Posesif Husband

Posesif Husband
Kejahilan Calon Istri Candra


__ADS_3

"Bang... Abang... " Shasa mulai memasang wajah imut nya. Setelah sejak tadi ia cemberut sepanjang perjalanan menuju Villa. Akan tetapi ditengah perjalanan Shasa malah bersikap sangat manis. Membuat Candra sedikit curiga.


"Mau sarapan itu aja!!! ".Tunjuk Shasa pada kedai yang menjual banyak cemilan khas daerah sana dengan menegakkan warung tenda kecil di pinggir jalan.


Disana juga masih banyak para pekerja pemetik teh sedang sarapan juga. Entah apa yang Shasa lihat sehingga ia ingin sarapan ditempat itu. Tapi Candra menatap kedai itu dengan datar.


"Tidak.Lebih baik kita sarapan di Villa saja!! ".Jawab Candra cepat. Ia tidak bisa membayangkan jika ia harus duduk di sana. Dan makan di pinggir jalan seperti itu.


Sebab, Candra tidak bisa makan sembarangan. Ia sangat teliti dan selalu makan makanan yang dimasak oleh koki khusus. Sedangkan saat diluar Candra memilih restoran yang higenis. Dan terjaga kebersihannya.


Bukannya menurut Shasa malah langsung melangkah pergi. Mendekati kedai yang ada di pinggir jalan itu. Ia bahkan melewati Candra begitu saja.


"Hais... Dasar keras kepala".Upat Candra lalu ia pun ikut menyusul gadisnya itu.


Membuat Asisten Tomy. Hanya bisa mengulum senyumnya saja. " Anda mendapat lawan yang seimbang tuan".Guman Asisten Tomy sembari ikut melangkah di belakang Tuan nya.


Kedatangan Shasa membuat pemilik kedai sedikit terkejut. Begitupun dengan para pekerja pemetik teh disana. Mereka tidak pernah melihat Shasa sebelum nya. Apalagi penampilan Shasa saat ini terlihat sangat berbeda. Meskipun Shasa hanya memakai sport set yang senada dengan hodie yang dipakai oleh Candra.


"Aduh neng gelis pisan ".Puji semua pekerja itu sambil terus memperhatikan Shasa dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.


Banyak lontaran pujian yang membuat Candra menatap tajam pada para pekerja itu. Ia terlihat tidak terima jika gadisnya di tatap sedemikian rupa oleh pria lain. Tapi Shasa nampak cuek saja sambil memesan menu yang membuat air liurnya ingin menetes.


" Neng, baru ya disini???. Atau sengaja liburan saja?? ".Tanya pemilik kedai sambil mengambilkan menu pesanan Shasa.

__ADS_1


" Cuma liburan saja bu. Saya yang ada di Villa itu".Tunjuk Shasa pada Villa mewah milik keluarga nya yang tidak jauh lagi tempat kedai itu.


"Aduh gusti, neng siapanya tuan Anton???. Itu Villa milik tuan Anton dan Nyonya Cinta kan? ".Sahut ibu pemilik kedai.


" Ibu kenal dengan Daddy dan Mommy saya??? ".Kini giliran Shasa yang bertanya.


" Yaa Allah neng, siapa yang tidak kenal mereka. Jadi neng anaknya tuan Anton dan Nyonya Cinta ya?. Pantesan gelis pisan. Sama kayak bibitnya".Puji Ibu pemilik kedai lagi.


"Saha neng??? ".Ibu pemilik kedai mulai kepo ketika Candra ikut berdiri di samping Shasa.


" Suaminya ".Baru saja Shasa akan membuka mulutnya untuk menjawab. Tapi sudah di dahulu oleh Candra. Bahakan pria itu nampak begitu ketus menjawabnya. Membuat Shasa menyikut perut Candra.


" Maaf Bu, dia memang darting ".Ucap Shasa sambil tersenyum merasa tidak enak dengan pemilik kedai. Akan sikap Candra yang terkesan tidak sopan.


Candra nampak sedikit menarik sudut bibirnya. Akan penuturan ibu itu. Dan membuat Shasa melirik jengah pada pria dewasa yang selalu saja membuatnya kesal, dan juga rindu.


Shasa menarik tangan Candra untuk duduk di kursi panjang yang telah disiapkan. Karena tempat duduk sekarang sudah longgar. Sebab para pekerja sudah selesai dengan sarapan mereka.


Candra nampak menatap datar pada menu yang dipesan Shasa. Salah satunya adalah mangkuk seblak dengan kuah merah yang sangat menggoda Shasa sejak tadi. Tapi tidak dengan Candra, pria itu malah menautkan keningnya. Melihat jenis makanan yang dipesan oleh gadisnya itu.


"Kenapa???. Mau cobain??? ".Tanya Shasa sambil tersenyum. Tapi Candra langsung menggeleng kan kepalanya cepat. Karena dia tidak suka makanan pedas.


Dan dari aroma yang ia cium. Jika makanan yang dipesan Shasa saat ini pasti sangat pedas sekali. Tak lama juga ibu pemilik kedai pun membawa satu piring lagi menu.

__ADS_1


" Yakin bisa makan semuanya??? ".Tanya Candra saat melihat satu piring penuh mie goreng yang di penuhi banyak toping. " Percuma saja joging, kalau makan nya yang beginian".Guman Candra sambil meminum air mineral yang tadi Shasa bawa dari Villa.


"Siapa bilang itu untuk ku?. Aku memesan nya untuk abang".Jawab Shasa santai.


" Nona, tuan tidak pernah makan mie instan ".Seru Tomy memberitahu.


" Really??? ".Shasa nampak sedikit terkejut. Tapi sedetik kemudian ia tersenyum penuh arti. Asisten Tomy pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Yah, sayang sekali. Mubazir dong".Lirih Shasa pelan terlihat sendu.


"Asisten Tomy bisa memakan nya! ".Jawab Candra sambil melirik kearah Tomy. Yang saat ini melotot sempurna. Karena ia juga tidak pernah menyentuh mie instan.


Mereka hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dan higenis. Mereka sangat menghindari makanan yang serba instan. Agar kesehatan nya lebih terjaga.


" Yasudah biar aku saja yang makan semuanya. Sayang kalo di anggurin".Shasa pun mulai pindah haluan. Yang tadinya fokus pada mangkuk seblaknya. Sekarang ia mulai menyendok mie nyemek dengan berbagai toping yang terlihat sangat menggugah selera.


"Tidak usah di mak...


" Emmmprrttt..."Tomy langsung menutup mulutnya rapat rapat karena ia hampir saja kelepasan tertawa. Saat melihat satu sendok mie nyemek masuk kedalam mulut tuanya tanpa permisi.


Siapa lagi pelakunya kalau bukan Shasa. Membuat Candra tidak bisa melanjutkan ucapan nya lagi.


"Gimana??. Enak gak? ".Tanya Shasa sambil tersenyum manis. Dan dengan sangat terpaksa Candra pun mengunyah makanan itu. Dengan tatapan yang sangat tajam kearah Shasa. Tapi yang ditatap hanya nyengir kuda saja.

__ADS_1


" Habislah anda sesudah ini Nona".Batin Tomy dalam hati.


__ADS_2