
Warning.... Warning...!!!
Mending bacanya habis buka puasa aja deh gengs🙏🙏🙏Hati hati yang gak kuat iman, OTHOR khilaf gengs🤭Jadi silahkan skip dulu aja!!!
Pagi ini matahari terlihat cerah, mungkin menggambarkan suasana hati sepasang suami istri yang masih terbilang sebagai pengantin baru. Shasa mulai menggeliat dan merenggangkan semua otot tubuhnya. Hal pertama yang dilihat nya pagi ini adalah wajah tampan suaminya.
Dimana Candra masih setia memejamkan matanya. Bahkan sinar cahaya matahari pagi yang menyusup masuk melewati pentilasi udara. Tak membuat pria tampan yang bertelanjang dada itu terusik dari tidurnya.
Shasa pun tersenyum sembari terus menatap lekat wajah tampan Candra. Jarinya terangkat untuk menelisik dan menyentuh setiap inci kulit wajah suaminya. Mengukir nya dengan jarinya yang lentik. Lalu berhenti tepat di bibir sensual suaminya dan.
Cup...
Satu kecupan Shasa daratkan tepat di bibir Candra. Seraya melempar senyum manisnya. Setelah merasakan kecupan singkat pada benda kenyal itu.
"Kenapa kau itu begitu tampan ???".Lirih Shasa sambil menggigit bibir bawahnya sendiri karena gemas melihat wajah damai suaminya jika sedang tertidur begini.
Shasa seolah tak pernah bosan untuk menatap wajah penuh kharismatik tersebut. Membuatnya matanya enggan untuk berkedip walau sedetik saja.
Lalu dengan jahilnya tangan Shasa malah turun kebawah selimut sana. Menyentuh dan sedikit meremas bagian mentimun kebanggaan suaminya.
Bahkan sambil menggerayangi bagian timun mas itu. Shasa sambil terus terkekeh pelan. Sebab ia merasakan mentimun suaminya mulai bergerak karena merespon gerakan tangannya yang lentik dan halus itu.
Setelah puas dengan aksi jahil dan konyolnya. Shasa berniat untuk bangun lebih dulu. Agar suaminya bangun kondisi nya terlihat lebih segar. Tapi, niat tinggal lah niat saja. Shasa malah terlentang kembali di atas kasur empuk itu. Ketika tiba tiba Candra menarik tangannya dengan gerakan cepat.
__ADS_1
"Awww... ".Pekik Shasa terkejut. Tapi suaminya malah langsung menindih tubuhnya dengan kuncian kedua tangan nya.
" Kau pikir bisa pergi begitu saja, setelah kau berhasil membuat nya berdiri begini".Ucap Candra dengan suara seraknya.
"Aku tidak membangunkan nya sayang".Elak Shasa sembari mengulum senyumnya. Karena ia dapat melihat jelas wajah merah suaminya seperti sedang menahan sesuatu yang bergejolak.
Rasanya saat ini Shasa ingin sekali tertawa terbahak bahak melihat ekspresi wajah suaminya saat ini. Tapi, niat itu ia urungkan ketika suaminya lebih dulu menyambar bibir ranumnya. Dengan sesapan pelan namun pasti. Yang lama kelamaan berubah menjadi sangat menuntut dan rakus.
Bukan Shasa namanya kalau tidak ikut membalas. Shasa pun langsung mengakungkan kedua tangannya melingkar indah di leher suaminya. Menarik tekuk leher Candra agar memperdalam ciuman nya.
"Aakkhhh.... ".
Suara lenguhan indah itu mulai keluar dari mulut Shasa. Karena gerakan tangan Candra yang sudah memainkan ujung kelereng bukit sintal istrinya.
Tebak Candra lirih sambil mengulum senyumnya kemenangan. Karena istrinya merespon dengan sangat cepat.
Shasa hanya bisa tersenyum malu. Karena tebakan suaminya memang benar adanya. Benda itu sama sekali tidak punya malu. Untuk mengeluarkan cairan lembab karena gesekan magnet akan sentuhan dan pagutan bibir suaminya tadi.
"Lakukan bang!!! ".Bisik Shasa dengan suara parau nya. Karena ia sudah di ujung tanduk dan ingin segera dimasuki mentimun keras berurat milik suaminya kembali.
Inilah yang paling di sukai Candra. Ketika istrinya sendiri yang meminta sekaligus memaksa untuk segera dimasuki. Wajah Shasa begitu terlihat menggoda saat ia menahan panas membara nya hawa panas dalam dirinya.
"Aku yang di atas!!! ".
__ADS_1
Pinta Shasa ketika Candra sudah membuka pembungkus mentimun miliknya. Dan akan mulai melakukan penyatuan nya.
" Kau yang terbaik sayang".Puji Candra sembari merubah posisi nya. Dan hingga kini Shasa yang berada di atas tubuhnya.
Bukannya langsung tancap gas. Shasa malah jahil dan konyol dengan hanya menggesek gesekkan mentimun itu pada permukaan sarang lembabnya. Membuat Candra hanya meringis geli.
"Uuhhh.... ".
Desah Candra ketika mentimun pusaka andalannya dimainkan oleh sang istri. Membuat Candra langsung menahan pinggang istrinya. Dan ia tidak sabaran untuk segera masuk dan memulai goyangan kenikmatannya.
" Aaaakhhh.... ".
Lenguh Shasa ketika mentimun berurat itu kembali menyeruak masuk kedalam lembah kenikmatan nya. Membuatnya mulai kejang kejang nikmat. Dan sambil terus melontarkan lenguhan pelan.
" Oohhh... Yesss Baby! ".
" Aakhhh... ".
Keduanya terus meracau saking kenikmatan. Dalam arena pertarungan yang di pimpin oleh Shasa. Tak ada gairah yang paling indah selain melakukan penyatuan pada pasangan halal.
Hanya peluh dsn keringat yang selalu setia menjadi saksi. Untuk menyaksikan adu hasrat dalam balutan kabut gairah. Memacu adrenalin yang memang sengaja untuk di uji bersama.
Membiarkan gelembung asrama menggila dengan sendirinya. Kita bisa apa selain terus ikut menjadi pemeran dalam upaya kenikmatan surganya dunia. Bahkan sama sekali tak mengenal lelah. Saking asyiknya bergoyang.
__ADS_1
Pagi ini adalah pagi yang penuh peluh untuk keduanya. Karena permainan keduanya belum juga kelar hingga satu jam berpacu dalam melodi *******.