Posesif Husband

Posesif Husband
Twins Bidadari


__ADS_3

Dua Bulan Kemudian...


Di sebuah rumah sakit besar di kota metropolitan tersebut. Tampak begitu penuh kebahagiaan, Dimana salah satu wanita bar bar dan yang kini sudah menjadi seorang ibu. Siapa lagi kalau bukan Shasa. Baru beberapa jam yang lalu ia telah melahirkan dua baby sekaligus yang ternyata berjenis kelamin perempuan.


Sekarang kedua baby itu sedang jadi rebutan semua orang. Tak terkecuali Oma serta Eyangnya.Dimana kedua baby itu begitu menggemaskan dan sangat cantik.


Candra yang saat ini selalu berada di samping istrinya ikut tersenyum. Ia begitu bahagia akhirnya kini ia telah menyandang dua gelar sekaligus. Yaitu suami dan juga seorang Daddy.


Meskipun Shasa harus melakukan operasi cesar saat melahirkan twins. Karena selain bobot baby twins sudah melebihi kapasitas standar baby normal. Candra pun tak ingin mengambil resiko. Dan ia juga tidak mau terjadi hal buruk pada istrinya. Akhirnya para keluarga pun mendukung keputusan Candra.


"Apa masih sakit??? ". Candra bertanya pada istrinya sambil melirik kearah bekas jahitan cesarnya itu.


Tapi Shasa malah tersenyum sambil menarik tekuk leher suaminya. Lalu ia berbisik. " Sepertinya mulai hari ini abang akan puasa sangat lama". Bisikan konyol Shasa masih bisa di dengar oleh Mommy nya. Yang saat ini langsung melotot sambil menggeleng kan kepalanya saja.


Shasa benar benar bisa membuat seorang Cinta langsung darah tinggi seketika. Dan karena sifat keduanya sama sama tak berakhlak. Itulah yang membuat keduanya kadang bisa berdebat hanya karena hal sepele saja.

__ADS_1


"Tidak papa puasa sayang. Tapi begitu buka aku akan melakukan nya tiada henti. Sampai twins punya adik kembali". Jawab Candra seenaknya.


" Hei... Otak kalian berdua itu memang tak pernah bisa jauh dari ************ saja ya. Dasar gak istri gak suami sama sama doyan". Sahut Mommy Cinta tak habis pikir akan tingkah anak dan menantunya itu.


"Lagian Shasa juga gak boleh hamil dulu sampai tiga tahun kedepan. Itu masih sangat berpengaruh dengan luka Cesarnya. Apa mau jahitannya robek sebelum sembuh dan pulih??? ". Sentak Mommy Cinta menggeleng kan kepalanya.


" Mommy kenapa sih?. Belum dapat jatah ya dari Daddy?. Bawaannya emosian mulu". Jawab Shasa malah mencibir Mommy nya. Sedangkan Candra harus menggaruk tekuknya yang tidak gatal.


"Sudah sudah kok malah berdebat masalah yang fulgar sih?. Kalian gak malu apa kalau dindkegat orang lain? ". Oma yang sekarang juga berstatus eyang mulai angkat bicara berusaha melerai anak mantu dan juga cucunya yang sama sama gak ngotak kalau ngomong.


"Menantu Oma tuh yang duluan ". Rengek Shasa mulai mengeluarkan jurus andalan nya.


Anton yang sejak tadi diam kini mulai bangkit dari tempat duduknya dan mendekati istrinya yang akan kembali membuka suaranya.


" Sayang... ". Cinta pun langsung bungkam seribu bahasa saat melihat tatapan suaminya.

__ADS_1


" Daripada berdebat terus menerus. Mending sekarang beri nama pada kedua cucu cantik Opa ini!. Opa juga ingin segera tahu siapa nama mereka". Ucap Anton memberi saran. Karena sampai saat ini mereka juga belum memberikan nama untuk twins yang sedang terlelap dalam gendongan Oma dan juga Eyangnya.


"Kami berdua sudah punya nama untuk baby twins Dad". Jawab Shasa sembari tersenyum smirk.


" Benarkah??? ". Siska terlihat antusias untuk segera mengetahui nama nama cicitnya yang sangat cantik dan menggemaskan itu.


Candra pun mulai mendekati baby yang ada di gendongan Mommy Cinta. Ia juga menyentuh pucuk kepala sang baby dengan menyebut nama. " Alana, Daddy memberimu nama ALANA".


Candra pun tersenyum melihat sudut bibir putrinya sedikit terangkat seolah setuju dengan nama yang ia berikan. Lalu Candra beralih menatap putrinya yang saat ini berada dalam gendongan Siska.


"Dan untuk putri Daddy yang satu ini namanya adalah " AYANA". Seru Candra kembali dengan senyum dibibirnya.


"Baiklah, sekarang kalian sudah punya nama masing masing sayang. Jadi, Oma mohon jangan sampai menuruni sifat bar bar nya Mommy kalian ya!!!. Karena itu sangat merepotkan". Cinta dengan sengaja menekankan kata katanya sambi bicara sedikit keras agar di dengar oleh Shasa putri bungsunya itu.


"Yah, Si Oma kagak ngaca". Sindir Shasa tak mau kalah.

__ADS_1


" Oh ya ampun, Kalian ini tidak bisa sedikit saja damai apa ya?. Siska ingin sekali pergi segera mungkin dari ruangan itu dan membawa cicit nya untuk pulang kerumah. Tapi pihak rumah sakit belum memperbolehkan Cucu dan cicit nya pulang. Karena Shasa juga masih sangat membutuhkan pengawasan dokter.


__ADS_2