
Setelah beberapa menit kini tibalah mereka dirumah sakit terdekat dari kampus cinta. Karena tidak akan sempat jika harus membawa cinta kerumah sakit tempat cinta biasa kontrol. Ini hanya klinik kecil yang letaknya hanya sepuluh menit dari kampus cinta tadi.
Daddy cinta nampak buru buru turun dari mobil. Dan langsung memanggil suster serta dokter untuk membantu membawa putrinya masuk kedalam. Para suster juga sudah mendorong brakar khusus tandu agar memudahkan membawa tubuh cinta.
"Cepat tolong anak saya mau melahirkan!!! ".Teriak Hendrawan tidak sabaran. Melihat cinta meringis kesakitan begitu membuat Hendrawan tidak tega dan sedih.
Anton pun tak kalah paniknya. Ia sampai tak membiarkan suster membawa istrinya dengan menggunakan tandu. Dengan gerakan cepat Anton menggendong tubuh istrinya. Sampai di dalam ruangan bersalin yang sudah ada dokter dan tiga orang suster.
" By.... Sakit... "Rintih Cinta sambil menitikkan air matanya.
" Iya sayang, sabar ya!!!. Kamu pasti bisa!!! ".Berulang kali Anton mengecup kening dan bibir istrinya membuat dokter dan suster yang melihat adegan itu nampak mengulum senyum mereka.
Bahkan Anton tidak perduli lagi dengan penampilannya saat ini. Yang sudah kusut bahkan kancing kemeja batik yang ia pakai sudah ada yang terlepas akibat tarikan dari tangan cinta. Dan lengannya pun sudah banyak bekas cakaran kuku istrinya. Karena selama dalam perjalanan tadi cinta terus merintih dan meringis kesakitan.
"Anak pertama ya pak???? ".Tanya dokter wanita itu sambil tersenyum ramah. Anton hanya mengangguk kan kepalanya saja.
Dokter itu kembali tersenyum. " Ini sudah hampir bukaan sembilan. Sepertinya debay nya sering di besuk oleh Ayahnya nih".Seloroh Dokter wanita sedikit meledek. Karena jalan lahirnya begitu mudah terbuka padahal hanya selang beberapa menit.
"Rutin dok".Jawab Cinta yang masih saja sempat angkat bicara dalam kondisi seperti ini.
__ADS_1
" Sayang.... "Ucap Anton sambil menatap istrinya. Bahkan Anton sudah kikuk didepan dokter dan para suster.
Kedua orang tua cinta nampak harap harap cemas berada di luar ruangan. Mereka berdoa dan berharap jika anak dan cucunya sehat dan selamat.
Tak berselang lama oma vero pun datang. Karena tadi ia naik mobil berbeda dengan mereka. Dan di antar oleh sopir ke klinik itu.
"Bagaimana keadaan cucuku sekarang???? ".Oma Vera langsung bertanya pada anak dan juga menantunya.
" Masih ditangani dokter mi".Sahut Yuna sambil melirik kearah pintu ruangan bersalin cinta.
"Apa kalian berdua masih tega mengambil cicit ku setelah lahir nanti, hah???? ".Sentak vero pada orang tua cinta. Terutama putranya sendiri tuan Hendrawan sudah ditatap tajam oleh oma vero.
" Awas saja sampai kalian mengambil paksa cicit ku dan memisahkan dari kedua orang tuanya. Kalian akan berhadapan langsung dengan mami".Sentak Oma vero lagi sambil mendaratkan bokongnya di kursi tunggu.
Hendrawan hanya diam tak berniat menggubris ucapan maminya. Karena sejak melihat bagaimana keadaan cinta tadi saat dalam perjalanan menuju klinik ini. Bahkan Hendrawan melihat bagaimana juga khawatir anak mantunya itu terhadap istrinya. Membuat Hendrawan jadi berpikir dua kali untuk mengambil cucunya dan dibawa ke Korea.
🌿🌿🌿🌿🌿
Didalam ruangan bersalin itu juga tak kalah hebohnya dari diluar ruangan. Saat di luar perdebatan antara oma dan Daddy nya. Di dalam ruangan ini adalah suara teriakan Anton yang tak bisa lagi menahan diri dan suaranya saat rambutnya dijambak oleh istrinya. Sampai rambut Anton rontok, atau mungkin bisa tercabut bersama dengan kulit kepalanya.
__ADS_1
Belum lagi bahunya yang digigit oleh cinta dengan tidak berperasaan sama sekali. Team medis sampai menggelengkan kepala saja akan aksi konyol dari pasangan suami istri ini.
Sekarang penampilan Anton sudah sangat amburadul. Acak acakan tak ada sedikit pun yang rapi lagi. Beruntung saja wajahnya sangat tampan jadi tidak mengurangi pesonanya.
Oekkk.... oeekkk...
Tangis suara bayi pecah terdengar sampai keluar ruangan. Membuat Anton dan juga keluarga cinta mengembangkan senyum leganya.
"Selamat pam, ibu... Baby nya laki laki. Sangat tampan lagi".Seru sang dokter.
" Sayang... Anak kita baby boy".Seru Anton yang langsung mengecupi seluruh wajah istrinya. "Terimakasih sayang".Ucapnya tulus. Cinta hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.
Setelah baby nya dibersihkan dan sudah dipotong pusarnya. Suster itu langsung memberikan baby nya pada Anton untuk di azankan terlebih dahulu.
Dengan gaya yang masih sangat kaku menggendong bayi yang masih merah dan mungil itu. Anton pun langsung mengumandangkan azan tepat ditelinga bayinya.
Sembari cinta masih dibersihkan. Dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat.
TBC
__ADS_1