
Ketika melihat Tomy dan Tiara nampak saling menguatkan satu sama lainnya. Dan Tiara juga jauh lebih tenang saat bersama Tomy suaminya. Shasa memutuskan untuk pulang lebih dulu dengan suaminya.
Shasa yakin Tomy mampu membuat sahabat nya bahagia. Ia juga tidak menyesal telah menjodohkan keduanya. Meskipun disini juga suaminya yang paling banyak berkorban dan berperan dalam suksesnya hubungan Tomy dan juga Tiara.
Shasa memutuskan pulang tanpa berpamitan lagi pada sahabat nya. Karena perutnya sejak tadi sangat tidak enak. Rasa mualnya semakin menjadi ketika kini mereka sudah dalam perjalanan.
"Bang, berhenti!!!. Aku ingin muntah".Lirih Shasa yang merasa tidak tahan lagi. Apalagi kepalanya yang tiba tiba pusing.
Candra pun langsung menepikan mobilnya. Membuat Shasa langsung membuka pintu mobilnya. Dan keluar dengan sedikit buru buru.
" Hoeekkk... ".Shasa benar benar memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan saja. Candra pun ikut turun memijat tekuk leher istrinya.
" Apa sudah enakan??? ".Tanya Candra khawatir.
Shasa hanya menganggukkan kepalanya lesu. Lalu Candra pun membuka kembali pintu mobilnya. Membantu sang istri masuk dan tak lupa ia mengelap bibir istrinya menggunakan tisu.
" Sebaiknya kita ke dokter saja ya??? ".Ajak Candra yang tak tega melihat istrinya begini.
" Gak usah sayang!!!. Kita langsung pulang saja!!. Aku hanya butuh istirahat".Jawab Shasa memohon.
Candra pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Tapi ia juga tetap akan memanggil dokter untuk datang kerumah nya nanti. Ia sangat khawatir karena baru ini Shasa merasakan mual. Sejak saat dimana ia yang mengalami morning sickness.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Sampai di rumah Shasa benar benar langsung masuk ke dalam kamar dan setelah mencuci tangan kaki serta membasuh wajahnya Shasa langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.
Candra pun ikut duduk di samping istrinya. Sambil mengelus rambut panjang sang istri. "Apa masih mual sayang??? ".Tanya Candra pelan. Shasa hanya tersenyum.
" Sedikit bang".Jawab Shasa tak ingin membuat suaminya khawatir. Padahal rasa mualnya masih saja terasa, di tambah lagi kepalanya yang nyut nyutan.
"Bang, suruh pelayan membeli sabun yang baru!!. Dan singkirkan saja sabun yang lama!!. Aku mau ganti sabun mandi ".Sambung Shasa sambil memulai memejamkan matanya.
" Ganti sabun??".Tanya Candra sedikit bingung. Membuat Shasa langsung menganggukkan kepalanya tapi ia sama sekali tak membuka matanya. "Sayang, bukankah mawar itu aroma favorit kamu?? . Kenapa mesti ganti segala?? ".Candra terlihat protes karena ia begitu nyaman saat mencium wangi aroma mawar dari tubuh istrinya. Dan itu juga adalah wangi khas tubuh istrinya selama ini.
"Hm".Sahut Candra nampak tak setuju. Tapi mau protes kembali juga percuma. Ia malah akan membuat istrinya ngambek lagi. Kan jauh lebih bahaya lagi.
Belum juga Shasa sempat tertidur pulas. Pintu kamarnya di ketuk dari luar oleh pelayan.
Tok...
Tok...
Tok...
__ADS_1
"Maaf tuan Nyonya, ada dokter Ana baru datang".Seru pelayan dari arah luar. Beruntung Candra sedang tidak mengaktifkan tombol kedap suara kamarnya. Jadi mereka bisa mendengar dengan jelas suara pelayan itu.
" Abang manggil dokter Ana??? ".Tanya Shasa mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya.
. " Hanya untuk periksa kondisi kamu saja sayang".Jawab Candra menampilkan senyum terbaiknya. Membuat Shasa menghela nafasnya pelan.
"Tunggu saja disini!!!. Biar abang yang bukain pintunya!! ".
Candra langsung beranjak dari ranjang. Dan melangkah menuju pintu kamar. Setelah pintu terbuka. Shasa bisa melihat dokter wanita yang memakai setelan lengkap nya khas dokter. Kini nampak tersenyum kearahnya.
Dokter Ana adalah dokter yang selalu menjadi dokter khusus Shasa selama ia hamil. Dan dokter Ana juga termasuk dokter keluarga bagi Candra.
Shasa hanya pasrah ketika suaminya tetap kekeh menyuruh dokter wanita itu memeriksanya. Karena jika menolak itu pasti akan membuatnya sulit. Candra tipe pria tak ingin mendengar penolakan dalam bentuk apapun juga.
Makanya Shasa yang sangat paham sifat suaminya. Lebih memilih manut tapi kadang juga membangkang jika ia kesal.
Usia kandungan Shasa masih jalan sepuluh minggu. Itu artinya baru dua bulan setengah. Bahkan mereka belum bisa melihat apa jenis kelamin nya. Jadi, wajar saja jika Shasa masih mengalami mual walaupun tidak terlalu sering. Sama seperti di awal waktu suaminya sampai di rawat di rumah sakit segala. Gara gara ia ngidam.
Candra jadi semakin penasaran saja. Akan jenis kelamin anaknya nanti. Karena baru jalan tiga bulan dalam kandungan saja. Dia sudah membuat Daddy dan Mommy nya kerepotan seperti ini. Bahkan sampai menyiksa Daddy nya juga.
TBC
__ADS_1