
"Bik kok rumah sepi banget. Nikki dan Shasa kemana??? ".Icha yang baru masuk kedalam rumah langsung bertanya pada art nya. Karena sudah sore tapi rumah terlihat tenang. Tak ada suara adik adik iparnya.
Biasanya kalau ia pulang Shasa dan Nikki pasti ada ada saja yang diributkan. Hingga suara mereka menggema disetiap sudut ruangan.
"Anu non, tadi Nona Shasa dan tuan muda Nikki pergi keluar setelah makan siang".Jawab art itu jujur.
" Kemana??? ".Kali ini Niko yang bertanya membuat para art saling tatap sedikit takut.
" Itu tuan Muda.Katanya nona Shasa mau ke salon ".Art itu nampak sedikit gugup akan tatapan Niko.
" Oh, yasudah bibik boleh kembali ke belakang. Nanti kalau Nikki dan Shasa udah pulang jangan lupa panggil saya ya bik!!! ".
Icha memecah kecanggungan yang ada. Apalagi para art sudah terlihat sedikit takut dan gugup melihat tatapan Niko.
" Baik Nona muda. Kalau begitu bibik permisi ke belakang dulu. Mari Tuan Nona muda".Art itu langsung melangkah pergi secepat mungkin menghindari tatapan dingin dan datar Niko. Membuat Icha menggeleng kan kepalanya. Karena suaminya itu sungguh sangat bisa membunuh nyali seseorang.
Andai saja Niko bukan suaminya atau ia tak pernah sedekat ini dengan Niko. Mungkin Icha juga merasakan apa yang orang rasakan. Jika mereka tidak akan punya keberanian untuk menatap Niko.
__ADS_1
Beruntung Icha adalah orang yang spesial dan sangat dicintai oleh Niko. Tapi kadang juga Icha merasa takut jika Niko sudah bicara tegas dan menatap nya dengan tajam. Apabila ia melakukan kesalahan dan membantah ucapan nya.
"Ayo bang!. Icha siapin air untuk abang mandi".Icha menggandeng tangan suaminya menuju arah tangga. Dan Niko pun hanya menurut karena sudah diberikan senyuman manis oleh sang istri.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Shasa mana??? ".Niko yang baru saja turun bersama sang istri hendak makan malam. Tapi yang dilihatnya hanya Nikki saja.
" Loh, Shasa belum pulang bang??? ".Nikki malah bertanya pada abangnya. Membuat Niko langsung mengerutkan keningnya. Lalu menatap Nikki dengan tatapan tajamnya.
"Bukannya kalian berdua pergi sama sama tadi siang??? ".Icha ikut angkat bicara. Karena tadi mereka tidak begitu detail bertanya pada art nya.
"Maaf, Tuan muda tadi bibik lupa bilang kalau nona Shasa pergi sendiri".Art itu langsung minta maaf sebelum melihat amukan Niko yang sangat menyayangi adik bungsunya. Karena Shasa adalah adik perempuan dan anak perempuan satu satunya di keluarga besarnya.
" Bang... "Icha menggeleng kan kepala nya saat Niko ingin menghampiri Nikki.
" Biar Nikki aja yang jemput Shasa bang!. Soalnya Nikki tahu dimana salon langganan Mommy dan Shasa".Ucap Nikki ingin beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Nikki pun merasa bersalah karena sejak tadi tidak sadar jika Shasa belum pulang. Padahal ia sudah pulang sejak maghrib tadi. Icha juga merasa bersalah karena tadi ia sempat ketiduran. Alhasil ia bangun tapi langit sudah gelap. Sedangkan suaminya tadi setelah mandi ia kembali ke ruang kerjanya. Dan belum mengecek adik adiknya sudah pulang atau belum.
"Tidak usah!!!".Niko langsung membuat Nikki menautkan kedua alisnya bingung. " Apa salon nya terletak di jalan xx??? ".Nikki menjawab dengan anggukan kepalanya saja. Karena memang benar yang di tebak oleh Niko.
Tanpa menunggu lama, Niko langsung memainkan ponselnya. Dan melangkah kearah keluar ruang makan. Karena tadi ia menghubungi Shasa tapi nomor ponsel Shasa tidak aktif.
Nikki yang mulai khawatir karena ia juga sudah mencoba menghubungi saudara kembarnya tapi sama saja. Nomor ponsel Shasa di luar jangkauan. Membuat Nikki langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan langsung menghampiri Niko yang sedang menelpon di ruangan depan.
"Bagaimana bang??? ".Tanya Nikki tidak sabaran. Karena merasa khawatir dengan Shasa. Sebab, Shasa tidak biasnya seperti ini. Ia selalu kasih kabar kalau pun pulang terlambat.
" Kita tunggu saja dulu!!!. Jika orang abang belum bisa menemukan Shasa. Maka abang akan kerahkan anak buah abang untuk menemukan adik kita".Jawab Niko sambil menatap Nikki dengan menahan sedikit amarahnya.
"Maafin Nikki bang!!!. Seharusnya Nikki tidak membiarkan Shasa pergi sendiri begini".Ucap Nikki yang memang merasa sangat bersalah.
Apalagi kalau Mommy dan Daddy nya tahu. Shasa pergi tanpa pengawasan begini. Bisa bisa semua kena imbasnya kena amukan Daddy nya.
"Apa tidak seharusnya kita cari saja sekarang bang!!!. Icha takut Shasa pecah ban atau... " Icha tidak melanjutkan kata katanya karena ia tidak mau terlalu cemas hingga ia berpikiran negatif tentang adik iparnya itu.
__ADS_1
"Shasa pasti baik baik saja sayang!!!. Kamu tenang saja ya!!. Abang tahu bagaimana Shasa".Niko menenangkan istrinya yang memang terlihat cemas. Meskipun Niko juga sebenarnya cemas dan khawatir tapi ia sudah menyuruh orang yang tepat untuk menemukan adiknya. Dan Niko tahu orang yang ia suruh adalah orang yang bisa di andalkan.
TBC