
"Tergantung? ".Jawab Niko santai. Membuat Icha langsung bergidik ngeri sendiri mendengar jawaban suaminya itu.
Otak Icha pun langsung berpikir keras. Bahkan isi otaknya kini sudah di penuhi oleh adegan adegan panas yang membuatnya lemas. Hingga ia ikut membayangkan bagaimana keadaan tubuhnya ketika bangun besok pagi.
Tuk...
"Aww... " Pekik Icha terkejut.
Niko menjitak kening istrinya tiba tiba. Saat istrinya malah meleng. Dan terlihat melamun sambil berjalan ke arah tangga. Padahal Niko sudah melangkah terlebih dahulu.
"Makanya kalau jalan itu jangan melamun!. Apa yang sedang kau pikirkan?. Atau jangan jangan lagi mikirin hal hal jorok ya??? ".Goda Niko sambil menaik turunkan alisnya.
" Sepertinya ada yang ketagihan nih".Niko terus menggoda Icha istrinya. Membuat Icha langsung menundukkan kepalanya karena malu. Ke gif oleh suaminya sedang berkhayal jorok.
__ADS_1
"Apaan sih bang. Ngaco deh".Icha langsung meninggal kan suaminya di pangkal tangga setelah ia sadar akan kebodohan nya tadi. Bahkan bisa bisa ia berpikir hal seperti itu. Padahal ia sedang berjalan dan di gandeng oleh suaminya.
" Dasar bodoh. Kenapa tiba tiba aku jadi mesum begini? ".Gerutu Icha pelan sambil menepuk kepala nya sendiri.
" Aku akan mengabulkan nya sayang".Teriak Niko dengan lantang. Jelas saja Icha langsung menoleh kebelakang dan menatap tajam suaminya. Tapi Niko malah terkekeh sendiri melihat tatapan istrinya. Baginya Icha malah terlihat lucu dan menggemaskan saat seperti itu.
Icha yang kesal dan malu jika adik adik kembarnya keluar kamar gara gara suara Niko. Ia langsung mempercepat langkahnya. Dan masuk kedalam kamar lebih dulu dibandingkan suaminya.
"Haiss... Kenapa bang Niko jadi tidak punya malu begini? ".Guman Icha setelah ia menutup kembali pintu kamarnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di dalam kamar yang berbeda saat ini Shasa malah sedang asyik melototi layar laptopnya. Sejak tadi jari lentiknya sangat lincah bergerak. Entah apa yang ia cari sehingga fokusnya tidak teralihkan lagi. Bahkan ia tidak menggubris dan kepo akan suara abangnya tadi. Padahal telinganya sangat jelas mendengar itu.
__ADS_1
"Yes... Berhasil".Seru Shasa sambil tersenyum senang.
Ia kembali mengotak atik lagi isi sosial medianya. Senyumnya semakin terbit ketika ia mendapatkan apa yang ia cari sejak beberapa jam yang lalu.
Tapi tiba tiba senyumnya kembali memudar ketika yang ia temukan tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. " Ah, sial... Kenapa tidak ada satu pun foto dirinya sih?. Apa dia pria gaptek atau pria primitif?. Haiss... Mencurigakan sekali, masa isi sosmed nya cuma pegunungan, laut, rumput, pohon. Ah, apa dia berniat menjadi fotografer? ".Shasa terus saja menggerutu kesal saat hasil pencarian nya nihil.
" Dia juga pasti pria yang alergi camera. Lihat saja, dia lebih suka foto dari arah belakang, yang memperlihatkan sisi rambut nya saja".
Shasa tak berhenti nya mengomel karena saking kesalnya. hampir 2 jam ia mengotak atik semua sosial media yang menyangkut targetnya. Tapi tidak ada satu pun yang membuatnya puas. Bahkan ia tidak menemukan wajah pria yang ingin ia lihat.
Shasa berpikir cukup lama. Hingga otak cerdasnya tiba tiba conek dan langsung membuat senyumnya kembali terbit.
"Hais, kenapa tidak daritadi saja aku lihat ini".Guman Shasa sambil tersenyum puas. Namun setelah beberapa menit sibuk menscrol akun abangnya. Sama sekali ia tidak menemukan apapun.
__ADS_1
" Bang Niko ternyata lebih kudet juga. Lihat saja kapan terakhir sekali dia mengupload foto di sosmed nya. Oh... Astaga... Kenapa aku punya abang yang sangat introvert begini sih?. Bahkan wajahnya saja datanya kayak papan pahatan ".cibir Shasa yang kesal sendiri.
Lelah tak mendapatkan hasil apapun. Akhirnya shasa memutuskan untuk memejamkan matanya saja. Karena baginya percuma saja mencari pria bongkahan es balok. Dan berharap mereka memajang wajahnya di sosial medianya. Karena hanya akan membuat emosi saja. Kenapa tidak?. Niat ingin kepo malah menjadi emosi saat yang bisa dilihat hanya isi alam saja.