
Berbeda lagi dengan kehidupan cinta dan Anton di Aspol. Sejak Cinta membawa bik emi ke Aspol untuk menjaga putranya. Karena perutnya yang semakin membuncit saja.
Cinta jadi tahu tentang masa lalu bu Erna. Tapi Cinta sampai sekarang tetap bungkam dan tidak menceritakan semuanya pada penghuni Aspol.Karena Cinta bukanlah tipe orang yang suka merendahkan harga diri orang lain.
Apalagi Anton suami Cinta. Yang selalu saja menasehati nya. Bisa dapat hukuman nanti Cinta kalau sampai jadi biang gosip dan menyebarkan masa lalu orang lain pada ibu ibu asrama.
"Bu saya mau pamit ke pasar dulu!!! ".Bik imah meminta izin pada majikannya untuk pergi ke pasar. Bahkan saat ini bik imah sudah membawa keranjang tempat belanjaannya nanti.
" Iya bik silahkan!!!. Oh ya nanti kalau ada yang jual lemper di pasar tolong beliin ya bik!!! ".Tutur Cinta sambil merapikan baju Niko yang baru saja selesai mandi.
" Baik Bu ".Sahut bik imah dan setelah itu ia langsung beranjak pergi. Meninggalkan rumah majikan nya.
" Selesai... Sekarang udah makin ganteng".puji Cinta pada putranya yang sudah wangi dan sudah rapi.
Bik Emi pun nampak tersenyum melihat asuhannya yang memang sangat tampan itu. Tapi wajar saja Niko tampan. Karena Daddy nya juga tampan belum lagi Mommy nya yang sangat cantik jelita itu.
Saat ini di Aspol hanya ada cinta, Niko dan juga para art nya saja. Karena Anton sedang pergi ke Polres sejak tadi pagi.
🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Drt... Drtttt...
Dering ponsel Cinta membuat bumil itu langsung meraih ponselnha yang ada di atas meja. Karena Cinta saat ini sedang duduk di ruang keluarga Menon televisi. Mata Cinta melotot sempurna saat melihat nama si penelpon memenuhi layar ponselnya.
Dengan sedikit ragu akhirnya Cinta memutuskan untuk mengangkat panggilan itu.
"Hallo Assalamu'alaikum".Sapa cinta pelan.
" Waalaikumsalam"Sahut Tia dari balik telponya. "Cin, apa elo sedang sibuk sekarang??? ".Tanya Tia sedikit ragu. Dan itu bisa ditebak oleh Cinta jika Tia saat ini pasti baru saja selesai menangis.
" Nggak juga sih yak. Ada apa???. Tumben kamu nelpon, nggak kayak biasanya??? ".Tanya Cinta pura pura tidak tahu apa yang sudah terjadi pada sahabat nya itu.
" Gue mau minta bantuan loe nih cinta, loe bisa bantu gue tidak???. Please!!! ".Mohon Tia. Membuat Cinta mulai panik. Karena tiba tiba meminta bantuannya. Bahkan pikiran Cinta sudah menebak pasti Tia akan meminta bantuan tentang Lana padanya. Cinta sudah suudzon lebih dulu sebelum Tia menjelaskan bantuan apa yang ia butuhkan saat ini.
" Gue serius cinta. Gue gak lagi bercanda nih".Tutur Tia serius dari seberang telpon.
"Iya... Iya... Oke oke.. Katakan bantuan apa yang loe mau dari gue??? ".Tanya Cinta mulai penasaran.
" Gue mau pinjem uang sama loe cin!!! ".Lirih Tia dari seberang telpon sana ragu.
__ADS_1
" What...??? ".Sejak kapan loe jadi kere begini Tia???. Apa kedua orang tua loe udah bangkrut???. Pake acara pinjem uang segala lagi. Jangan bercanda yak!!! ".cinta tak percaya jika Tia sampai kekurangan uang saat ini. Sedangkan perusahaan papanya sudah stabil dan juga sudah sangat maju sekarang. Tidak mungkin kan jika Tia putri satu satu nya sampai kehabisan uang jajan.
" Gue serius cinta... Bokap nyokap gue lagi marah besar. Bahkan kartu kredit gue sudah blacklist oleh mereka. Gue mau buka usaha disini, buat biaya hidup gue kedepannya nanti. Maka dari itu gue butuh pinjeman modal nih. Uang tabungan gue kagak cukup alias masih kurang cinta".Tia berucap panjang lebar kali tinggi menjelaskan agar Cinta paham akan kondisinya saat ini .
"Loe serius mau buka usaha disana???. Terus kuliah loe gimana yak??? ".Tanya Cinta. Masih tak percaya jika Tia sekarang mau buka usaha di Negara orang.
" Seribu rius cinta. Makanya gue telpon elo. Gak percayaan banget sih jadi Orang".
"Berapa uang elo butuhin??? ".Tanya Cinta mulai serius.
" Gak banyak sih cuma 300 juta doang".Sahut Tia jujur.
"Hah... 300 juta??? ".Ulang cinta terkejut." Ya Ampun Tia itu lumayan loh. Gue mesti bilang dulu sama suami gue yak. Karena loe tahu sendiri gue kan udah punya suami. Jadi apapun itu kudu gue kompromikan dulu sama hubby. Maaf yak bukannya gue gak percaya sama elo dan bukan juga gue kagak mau minjemin elo duit".Tutur cinta pelan memberikan pengertian pada sahabat nya itu.
"Tapi kalau loe butuh dibawah 100 juta mungkin gue bisa pake uang jajan gue aja yak. Kalau lebih dari itu, gue harus ngomong dulu sama hubby".
" Yaudah cin, gue ngerti kok. Elo izin aja dulu sama suami loe!!!. Gue kagak buru buru kok. Karena cuma elo cin yang gue punya sekarang".Lirih Tia dari seberang telpon nya.
Cinta bisa mendengar jika saat ini Tia pasti sangat terpuruk dan terdengar sedih. Tapi Cinta juga tidak bisa berbuat lebih. Ia juga punya suami yang apa apa harus meminta izin dan persetujuan dari suaminya.
__ADS_1
Meskipun cinta bisa lega Tia meminta bantuannya bukan perihal Lana.Namun, perkara uang juga cinta tidak boleh sembarangan. Apalagi 300 juta bukan jumlah yang kecil. Meskipun bagi cinta dan Anton uang segitu belum ada apa apanya. Tapi mereka juga harus pandai mengurus masalah keuangan serta tahu kebutuhan yang penting dan tidak penting.
TBC