mesum... tega... iiihhh. Icha benci sama bang Niko... Benci.... benci.... "Pekik Icha sambil terus memukul mukul dada bidang Niko.


" Hahahaaa.... "Niko malah terkekeh geli melihat aksi Icha. Bukannya takut atau apa. Membuat Icha semakin kesal saja. " Kamu itu calon dokter bukan???".Tanya Niko membuat Icha menatap Niko tajam. Ia menghentikan gerakan tangannya yang tadi untuk terus memukul dada bidang Niko.


"Apa hubungannya dengan itu??? ".Jawab Icha ketus.


" Seharusnya kamu tahu cha, ciuman itu tidak akan membuatmu hamil bukan??? ".Celetuk Niko dengan ekspresi wajah santainya.

__ADS_1


" Iiihhh... Bang Niko.... ".Icha langsung kembali ingin memukul Niko dengan tangan nya. Tapi Niko sudah lebih dulu memegangi tangan Icha.


" Atau kamu mau aku perkosa saja sekarang. Biar kamu hamil beneran ".Goda Niko membuat Icha langsung melotot sempurna. Dan bersemu merah akan ucapan Niko.


Niko menarik sudut bibirnya melihat ekspresi wajah Icha yang bersemu karena ucapan nya tadi Bahkan Niko juga bingung kenapa tiba tiba ia bisa semesum ini.


" Sekarang mending kamu istirahat saja dulu!!!. Jangan kemana mana sebelum aku kembali!!! ".Ucap Niko sambil mengambil kunci mobilnya yang tadi ia letakkan di atas nakas.


" Memangnya abang mau kemana??? ".


" Kenapa kamu takut sendirian di sini?.Hm??? "Niko kembali menggoda Icha. " Takut mana aku akan tetap disini dan melakukan hal hal lebih mesum lagi atau takut aku tinggalkan sendirian??? ".Sambung Niko yang tak pernah bosan nya menggoda Icha.


Karena Icha juga wanita normal pada umumnya. Sepolos dan selugu apapun perempuan. Jika terus di rangsang dan di goda maka lambat laun pasti akan ikut khilaf juga. Apalagi yang menggodanya adalah pria setampan Niko. Lagian tenaga wanita pasti akan kalah kuat dengan tenaga pria.


"Oke sayang, tetap disini sampai aku kembali".Seru Niko sambil mengulum senyumnya. Membuat Icha mencelos. Sambil mencebikkan bibirnya.


" Bagaimana kalau aku lapar bang??? ".Teriak Icha saat Niko sudah memegang gagang pintu ingin keluar.

__ADS_1


" Kau bisa telpon saja pelayan hotel !!!. Nomornya ada di samping telpon itu!!! ".Tunjuk Niko dengan dagunya kearah telpon yang ada di samping ranjang. " Pesan apapun yang kau inginkan sayang!!!. Jangan khawatir kan soal pembayaran nya!!! ".Seru Niko sambil membuka pintu kamar kembali.


" Aku juga ingin memesan pakaian bang. Aku tidak bawa baju ganti".Teriak Icha kembali.


"Semua yang kau butuhkan sudah ada di dalam lemari. Kalau masih kurang aku akan menyuruh pelayan hotel untuk menyiapkan nya kembali".Jawab Niko sambil menyembuhkan kepala nya saja. Sedangkan badannya sudah keluar pintu.


Icha menghembuskan nafasnya kasar setelah Niko benar benar menghilang di balik pintu. Dan pintu Kamar kembali tertutup.


" Kau tahu bang, jika kau terus bersikap seperti ini. Maka aku juga akan baper beneran ".Guman Icha.


Icha juga sebenarnya mati matian bersikap santai di depan Niko. Agar ia tidak kelihatan seperti wanita gampangan. Karena Icha sadar diri dia dan Niko sangat berbeda. Ayah Icha hanya seorang bintara polisi biasa. Ibunya hanya seorang guru. Sedangkan Niko adalah putra seorang perwira polisi sekaligus pengusaha terkenal.


Jadi, Icha bisa sedekat sekarang dengan Niko yang memiliki wajah tampan itu saja sudah sangat bersyukur. Apalagi selama ini Niko juga selalu ada untuknya. Niko adalah orang terdekatnya selama ini. Bahkan saat Icha belum mendapatkan uang transferan dari kedua orang tuanya. Niko selalu saja membantunya. Meskipun Icha menolak tapi tetap saja Niko memaksanya dengan cara Niko sendiri.


"Sadar Icha... Jangan baperan gini!!!. Bang Niko hanya menganggap kamu itu adiknya".Icha menepuk nepuk Kepala berusaha menyadarkan dirinya sendiri.


Lalu ia melangkah menuju ruang walk in closet. Icha membuka lemari besar yang ada di dalam ruangan itu. Mata Icha kembali dibuat melotot sempurna saat melihat isi lemari yang sudah di penuhi oleh pakaian lengkap dengan pakaian dalam segala.

__ADS_1


"Darimana bang Niko tahu ukuran punyaku??? ".Ucap Icha saat ia mengambil salah satu pembungkus gunung kembar yang ada di dalam lemari itu. Dan nomornya adalah nomor yang sama dengan yang ia pakai.


__ADS_2