
"Hoammmm.... ".
Shasa mulai menggeliat ketika jam sudah menunjukkan pukul 21.00 wib. Perutnya yang tiba tiba lapar sudah mulai miskol minta di isi.
Tapi ketika ia membuka matanya dan kesadaran nya pun sudah maksimal. Shasa malah nampak bingung. Karena saat ini ia bukan berada di dalam kamarnya. Melainkan didalam sebuah kamar yang berbeda.
Ia pun melihat tubuhnya yang sudah memakai pakaian lengkap dan sudah nampak modis.Shasa yang bingung dan penasaran ia berada dimana.Dia langsung bangkit dari ranjang nya. Lalu melihat kearah keluar dimana gorden jendela yang sedikit terbuka.
Mata Shasa melotot sempurna. Ketika ia tahu jika saat ini ia sedang berada di dalam sebuah pesawat. Lebih tepatnya jet pribadi.
"What??? ".Pekik Shasa terkejut karena ia benar benar tidak sadar. Dan sejak kapan ia berada di sini.
Seingat Shasa tadi setelah ia bertempur habis dengan suaminya. Candra pun mengajaknya untuk mandi bersama. Dan di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Mereka juga kembali mengulang kegiatan panas itu.
Hingga tubuhnya benar benar lelah. Dan setelah selesai mandi, Shasa pun langsung tertidur dengan masih memakai handuk kimono nya.
Dan sekarang ketika ia terbangun. Ia lebih di kejutkan lagi, Karena sudah berada di dalam pesawat.
"Kau sudah bangun sayang??? ".Bariton suara Candra membuat Shasa langsung menoleh kearah pintu.
__ADS_1
" Abang... Kenapa kita tiba tiba ada di dalam pesawat?".Tanya Shasa masih dengan mode bingungnya.
"Bukankah kau butuh liburan?. Dan saat ini suamimu ini sedang mewujudkan permintaan istrinya. Seharusnya kau berterima kasih pada suamimu ini sayang!!! ".
Candra menjawab dengan nada santainya. Membuat Shasa mengerucutkan bibirnya. Karena suaminya itu selalu saja punya ide gila. Yang tak pernah ia duga duga sebelumnya.
" Terus siapa yang memakai kan aku baju seperti ini??? ".
Shasa masih nampak seperti bingung. Karena penampilan nya saat ini begitu modis. Bahkan sangat sesuai dengan lekuk tubuhnya. Warna pakaian yang begitu ia sukai . Nampak begitu anggun dan semakin sempurna melekat di tubuh indahnya.
" Tentu saja aku sayang. Memangnya aku harus menyuruh orang lain untuk memakai kan baju istriku. Bahkan aku akan memotong tangan dan mencongkel biji mata orang itu. Jika mereka berani menyentuh dan melihat sedikit pun seluruh tubuh istriku ini".
Shasa berjalan mendekati suaminya yang selalu memasang wajah datar nya. Berdiri di depan pintu kamar yang ada di dalam jet pribadi itu. Shasa juga ingin tahu kemana suaminya itu akan membawanya pergi liburan dengan dadakan begini.
"Sayang... Sebenarnya kita ini mau pergi kemana??? ".Tanya Shasa dengan suara pelan dan manjanya. Ia juga sembari melingkar kan kedua tangan nya ke leher suaminya. Mengecup bibir suaminya sekilas.
Candra pun hanya diam sambil memejamkan matanya. Ketika bibir ranum itu menempel pada bibir nya. Merasakan sejenak aroma cerry yang selalu terasa di bibir ranum istrinya itu. Padahal Shasa sama sekali belum memakai lipstiknya.
Wangi tubuh istrinya selalu membuatnya mabuk kepayang. Berdesir aliran darah nya, ketika berhadapan dengan jarak sedekat ini dengan istrinya. Rasanya Candra ingin sekali menerkam Shasa saat ini juga. Tapi karena sebentar lagi jet pribadi nya akan segera mendarat. Maka Candra pun memgurungkan niatnya. Untuk melahab habis istrinya.
__ADS_1
"Sebentar lagi kita akan sampai sayang. Jadi, tolong jangan pancing dia untuk kembali bangun! ".Lirih Candra dengan melirik area terlarang nya.
Shasa pun hanya terkekeh geli. Ia tahu suaminya yang mesum akut itu. Mana bisa tahan akan godaan nya.
" Ternyata mantan sang Cassanova memang benar benar cabul ya".Ledek Shasa sambil tertawa terbahak-bahak. Ia begitu senang menggoda suaminya ketika ia mengetahui masa lalu suaminya itu. Yang sangat suka bermain wanita.
Namun, Shasa sama sekali tidak pernah mempermasalahkan masa lalu suaminya. Ia justru mendapatkan bahan ledekan setiap kali suaminya itu mulai mesum.
"Kau meledek ku lagi sayang".Candra mulai maju dan mendekap erat pinggang ramping istrinya.
" Mungkin itu akan jadi hiburan ku setiap harinya".Sahut Shasa kembali terkekeh.
Candra pun langsung memberikan kecupan pada bibir. Dan kemudian turun ke leher istrinya. Bahkan pria itu sudah kembali melukis di leher jenjang sang istri. Membuat Shasa terus berontak karena geli.
Hingga suara Tomy membuat mereka menghentikan candaannya. Dan mulai bersiap siap untuk segera mendarat. Candra pun dengan sigap langsung menarik mantel yang ada di samping pintu kamar itu. Membalutkannya pada tubuh sang istri.
"Kita ada dimana sayang??? ".Tanya Shasa lagi sembari mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.
" Begitu turun kau akan tahu jawaban nya sayang".
__ADS_1