
Candra pun tak kalah terkejutnya saat mendengar kabar jika berita yang sedang heboh hari ini. Melibatkan sang asisten nya sendiri. Hal itu membuat Candra langsung naik pitam. Ia tidak terima jika asisten nya di perlakukan seperti itu.
Candra pun langsung mendatangi kantor polisi dengan membawa pengacaranya langsung. Ia pun sampai marah besar pada kapolres nya langsung. Karena anak buahnya berani menangkap sang asisten kepercayaan nya.
Hal itu membuat heboh polresta setempat. Karena amukan Candra pada kapolres mereka. Namun, semua nya cuma bisa bungkam tak berani untuk menentang sedikitpun. Sebab, mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini.
Ketika Candra dan pengacaranya sedang berada di dalam ruangan khusu tamu kapolres. Sedangkan Kapolres saat ini juga tak kalah marah besar dengan bawahannya. Terutama kasat reskrim nya. Karena dengan beraninya mengeluarkan surat penangkapan tanpa seizinnya terlebih dahulu.
"Tapi, ndan. Semua bukti memang tertuju pada Tuan Tomy".Pak kasat masih saja kekeh pada pendiriannya.
" Kalian belum selidiki kasus ini dengan benar. Dan korban pun masih di rawat dirumah sakit. Apa kau bisa jamin jika itu benar benar perbuatan tuan Tomy?. Hah? ".Pak Kapolres benar benar tak habis pikir dengan anggotanya yang malah berani mendahului perintahnya.
" Kau tahu siapa mereka???".Tanya bapak kapolres penuh emosi.
"Mereka juga seorang mafia yang menjual obat obatan terlarang ndan".Jawab pak Kasat dengan tegas.
Plakkkk...
Pak kapolres pun langsung memukul pak kasat dengan sangat emosi. Baru kali ini ia memiliki anggota yang membangkang dan dengan beraninya menjawab setiap kata kata nya.
Bukan karena pak Kapolres mendukung semua tindakan kriminal Candra dan anggotanya. Tapi, berkat mereka juga. Anggota narkoba bisa tahu semua pengedar dan juga pemakai barang haram itu. Dan tahu dimana mereka sering Bertransaksi.
__ADS_1
Bisa dibilang Candra juga banyak membantu kepolisian dalam kegiatannya untuk menegakkan keadilan. Oleh sebab itulah kepolisian bahkan tunduk padanya.
"Jaga ucapanmu itu!!!. Jangan sampai kata katamu menjadi boomerang untuk hidupmu sendiri".Ucap Tegas pak Kapolres.
" Ku peringatkan kalian semua nya. Jangan coba coba mengusik mereka lagi. Kalau kalian tidak ingin kehilangan pekerjaan kalian!!!".Pak Kapolres pun mulai penuh emosi.
"Cepat buat surat pembebasan untuk tuan Tomy dan segera klarifikasi sebelum jam makan siang!!!. Kalau tidak kalian tanggung sendiri akibatnya!!!".
Setelah mengucapkan itu bapak Kapolres langsung pergi dari ruangan meninggalkan para anggota nya yang saat ini hanya bisa diam. Karena mereka juga di perintahkan oleh pak kasat dan juga kanit nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Bahkan anggota Tomy yang berjaga di luar sudah mereka lumpuhkan. Kini hanya tinggal Bik Tuti yang berlari kearah kamar majikannya. Berusaha menyelamatkan Nyonya nya.
Karena pelayan yang lain juga sudah tidak berpihak padanya. Apalagi bik Tuti melihat seorang wanita yang sangat ia kenal dengan santainya duduk di sofa sambil menyaksikan para pria bertubuh kekar itu menghajar habis para anggota Tomy.
"Bik Tuti ada apa ???. Kenapa dibawah seperti suara orang orang ribut ribut?? ".Tanya Tiara bingung.
" Nyonya sebaiknya kita pergi dan tinggalkan rumah ini sekarang juga!!!. Suasana dibawah sangat membahayakan keselamatan Nyonya".Seru Bik Tuti yang panik dengan nafas yang tersengal sengal.
Belum juga sempat Tiara menjawab. Suara tembakan mulai terdengar di lantai bawah. Membuat Bik Tuti pun langsung mengunci rapat kamar majikan nya.
__ADS_1
"Nyonya kita harus segera pergi. Tidak ada waktu lagi. Ayo!!! ".Bik Tuti menarik tangan Tiara dan masuk kedalam ruangan walk in closet.
" Sebentar bik ".Tiara berhenti tepat di depan pintu lemari yang bisa tempatnya berhias. Lalu memencet tombol dibawah meja riasnya. Hingga sebuah laci terbuka dengan sendirinya.
Bik Tuti sempat terkejut melihat isi dalam laci tersebut. Karena ada pistol lengkap dengan pelurunya serta pisau kecil yang sangat tajam.
Tiara mengambil pistol dan mulai memasukkan pelurunya kedalam nya dengan sangat cekatakan membuat bik Tuti salut. Karena ia sangat tahu siapa majikan nya. Tapi bik Tuti tidak tahu jika Tomy sudah mengajarkan istrinya bagaimana cara merakit senjata.
"Buka sandi nya Nyonya!!! ".Ucap Bik Tuti karena hanya Tomy dan juga Tiara yang tahu sandi dari pintu rahasia yang ada di balik lemari kaca besar itu.
Dengan hitungan detik Tiara pun sudah berhasil membuka sandinya. Lalu keduanya masuk kedalam sana. Dengan kembali menutup rapat kembali pintu rahasia yang ternyata berbentuk lift menuju ke suatu tempat.
Bersamaan dengan itu juga seorang wanita masuk kedalam kamar dengan beberapa pria bertubuh kekar. Karena mereka berhasil mendobrak pintu kamar dengan paksa.
"Sial... Mereka sudah kabur. Ayo cepat cari wanita itu!!!. Temukan dia hidup ataupun mati!!! ".Perintah sang wanita penuh amarahnya.
" Baik nona".
"Bik Tuti awas saja kau. Kalian pasti mati di tanganku".Geram sang wanita penuh amarah.
TBC
__ADS_1