Posesif Husband

Posesif Husband
Keterkejutan Icha


__ADS_3

"Welcome di rumah besar keluarga kita sayang".Seru Cinta sambil menggandeng tangan Icha calon menantu nya.


Setelah menempuh perjalanan lewat jalur udara kini tibalah Icha di kediaman keluarga Erlangga. Icha nampak tersenyum canggung dan sedikit terkagum kagum. Saat mulai masuk perkarangan rumah mewah milik keluarga Erlangga. Matanya langsung di suguhkan akan bangunan dan interior sangat megah.


Bahkan luas rumah kedua orang tuanya di Malang mungkin hanya sebesar ruang tamu rumah ini saja. "Mom, apa tidak seharusnya Icha cari kosan saja? ".Tanya Icha pelan. Membuat Cinta mengerutkan keningnya bingung.


" Sayang, kenapa?. Apa kamu tidak suka tinggal di rumah Mommy? ".


" Bukan Mom... Bukan begitu maksud Icha. Tapi Icha rasa Icha tidak pantas tinggal bersama keluarga bang Niko. Kan Icha baru bertunangan belum menikah".Jawab Icha merasa kurang etis untuk tinggal bersama keluarga besar tunangan nya. Apalagi saat ia melihat keadaan rumah kedua orang tua Niko yang sangat wah dan mewah itu. Sedangkan dirinya biasa hidup sederhana dan jauh dari kata mewah.


"Sayang... Jangan berpikir seperti itu!. Dan jangan dengarkan kata orang lain juga nantinya!. Ini juga akan jadi rumah kamu, Setelah kalian menikah, Lagian Niko juga tidak akan tinggal di rumah ini sebab dia kan masih harus kembali ke Amerika sayang. Mommy sangat senang sekali jika kamu bersedia tinggal disini. ".Cinta nampak tersenyum manis pada calon menantu nya itu. " Bukankah dirumah ini juga ada Shasa sayang. Jadi kamu ada temannya selain Mommy".Sambung Cinta lagi.


"Iya Mbak, Shasa juga senang kalau mbak tinggal sama kita dirumah ini".Shasa juga ikut nimbrung.


" Betul Mbak, Nikki juga senang kok. Jadi rumah ini bisa makin rame. Mommy juga gak uring uringan melulu kalau Shasa dan Nikki pergi nongkrong sama temen temen di luar".Sekarang giliran Nikki yang angkat bicara.

__ADS_1


Niko dan Anton nampak mengulum senyumnya mendengar ungkapan kalimat Shasa dan Nikki. Yang membuat mereka berdua bisa lega karena sikembar mau menerima Icha dirumah ini dengan baik.


"Ayo, lebih baik kita masuk saja dulu!. Icha juga mungkin perlu istirahat".Ajak Anton sambil menganggukan kepala nya pada sang istri.


Sedangkan Raka dan juga Lana beserta para istrinya. Saat ini juga sudah sampai dirumah masing masing. Karena setelah sampai Jakarta dan turun dari pesawat. Mereka sudah di jemput oleh sopir masing masing. Dan langsung pulang kerumahnya masing masing juga.


🌿🌿🌿🌿🌿


Icha meletakkan tas bahunya di atas kasur empuk berukuran king size. Karena saat ini ia sudah berada di dalam kamarnya. Kamar yang sudah di siapkan oleh Cinta khusus untuk calon menantunya.


" Yaa Allah semoga aku tidak mengecewakan semua orang. Dan semoga aku bisa menjaga kepercayaan semua keluarga terutama bang Niko".


Icha terus berguman sambil menanamkan keyakinan dirinya agar ia bisa membuat semua orang bangga padanya. Meskipun ia tumbuh dari keluarga sederhana. Tapi ia bisa dan layak bersanding dengan keluarga besar Niko. Yang memang tergolong kolongmerat dan keluarga terpandang.


Bukan Icha tidak bersyukur atas apa yang ia miliki selama ini. Hanya saja ia belum terbiasa hidup di lingkungan penuh kemewahan dan sangat berbeda dengan kehidupan dirinya sebelum nya.

__ADS_1


Icha bangkit dari bibir ranjang tempatnya mendaratkan bokongnya tadi. Lalu berjalan kearah ruangan walk in closet untuk menata semua barang barangnya di sana. Tapi ia kembali di kejutkan saat ia membuka pintu lemari. Ia malah disuguhkan oleh banyak pakaian wanita.


Icha mengerutkan keningnya bingung. Tapi saat Icha ingin mengambil satu pakaian. Gerakan tangannya terhenti oleh bariton suara dari arah pintu ruangan itu.


"Pakaian itu semuanya milikmu".Ucap Niko dengan tatapan datarnya. Sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Bahkan salah satu kakinya ikut menyilang berdiri di depan pintu ruangan walk in closet. Sembari menatap kearah Icha.


" Milikku??? ".Ulang Icha membelo.


" Hm, Dan tak hanya itu saja. Kau lihat lemari yang ada di sebelah sana! ".Tunjuk Niko kearah sebuah lemari kaca besar yang di penuhi oleh berbagai model tas dengan brand ternama.


Icha pun ikut menoleh dan melihat arah tatapan Niko. Lalu ia menganggukkan kepalanya pelan.


" Semua tas itu pun milik kamu. Bahkan asesoris itu juga. Semua yang ada di dalam kamar ini adalah barang barang kamu sayang ".Seru Niko santai.


" Hah... "Icha nampak semakin terkejut akan ucapan Niko barusan. Ia tidak pernah berpikir jika semua barang barang mewah dan mahal yang selama ini hanya bisa ia lihat lewat media sosial. Sekarang malah sudah ada di depan matanya bahkan bisa ia sentuh.

__ADS_1


__ADS_2