Posesif Husband

Posesif Husband
Kedua Kalinya


__ADS_3

Acara makan makan pun sudah selesai. Kini tinggal para ibu ibu Aspol saja yang membantu bik imah dan juga bik Emi untuk beres beres.


"Betah gak bik kerja sama Nyonya Cinta dan Tuan Anton??? ".Bik Emi bertanya pada bik imah sambil mencuci piring. Sedangkan Cinta saat ini sedang mengobrol dengan para ibu ibu yang lain di ruang tamu. Setelah acara selesai tadi.


" Jelas betah atuh, orang ibu dan bapak aja baiknya minta ampun".Jawab Bik imah jujur ia pun sambil tersenyum.


"Iya ya bik, kan jarang jarang ada majikan sebaik mereka. Udah tajir melintir, cantik dan tampan lagi. Kalau kami semua art yang bekerja di rumah tuan dan Nyonya di Jakarta sana. Bilangin nya kalau mereka itu Sultan deh bik".Tutur bik Emi


" Wah, berarti ibu dan bapak udah kaya dari sananya ya bik???".Sahut bik Imah.


".Oh iya jelas dong bik. Tuan Anton itu kan punya perusahaan besar di Jakarta. Nyonya Cinta juga putri tunggal keluarga terhormat disana. Perusahaan mereka di satukan sejak Nyonya dinyatakan hamil lagi. Terus orang tua Nyonya Cinta itu tinggalnya di Luar Negeri sana. Korea loh bik mah".Bik Emi begitu semangat nya menceritakan tentang majikannya itu.


"Oh... Bapak itu bukan hanya seorang polisi saja ya bik??? ".Bik Emi hanya mengangguk kan Kepala nya saja.Membuat Bik Imah sempat terkejut mengetahui kebenarannya. Jika Anton dan Cinta memang benar benar orang kaya sejak lahir.


" Di Jakarta para Art dirumah Tuan dan Nyonya tidak hanya satu bik. Kami ada lima orang, belum lagi tukang kebun dan juga pak security, sopir juga. Kami disana juga di gaji lumayan loh bik. Pokoknya Tuan dan Nyonya itu orang nya royal banget. Setiap Nyonya pergi ke Mall beliau selalu ingat dengan kami para art dirumah. Jadi kami juga ikut di belikan barang oleh Nyonya".Seru Bik Emi lagi.

__ADS_1


Bik Imah hanya bisa terbengong bengong akan cerita bik emi. Tanpa sadar jika Di balik tembok ada bu Erna yang mendengarkan obrolan mereka berdua.


"Masa iya sih bu Cinta setajir itu???. Itu pasti omong kosong Emi saja. Pasti dia iri karena saya sudah naik derajat sekarang bukan pembokat lagi. Mana ada orang kaya mobilnya biasa aja gitu. Harganya saja mungkin sekitar 100 jutaan doang. Masih kalah dengan harga mobil aku dong".Guman Bu Erna mengejek.


🌿🌿🌿🌿🌿


Kini di Apartemen mewah tempat tinggal Lana dan Raya. Setelah pulang dari restoran tadi. Lana memutuskan untuk langsung pulang saja. Dan sampai dirumah Lana membantu Raya membuatkan susu khusus ibu hamil dan meminum vitamin yang diberikan oleh Dokter Lucky. Setelah itu Lana kembali masuk kedalam ruang kerjanya. Karena ia memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan nya di Apartemen saja. Sepulangnya dari rumah sakit tadi.


Sedangkan Raya sudah istirahat di dalam kamar. Karena memang kebiasaan Raya setelah makan siang ia pasti akan tidur siang. Walaupun hanya beberapa menit saja.


Setelah menghabiskan waktu sekitar lebih kurang 25 menit di dalam kamar mandi. Raya keluar hanya dengan memakai handuknya saja yang di ikat sebatas dada. Dan bertepatan dengan Lana yang baru membuka pintu kamar mereka.


Mata Lana tertuju pada Raya yang nampak segar dan jauh lebih menggoda dengan rambut yang masih basah. Apalagi Lana bisa melihat jika kulit tubuh Raya semakin hari semakin terlihat mulus saja. Itu semua karena kelengkapan skincare dan juga HB serta peralatan mandi yang Lana pesan khusus untuk istrinya.


Lana sempat tak bergeming melihat Raya dengan balutan handuk itu saja. Bahkan Lana menelan salivanya sendiri dengan sangat susah. Nafasnya turun naik tak beraturan. Anehnya Pusakanya malah ikut bergetar cuma hanya melihat belahan dada Raya yang sedikit menyembul keluar karena balutan handuk bewarna putih itu.

__ADS_1


"Mas mau mandi juga??? ".Tanya Raya dengan polosnya. Bahkan Raya tidak peka jika saat ini Lana sudah di selimuti kabut gairah dadakan. Mungkin karena efek Sonny sudah puasa selama berbulan bulan sejak kejadian malam panas itu.


Tanpa curiga sedikitpun Raya hanya bersikap santai. Saat Lana melangkah mendekatinya. Mungkin pikir Raya Lana memang akan masuk kedalam kamar mandi. Karena ia masih berdiri di depan pintu kamar mandi tersebut.


Dan anehnya Raya malah tak merasa canggung memakai handuk sebatas dada di depan Lana. Entah apa yang ada dipikiran wanita itu. Atau mungkin ini salah satu trik yang di ajarkan oleh Cinta padanya. Karena selama ini Raya juga aktif berkomunikasi dengan cinta.


Brugggg....


Lana langsung mendorong pelan bahu Raya hingga membentur tembok sebelah pintu kamar mandi. Lana bisa melihat rasa gugup yang kini dirasakan oleh Raya.


Tanpa permisi lagi Lana malah langsung menyambar bibir ranum Raya dengan gerakan perlahan namun pasti. Hingga Lama lama ciuman itu berubah semakin menuntut dan semakin dalam saja.


Deru Nafas Raya sampai tersengal sengal. Ia belum bisa mengimbangi pagutan bibir suaminya. Karena jujur ini kedua kalinya ia merasakan berciuman dengan Lana.


Lana memejamkan matanya setelah ia cukup puas menikmati bibir istrinya. Dan bertukar saliva dengannya. Lalu ia menatap wajah cantik Raya yang membuat Lana semakin sadar jika wanita yang ia nikahi satu bulan yang lalu. Adalah wanita yang sangat cantik apalagi saat mereka bertatapan tanpa jarak seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Apa aku boleh melakukannya sekarang??? ".Tanya Lana pelan penuh harap. Hening beberapa saat, membuat Lana ketar ketir jika Raya menolaknya. Tapi setelah beberapa detik kemudian dengan senyum yang malu malu Raya malah mengangguk kan Kepala nya.


__ADS_2