Posesif Husband

Posesif Husband
Aksi Bu Nila


__ADS_3

Saat keluarga Icha sedang berduka sedangkan ditempat lain. Saat ini seorang pria sedang membabi buta menghajar pria lain dengan sangat penuh amarah.


Bug... Bug... Bug...


Pria itu tersungkur dengan bersimbah darah yang keluar dari sudut bibir dan juga hidungnya.


"Agus hentikan!!!. Loe bisa membunuhnya".


" Biarin gue habisin saja sekalian tuh orang. Arggghh... "Agus mengusap wajahnya kasar. Dan ia berbalik badan meninju tembok yang ada di belakang nya. Hingga tangannya mengeluarkan darah segar dari cela cela buku buku jarinya.


" Maafin gue gus. Gue tidak tahu jika anak buah gue melakukan kesalahan ini. Tapi gue berani sumpah kalau gue tidak pernah menyuruh mereka untuk membunuh orang tua Icha".Ucap Pria itu terbata bata.


"Diam loe brengsek!!! ".Agus kembali menendang drum besar yang ada di sampingnya. Ia benar benar tersulut emosi saat mendapatkan kabar jika Icha ternyata sudah di pindahkan ke Jakarta. Dan yang paling membuat nya semakin emosi lagi saat tahu kabar mengenai kedua orang tua Icha kecelakaan akibat ulah anak buah temannya sendiri.


" Apa yang terjadi Gus??? "Tanya salah satu teman Agus bingung tentang pembahasan mereka berdua hingga berakhir babak belur begini.


" Kalian tanya aja sama si brengsek itu!!!. Dan ingat jika sampai semuanya terbongkar dan anak buahmu terkena masalah. Atau sampai berurusan dengan pihak kepolisian. Jangan pernah bawa bawa nama gue!!!. Kalau kalian berani sebut nama gue, abis loe semua!!! ".Ancam Agus yang sangat murka. Lalu ia pergi meninggalkan tempat itu dengan dada yang bergemuruh.

__ADS_1


" Haiss... Sial.... "Upat teman Agus yang tadi di hajar habis habisan oleh Agus.


Ia benar benar menyesal telah menyuruh anak buahnya untuk datang ke Malang. Dan ia juga bingung apa yang sudah di lakukan para anak buahnya itu. Sehingga mobil Ayahnya Icha bisa di sabotase begitu. Padahal ia tidak pernah memerintahkan anak buahnya untuk berbuat kriminal. Apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.


Bahkan kini ia tidak bisa menghubungi anak buahnya sama sekali. Hal itu justru membuatnya semakin prustasi saja. Belum lagi urusannya dengan Agus. Yang menambah pusing kepalanya.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Bagaimana Dad??? ".Tanya Niko menghampiri Daddy nya yang kini baru saja menerima telpon. Sedangkan Icha sudah istirahat di dalam kamar dan sempat ia temani sampai Icha memejamkan matanya.


" Sebaiknya kita bicarakan ditempat lain saja!!!. Ada yang perlu Daddy bicarakan dengan kamu".Jawab Anton sedikit berbisik.


Melihat Niko keluar bersama Anton Bu Nila nampak sedikit kepo. Dan langsung ingin ikut keluar juga. Tapi langkahnya langsung di cegah oleh suaminya.


"Mama mau kemana??? ".Tanya Paman Icha dengan tatapan tajamnya.


" Cari udara segar, kenapa sih mas?. Curigaan melulu???. "Sentak Bu Nila kesal.

__ADS_1


" Gimana gak curiga orang kamu nya terlihat mencurigakan begitu".Sahut adik sepupu Bu Widia.


Membuat Bu Nila langsung menoleh tak suka."Maksud kamu apa sri??? ".Bentak Bu Nila. " Mencurigakan apanya??? ".Sambungnya lagi sambil ingin menghampiri wanita paruh baya itu yang duduk tidak jauh dari Cinta.


" Ma... Tolong jangan buat keributan disini!. Aku baru saja kehilangan kakak ku. Suasana masih berkabuh tapi kalian malah bikin ribut ".Bentak Paman Icha mulai geram.


" Bela aja terus keluarga mu mas!!. Mas Nata itu sudah meninggal, seharusnya papa urus saja pembagian tanah warisan itu!!. Icha juga sudah menikah dia tidak akan peduli dengan tanah Ayahnya lagi".Seru Bu Nila malah langsung membahas masalah harta gono gini kakak iparnya dan juga suaminya.


"Owalah, Nila Nila... Otak kamu itu memang tidak jauh jauh dari harta. Orang tanah kuburan mas Nata dan Mbak Widia aja belum kering. Kamu malah langsung bahas masalah harta".Ucap Sri kembali sambil menggeleng kan kepalanya. Sedangakan Cinta hanya diam sambil mulai menilai pokok permasalahan nya.


"Kamu itu juga cuma sepupu mbak Widia sri. Jadi jangan ikut campur. Ini urusan keluarga suami saya dengan keluarga nya. Lagian suami saya juga berhak dengan tanah itu. Sekarang malah hanya tersisa suami saya saja setelah mas Nata meninggal".Bu Nila terlihat tidak mau kalah.


" Ma, tanah yang mana??? ".Tanya Paman Icha mulai bingung.


" Itu yang ada di jalan xxx . Bukankah kita jauh lebih berhak mas. Icha tidak akan perduli lagi dengan warisan orang tuanya. Dia sudah menikah dan akan di boyong ke Jakarta kembali oleh suaminya".Jawab Bu Nila dengan gamblang nya.


"Astaghfirullah ma, bisa tidak jangan bahas masalah yang tidak penting dulu!. Sekarang sebaiknya kita pikirkan Icha, sebagai keluarga nya yang paling dekat seharusnya mama mengibur Icha. Bukan malah meminta harta yang bukan hak kita!!! ".Tutur Paman Icha sedih. Ia baru sadar jika selama ini ia salah. Karena terlalu memanjakan istrinya dan mau menuruti apapun yang istrinya inginkan. Sehingga istrinya jadi semakin semena mena saja.

__ADS_1


TBC


__ADS_2