Posesif Husband

Posesif Husband
Perihal Panjat Memanjat


__ADS_3

Setelah puas bermain air di tengah pulau yang masih nampak begitu tenang karena disana sangat jarang orang umum untuk masuk ke pulau. Membuat Shasa lebih leluasa berjemur di tepi pantai. Hanya dengan memakai bikini nya saja.


Tapi tetap sang suami tidak akan pernah jauh dari istrinya. Bahkan saat tadi berada di tengah laut. Shasa juga nampak begitu senang. Sebab, ia bisa melihat lumba lumba dengan jarak yang sangat dekat. Dan bisa langsung menyentuhnya juga..


"Bang... Abaaang... " Shasa mulai mendekati suaminya yang kini ikut berbaring di hamparan pasir putih di tepi pulau di pinggiran pantai tersebut.


Candra hanya menoleh sekilas lalu ia kembali terlentang sambil memejamkan matanya. Cuaca memang sedikit rindang karena adanya pohon kelapa dan juga tanaman liar di pinggir pulau. membuat sepasang suami istri itu sangat nyaman.


Ini adalah pulau milik Candra. Yang ia beli khusus jauh sebelum ia mengajak sang istri pergi liburan kemari. Candra sengaja mengosongkan pulau hanya untuk tempatnya menyejukkan pikiran bersama istrinya.


Meskipun masih terlihat asri dan tak berpenghuni. Pulau itu sangat aman. Karena Candra sudah menyiapkan keamanan yang di lengkapi dengan alat alat canggih untuk menjaga pulau nya itu. Jadi, Candra tak perlu khawatir meskipun saat ini hanya ada mereka berdua saja di tempat tersebut.


"Bang... Aku haus".Rengek Shasa sambil bangkit dari tempatnya berbaring tadi. Lalu duduk sambil mengguncang bahu suaminnya.


" Di kapal masih banyak minuman sayang. Mau aku ambilkan?. Hm? ".Tawar Candra seraya ikut duduk di samping istrinya.


Tapi Shasa malah menggelengkan kepalanya. Membuat Candra menautkan kedua alisnya bingung.


" Tadi katanya haus??? ".Candra mengecup bibir istrinya sekilas.

__ADS_1


" Tapi aku maunya air kelapa muda sayang".Lirih Shasa sambil melihat pohon kelapa yang ada di tepi pulau.


"Mau aku ambilkan sekarang??? ".Candra malah terlihat santai menawarkan diri seolah ia ingin memanjat pohon kelapa itu. Dengan cepat Shasa pun langsung mengangguk kan kepalanya tanpa ragu.


" Siapa yang akan manjat nya bang??? ".Tanya Shasa bingung.


Candra malah tersenyum bukannya menjawab. Dan tanpa menunggu lama. Candra sudah berdiri dengan langkah lebarnya ia mulai menaiki satu persatu tangga yang sudah dibuat di pohon kelapa tersebut.


Shasa sampai melongo tak percaya jika suaminya itu bisa dengan mudah. Memanjat pohon kelapa yang menurut Shasa tinggi. Tapi Candra dengan mudahnya memanjatnya hanya dengan hitungan detik saja. Bahkan saat ini sudah dua kelapa muda yang ia jatuhkan.


"Sudah sayang, sudah cukup!! . Ini terlalu banyak".Teriak Shasa dari bawah.


Shasa langsung lari dan memeluk suaminya erat. Ketika Candra baru saja turun dari pohon kelapa. "Uhh... Makasih sayang".Ucap Shasa tulus. Ia juga mendaratkan bibirnya berkali kali pada bibir suaminya.


" Ternyata suami ku ini tak hanya pintar memanjat istrinya. Tapi juga sangat ahli memanjat pohon kelapa".Seloroh Shasa sambil terkekeh.


Candra pun langsung menarik tekuk leher istrinya. Dan langsung menyambar bibir ranum itu dengan pagutan yang sangat dalam. Hingga Shasa pun ikut membalasnya. Kini keduanya sudah saling sesap, satu sama lainnya.


Mereka berdua sudah acara bertukar saliva. Candra pun kembali mengulum senyum liciknya. Ketika istrinya mulai ikut larut dalam awal permainan ny.

__ADS_1


"Kau tahu sayang, bagaimana caranya berterima kasih dengan benar??? ".Ucap Candra setelah mereka menjeda ciuman panas nya.


" Apa aku harus membayar nya dengan goyangan juga??? ".Sahut Shasa dengan gamblangnya tanpa ragu sedikit pun. Bahkan wanita itu sambil tersenyum menggoda.


" Jika kau tak keberatan, Maka aku akan memanjatmu juga disini!! ".Bisik Candra dengan suara seraknya.


" Really??? ".


Candra pun langsung mengangguk kan kepalanya cepat. Membuat Shasa langsung menarik tangan suaminya menuju arah pantai.


Dan sudah bisa ditebak sepersekian detik selanjutnya. Acara panas di dalam air laut mulai menambah gelombang nya. Karena ulah sepasang suami istri itu.


Candra dan Shasa benar benar tidak tahu tempat. Dimana ada keinginan disitu ada jalan. Mungkin inilah istilah yang tepat untuk menggambarkan kelakuan dua sejoli yang tak pernah mengenal lelah itu.


Sedangkan di Resort asisten Tomy pun harus mematikan monitor CCTV daerah tempat tuan dan nyonya perang sengit.


"Dasar suami istri sama sama maniak. Bagaimana bisa mereka melakukan nya di tengah laut begitu".Guman Tomy mengupat kesal.


Jiwa jomblonya mulai tak aman sejak Tuan nya jatuh cinta pada seorang gadis belia seperti Shasa. Padahal selama ini Tomy adalah asisten yang bisa dikatakan tidak pernah berhubungan dengan wanita. Tapi setelah tuan nya mendapatkan cinta Nyonya nya. Dan ia sering disuguhkan adegan gila dari kedua nya itu. Membuat asisten Tomy harus bersolo karir dan selalu memborong banyak sabun mandi.

__ADS_1


SKIP SKIP SKIP DULU YA ACARA PANASNYA. OTHOR TAKUT DOSA JUGA SOALNYA🤭🤭


__ADS_2