
Saat Lana dan Raya masih menikmati makan siangnya. Tiba tiba dering ponsel Lana berbunyi. Membuat Lana terpaksa menjeda makan nya. Lalu merogoh ponsel miliknya yang ada di kantong jas nya.
"Selamat siang tuan??? ".Sapa Lana pelan ketika tahu nama Anton yang tertera di layar ponselnya.
" Siang. Wekeend besok datanglah ke Bogor, ajak juga istrimu. Karena itu permintaan istriku!!! ".Seru Anton dari seberang telpon dengan nada perintah.
" Baik tuan".Jawab Lana
"Dan satu lagi, tolong bawakan juga cake kesukaan Niko. Di tempat toko biasa karena disini Niko belum menemukan toko roti yang sesuai lidahnya!!! ".
" Baik tuan".Lagi lagi Lana hanya menurut.
Lana meletakkan ponselnya di samping meja setelah telpon dari Anton terputus. Tapi yang membuat Lana mengulum senyumnya. Saat melihat Raya seakan tidak perduli dengan dirinya. Karena bumil itu masih sibuk melahab semua menu yang ada.
"Mau tambah lagi??? ".Tawar Lana saat melihat Nasi di piring Raya sudah mau habis.
Anggukan kepala Raya membuat Lana tak bisa menahan senyumnya lagi. Dan senyum Lana membuat Raya terpesona karena pria yang sudah menikahinya itu memiliki senyum yang sangat manis. Dibalik wajah dingin dan kakunya ternyata Lana juga bisa semanis itu.
Tapi Raya pura pura tidak melihat nya. Agar tidak ketahuan oleh Lana. Sayangnya Lana sudah lebih dulu sadar jika ia barusan tersenyum di depan Raya. Wanita yang sudah ia nikahi satu bulan yang lalu. Dan wanita yang saat ini mengandung baby nya. Darah dagingnya sendiri.
"Lana.. " Bariton suara seorang laki laki yang sangat Lana kenal. Membuat pria itu langsung menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
Begitupun dengan Raya. Ia yang masih mengunyah pun ikut menoleh kearah samping tempat duduknya. Dimana seorang pria laki laki paruh baya sedang menggandeng seorang wanita yang usianya jauh lebih muda dari pria paruh baya itu.
Mungkin usia wanita itu sedikit lebih muda dari pria itu. Hal itu membuat Lana sedikit mencelos.
"Siapa Pa??? ".Tanya Wanita yang di gandeng oleh pria itu.
"Oh, mantan tunangan Tia sayang".Sahut pria itu.
Lana pun berdiri dari duduknya lalu ikut menyapa pria itu. Sedangkan Raya hanya tersenyum ramah pada mereka. Karena saat Raya ingin bangkit dari duduknya, Lana malah melarangnya untuk berdiri.
" Siapa dia Lana??? ".Tanya Pak Tino papa nya Tia sambil menatap kearah Raya.
" Istri ku om".Jawab Lana jujur dan tegas. Pak Tino pun langsung terkejut mendengar jawaban Lana. Sampai ia kembali menatap kearah Raya yang kini masih duduk di kursi nya.
" Seperti yang om dengar jika aku sudah menikah dengan Raya setelah pertunangan ku dengan Tia batal".Sahut Lana sedikit menyindir.
"Semuanya di luar kendali om Lana. Dan Om juga sudah memberikan hukuman untuk Tia. Sekarang dia bahkan sudah sangat mencoreng nama keluarga kami".Ucap Pak Tino sedikit emosi.
" Mungkin ini yang terbaik om. Dan saya harap Om lebih memperhatikan Tia lagi. Kasian dia jika harus menanggung semuanya sendiri!!! ".Saran Lana yang sudah tahu keadaan tia saat ini.
" Sudahlah nak Lana. Tia pantas menerima hukuman nya. Karena sudah membuat malu keluarga nya sendiri. Bahkan dia juga menyia nyiakan pria setampan kamu. Iya kan pa??? ".Sahut Wanita yang ada di samping Pak Tino.
__ADS_1
Ya wanita itu adalah ibu tiri Tia. Istri muda papa nya Tia. Pak Tino baru menikahinya enam bulan yang lalu. Bahkan saat ini Tia belum tahu jika mama nya koma di rumah sakit. Dan Papa nya sudah menikahi Sahabat mamanya sendiri.
Lana bisa melihat betapa berbisanya mulut dan lidah istri kedua pak Tino itu. Dari cara bicara dan caranya menatap Lana saja sudah bisa ditebak jika wanita itu pasti hanya harta pak Tino saja.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di Aspol saat ini Cinta sedang mengadakan acara makan makan bersama dengan para ibu ibu aspol. Dan ibu Erna juga tak mau ketinggalan jika makan gratis seperti sekarang ini.
Sebenarnya ini acara tujuh bulanan Twins. Tapi Cinta hanya ingin mengadakan makan makan bersama saja. Termasuk seluruh anggota yang ada di Polsek juga ikut bergabung.
"Wah, pasti bu Cinta habis banyak uang nih untuk acara ini".Ucap Bu Erna sambil tersenyum. Entah senyum yang tulus apa senyum modus saja. Hanya bu Erna yang tahu.
" Ah, tidak juga bu Erna. Kan ini juga sudah di rencakan sebelum nya jadi kami sudah ada tabungan sedikit. Nggak usah mewah yang penting rata".Jawab Cinta sambil tetap tersenyum.
Disana juga ada bik Emi yang menemani Niko main. Sedangkan bik Imah juga ikut bergabung dengan ibu ibu yang lain. Mereka saat ini sedang menyiapkan semua menu yang sudah di masak sejak tadi pagi.
Bahkan Anton dan Cinta sengaja membeli dua kambing dari warga sekitar untuk menu istimewa nya. Kedua kambing tersebut juga di sembelih di Aspol oleh para Anggota Anton.
Seperti nya hari ini di Aspol polsek akan makan besar. Bu erna yang orangnya tidak mau rugi dan tidak punya malu pun. Sudah menyisihkan semua lauk untuk dibawa pulang olehnya. Hal itu membuat ibu ibu yang lain hanya menggeleng kan kepala mereka sambil meledek dan mencibir ibu erna. Tapi Bu erna masih saja bersikap santai dengan tidak punya malunya sama sekali.
"Bu nanti kalau masih kurang, Selesai acara boleh kok sisanya dibawa pulang lagi!!! ".Ledek salah satu ibu bhayangkari itu. Membuat yang lain langsung terkekeh.
__ADS_1
TBC