Posesif Husband

Posesif Husband
Ceroboh


__ADS_3

Benar saja, pria itu bukannya berhenti ia malah kembali mendorong tongkat baseball itu. Mungkin sudah hampir setengahnya masuk kedalam sana. Membuat si wanita semakin sesak dan ingin mati saja saat ini.


Rasa perih yang tadi belum sembuh karena banyaknya pusaka yang masuk kedalam miliknya. Kini malah ditambah lagi dengan kerasnya tongkat baseball. Yang masuk dengan cara dipaksa begitu saja.


Jeritan dan teriakan serta wajah sendunya. Tak akan mampu membuat iblis berwajah tampan itu berubah pikiran. Ia malah semakin senang melihat tawanan nya sengsara.


Hingga dering ponsel milik pria itu berbunyi. Membuat pria itu merogoh ponselnya untuk melihat siapa yang menelpon nya sejak tadi. Sedangkan wanita yang ada dihadapan nya saat ini. Merasa sedikit lega karena tongkat baseball itu pun ikut lepas dari miliknya.


"Tommy... ".


" Iya tuan".


"Selesai kan dengan rapi!!. Dan urus sisanya!!".Perintah pria itu sebelum melangkah pergi meninggalkan ruangan remang remang dan bau amis itu.


" Baik tuan".


Sang Asisten pun sudah sangat paham apa yang mesti ia lakukan. Dan ia pun langsung memberi kode pada anak buahnya.Untuk segera menyelesaikan sesuai dengan perintah bosnya tadi.


Kelang beberapa menit teriakan dari dalam ruangan itu pun nampak memilukan. Karena anggota khusunya sudah melakukan tugasnya. Darah segar mengalir begitu saja. Membasahi lantai yang memang sudah lembab itu. Suasana sudah sunyi kembali setelah tadi suara lunglungan menyayat hati bagi orang yang belum pernah mendengarnya.


Hanya ada suara pisau dan juga dentikan alat yang sudah di steril kan saja yang terdengar di telinga. Bahkan disana sudah ada box yang telah disiapkan khusus untuk tempat masing masing organ tubuh manusia yang layak untuk dijual.

__ADS_1


"Kirim sesuai jam keluarnya!!!. Dan pastikan situasinya aman!!! ".


" Baik tuan asisten ".


Asisten yang bernama Tomy itu pun nampak lega. Setelah melihat hasil kerja anak buahnya. Yang memang adalah seorang dokter khusus. Bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sedangakan untuk bagian pengiriman dan lain lainnya. Itu sudah ada anggotanya yang khusus.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Kenapa menelepon ku?. Apa kau sudah mulai merindukan ku?. Hm? ".


Shasa langsung menatap jengah pada pria yang saat ini ia telpon. Kalau bukan karena permintaan Mommy nya. Mungkin Shasa memilih untuk tidak menghubungi Candra duluan.


" Besok siang Mommy dan Daddy mengundang abang untuk makan siang dirumah. Apa abang bisa?? ".Shasa langsung pada intinya saja. Karena melihat wajah Candra lama lama. Membuat jiwa halunya makin meradang sampai ke ubun ubun.


" Akan aku usahan!".Jawab Candra datar.


Padahal di dalam hatinya ia nampak tersenyum senang. Apalagi ini memang perintah dari Mommy Cinta. Hal itu membuat Candra semakin percaya diri saja untuk mengobrol serius dengan kedua orang tua Shasa.


"Lampu hijau sudah di depan mata".Guman Candra sambil tersenyum licik.


" Abang bilang apa barusan??? ".Tanya Shasa dari seberang sana. Karena mereka saat ini melakukan panggilan video. Padahal tadi Shasa hanya menelpon biasa saja. Tapi Candra langsung mengubahnya menjadi panggilan video setelah ia masuk kedalam ruangan kerjanya yang ada di dalam markasnya tersebut.

__ADS_1


" Tidak ada. Aku tidak mengatakan apapun ".Elak Candra santai.


Pandangan Candra tidak luput dari tubuh Shasa saat ini. Sejak tadi ia menatap Shasa dengan tatapan berbeda nya. Tapi Shasa malah masih belum sadar. Jika saat ini ia memakai piyama tidur yang sedikit seksi. Hingga belahan dadanya terbuka. Bahkan piyama tidur Shasa itu berbentuk dress seperti daster modern. Yang nampak begitu pas di tubuhnya.


"Dasar ceroboh".Lirih Candra tersenyum mesum.


Seketika Shasa langsung sadar dan terpekik sendiri. Kala ia baru paham akan penampilan nya malam ini. Dan Shasa pun langsung menutup video callnya. Ia merutuki kebodohannya sendiri.


Sedangakan Candra tertawa puas. Karena lagi lagi ia bisa melihat indahnya tubuh gadis remaja itu. Meskipun ia masih SMA. Tapi body Shasa sangatlah sempurna. Body goals yang pas, bukit sintal yang bulat berisi. Bokong yang bohay. Serta pahatan wajah yang imut dan sangat menggemaskan. Tinggi tubuh yang bak modeling papan atas.


Selera Candra memang tidak bisa diragukan lagi. Siapa yang tahu jika Shasa memakai baju santainya. Maka semua orang tidak akan mengira jika ia adalah anak SMA.


"Tuan, semua nya sudah siap".Asisten Tomy pun memberitahu bosnya.


" Hm, bagus. Sekarang jalankan rencana selanjutnya!!! ".Perintah nya lagi sambil berdiri dari kursi kerjanya.


" Baik tuan".


Candra terus mengulum senyum sambil melangkah pergi meninggalkan ruangan kerjanya. Ia terus memikirkan reaksi wajah polos Shasa tadi. Tapi gadis itu akan bertingkah konyol saat dihadapanya.


Ya sepulang dari mengantarkan Shasa. Candra langsung pergi ke markasnya. Karena ia sudah tidak sabar untuk sedikit bermain dengan seorang penghianat dan juga seorang yang telah berani menyentuh wanitanya.

__ADS_1


Dan disinilah Candra sekarang. Di sebuah markas besarnya. Yang telah lama ia bangun dan juga ladang penghasilan nya juga. Markas itu dulu juga menjadi rumah baginya saat ia kehilangan semua yang ia miliki. Baik cinta harta dan juga keluarga nya.


TBC


__ADS_2