Posesif Husband

Posesif Husband
Calon Pasangan Fenomenal


__ADS_3

Satu bulan berlalu setelah semua keluarga tahu jika Icha sedang mengandung. Dan usia kandungannya saat ini pun sudah masuk di bulan ketiga. Bahkan Icha pun mengalami ngidam parah. Setiap pagi ia selalu muntah muntah. Bahkan sangat pilih pilih makanan.


Tapi Icha juga masih melanjutkan aktivitas nya. Karena ia juga sedang magang di salah satu rumah sakit. Untuk bahan bekal nya nanti setelah lulus kuliah. Niko juga sama sama disibukkan oleh pekerjaan serta jadwal kuliah nya. Tapi Niko masih bisa meluangkan waktunya untuk menjaga istrinya yang sedang ngidam.


Sedangkan Shasa dan Nikki saat ini sedang disibukkan oleh les tambahan. Karena beberapa minggu lagi akan segera mengahadapi ujian akhir sekolahnya.


Siang ini Shasa beserta si kembar L. Sedang berada di sebuah Mall terbesar di kotanya. Mereka ingin membeli perlengkapan untuk ujian Nasional. Dan beberapa buku bahan pelajaran mereka.


Namun ketika sampai di Mall ternyata Luna dan Lulu juga janjian bersama Nikki dan Daren. Dimana Shasa akhirnya hanya seorang diri. Yang niat awalnya ingin membeli perlengkapan ujian. Tapi pada akhirnya L2 malah sibuk berpacaran.


Tapi Shasa tetap fokus pada apa yang menjadi tujuannya saja. Ia nampak serius mencari sebuah buku di sebuah store khusus penjual buku buku yang ada di dalam Mall tersebut. Sedangkan yang lain saat ini malah asyik nonton bioskop dengan pasangan mereka masing masing.


Ketika Shasa akan beranjak dan membayar semua buku yang sudah ia pilih. Tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang. Membuat Shasa sempat terkejut. Dan menoleh hingga kedua mata indah itu kini bisa melihat sosok pria yang memang sangat tampan. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi karena ia adalah pria dewasa yang kesepian setiap saat.


"Hais... Anda lagi... Anda lagi... " Ucap Shasa sambil menatap tajam pria yang ada di hadapan nya saat ini.


Tanpa berniat menjawab Candra malah langsung menarik kembali tangan Shasa. Dan mengajaknya keluar dari store buku itu.

__ADS_1


"Hei... Lepas!!!. Mau bawa gue kemana??? ".Seru Shasa sambil berusaha melepaskan tangan kekar itu dari tangan nya. " Buku gue gimana dong?. Belum dibayar lagi".Gerutu Shasa sambil menoleh kearah dimana ia meletakkan keranjang berisi semua buku buku pilihannya tadi.


"Asisten ku akan mengurus semuanya. Tenang saja!. Kau tidak akan kehilangan semua buku bukumu itu".Jawab Candra santai bahkan ia tidak perduli akan tatapan penuh puja semua pengunjung wanita terutama yang single melihat kearahnya.


" Menyebalkan sekali ".Shasa terus saja menggerutu sepanjang perjalanan. Tapi Shasa juga tidak berontak kembali seperti tadi. Karena ia juga malu dilihatin banyak orang.


Shasa hanya pasrah saja saat pria gila baginya itu membawanya menuju arah basement Mall. Dan tanpa banyak bicara Candra juga sudah membuka pintu mobilnya.


" Kagak mau".Tolak Shasa mencebikkan bibirnya kesal.


"Oke, pilih masuk mobil atau mau aku telanjangin kamu disini??? ".Candra mulai mengeluarkan ancaman nya.


Candra mulai mendekat dan tangannya dengan gerakan lincah sudah mengeratkan pinggang Shasa yang ramping itu.


"Aww... " Pekik Shasa terkejut ketika Candra malah sudah menurunkan resleting celana jeans nya. "Stop!!!".Pekik Shasa mulai takut karena kedua tangannya sudah dikunci oleh satu tangan kekar Candra. " Loe bener bener gila ya. Minggir!!!".Shasa tak habis pikir akan kegilaan pria dihadapan nya saat ini.


"Bukankah tadi kamu yang suruh aku membuka semua pakaian mu?. Hm? .Kenapa sekarang malah suruh berhenti?. Masih tanggung nih, bagaimana kalau kita melakukan nya disini saja, akan aku tunjukkan bagaimana rasanya yang lebih nikmat lagi daripada malam itu".Candra berucap sambil melirik kearah dada dan juga pangkal paha milik Shasa

__ADS_1


"Iiihhh... Dasar cabul. Makanya nikah kalau udah tua!. Biar kagak mesum sama cewek dibawah umur kayak gue. Loe mau gue laporin ke polisi atas tindakan pencabulan gadis belia? ".Cerocos Shasa kesal.


Shasa sebenarnya sangat takut atas apa yang dilakukan oleh Candra. Tapi anehnya tubuhnya malah menginginkan lebih dari sekedar menurunkan resleting saja. Apalagi ketika Candra bilang ingin mengajaknya untuk tahu bagaimana rasanya merasakan yang lebih nikmat dari malam itu.


Otak Shasa benar benar dibuat traveling sendiri oleh pria dewasa itu. Bahkan Shasa tanpa sadar jika Candra sudah menaikkan kembali resleting miliknya.


"Polisi tidak akan terima laporan gadis berotak mesum seperti mu ini".Ledek Candra sembari mendorong tubuh Shasa untuk masuk kedalam mobilnya.


" Pelan pelan dong!!!. Maksa melulu sih, kasar amat jadi cowok".Rutuk Shas setelah ia sudah duduk di jok samping sopir.


"Bukankah kamu hobby dipaksa dan menyukai hal yang memaksa. Hm? ".Lagi lagi Candra memang sangat bisa membuat seorang Shasa diam. Ia hanya menggerutu saja tanpa berani mengeluarkan kata katanya lagi.


Sampai Candra masuk kedalam mobil dan juga mulai melajukan mobilnya. Membawa Shasa entah kemana. Membuat asisten Tomy hanya menggelengkan kepalanya saja. Melihat aksi sedikit gila tuannya tadi. Untung saja ia sudah menghandle semuanya. Agar pengunjung tidak parkir di basement. Kalau tidak mungkin aksi mereka tadi akan menjadi pusat tontonan orang orang.


"Memang benar benar calon pasangan yang klop".Ucap asisten Tomy sambil mengulum senyumnya.


Ya sekarang Candra sudah kembali Keperusahaan nya lagi. Bahkan Niko ternyata sudah tahu jika sang asisten nya selama ini bukanlah Miki. Karena Niko sudah curiga sejak awal bertemu. Dimana Candra nampak bingung ketika ia menceritakan kembali kenangan masa kecilnya saat di Aspol dulu.

__ADS_1


TBC


AYO GENGS UDAH SENIN NIH MINTA VOTE NYA DONG 🙏🙏🙏ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ UDAH LAMA JUGA KAGAK RAME KAYAK VERSI NYA OM RAYEN 😁😁


__ADS_2