Posesif Husband

Posesif Husband
Aksi Yang Gagal


__ADS_3

Nikki mengerutkan keningnya menatap wanita lanjut usia itu. Pergi begitu saja dari hadapannya sebelum ia sempat berkata apa apa lagi.


"Kenapa wajahnya kayak gak asing ya?. Sepertinya gue pernah lihat, tapi dimana??? ".


Nikki menggaruk kepalanya sendiri karena ia berusaha mengingatnya. Tapi sayangnya, otaknya yang tidak secerdas Niko dan Shasa. Tidak bisa mengingat nya kembali.


Apalagi sang Mommy yang kini melambaikan tangannya. Untuk memintanya mendekat kearah panggung pelaminan sang adik.


"Selamat ya Sha, bang Candra".Ucap si kembar L sambil menjabat tangan Candra dan bergantian memeluk Shasa.


Sedangkan para tetua kini sudah mengobrol dengan sahabatnya. Karena disana ada Rayen, Raka dan juga Edo. Mereka sepertinya sedang bernostalgia. Setelah tidak pernah bertemu selama ini. Karena kesibukan masing masing. Bahkan mereka tidak pernah nongkrong seperti zaman mereka muda dulu lagi.


Niko juga ikut memberikan selamat pada adik dan Candra yang kini sudah sah menjadi adik iparnya. Sebelum Icha sanga istri meremas lengan tangannya kuat.


"Sayang, kamu kenapa??? ".Niko nampak panik melihat istrinya yang kini semakin meringis sambil memegangi perutnya. Bahkan sudah mulai bercucuran keringat.


" Mommy... Icha Mom".Teriak Niko sambil menahan bahu dan pinggang istrinya.


Tiba tiba suasana nampak rusuh karena teriakan Niko. Sedangkan Candra yang berniat untuk membantu Niko. Tangannya langsung di tepis kasar oleh Niko.


"Yaelah abang ipar sensi banget sih. Gue hanya niat bantuin doang".Ucap Candra sedikit kesal.


" Bang, Sepertinya anak kita mau lahir nih".Lirih Icha yang benar benar merasakan kontraksi yang luar biasa.

__ADS_1


Ia memang sejak semalam sudah merasakannya tapi belum sesering ini. Tadi waktu acara ijab qobul Icha terus meringis . Namun, hanya beberapa saat. Tapi kali ini, ia tidak bisa lagi untuk menahannya.


Cinta dan Kinan pun nampak berlari menghampiri Niko dan Icha. Begitu pun dengan Lea dan Raya serta Tia. Mereka juga kini sedang ikut panik.


Candra pun langsung menghubungi Tomy untuk menyiapkan mobilnya. Mendengar penuturan istrinya yang bilang akan melahirkan. Niko dengan cepat langsung menggendong istrinya. Keluar rumah dan masuk kedalam mobil yang telah disiapkan oleh Candra.


"Sayang, mau kemana??? ".Candra menarik tangan Shasa ketika istrinya itu ingin ikut masuk kedalam mobil. Bersama Daddy dan juga Mommy nya.


" Ikut kerumah sakit bang. Mba Icha kan mau lahiran".Jawab Shasa jujur.


"Dengan penampilan seperti ini??? ".


Shasa pun langsung sadar akan penampilan nya saat ini. Dan tidak mungkin juga ia pergi kerumah sakit dengan memakai gaun pengantin.


" Nanti saja kita menyusul kerumah sakit!. Kita sebaiknya temui para tamu dulu!. Dan setelah itu baru ganti pakaian ".Bujuk Candra yang hanya memberi alasan saja.


🌿🌿🌿🌿🌿


" Huh... Akhirnya selesai juga".Lirih Shasa sembari berbaring di atas ranjang empuknya. Setelah tadi ia sibuk dengan para tamu.


Dan dengan bantuan Rayen serta Raka. Akhirnya acara pesta sederhana nya selesai mendadak. Karena insiden keponakan yang akan lahir dadakan begini.


Bahkan Nikki juga sudah ikut menyusul kerumah sakit. Setelah ikut memberi pengertian pada para tamu undangan tadi. Sekarang tinggalah para pelayan dan juga Candra suaminya yang ada di rumah.

__ADS_1


Ceklek...


Pintu kamar kembali terbuka membuat Shasa menoleh. Dan melihat suaminya yang masuk kedalam kamarnya. Tapi Shasa nampak tenang dan santai. Ia malah berbaring dengan nyaman di ranjang itu.


Tentu saja hal itu membuat Candra menyeringai licik. Candra dengan langkah pasti mulai menghampiri sang istri. Ia ikut mendaratkan bokongnya di bibir ranjang.


"Bang, tolong bantu aku buka resleting gaunnya!!! ".Pinta Shasa setelah ia bangun dan duduk di samping suaminya.


Tanpa rasa malu dan canggung sedikitpun. Shasa malah meminta suaminya untuk membantunya membuka resleting gaun kebaya modern yang tadi ia pakai.


" Kemarilah!!! ".Seru Candra sambil menyeringai licik.


Shasa pun menurut , ia mulai mendekatkan dirinya pada suaminya. Hingga Candra lebih leluasa mencapai resleting gaunnya itu.


Tapi saat Candra ingin melancarkan aksinya. Tiba tiba pintu kamarnya di ketuk dari arah luar.


Tok...


Tok...


Tok...


"Non... Nona Shasa... ".Teriak art dari arah luar.

__ADS_1


" Sial... "Guman Candra kesal. Karena ada saja yang mengganggu nya. Padahal sedikit lagi ia bisa meraih apa yang ia inginkan di awalnya ini.


TBC


__ADS_2