Posesif Husband

Posesif Husband
Bayang Bayang Masa Lalu


__ADS_3

Daren yang ternyata sudah datang ke cafe dan ingin menemui Mommy nya. Nampak mengulas senyum di bibirnya saat ia mendengar semua perbincangan Mommy dan juga Edo.


Daren mengurungkan niatnya untuk masuk keruangan kerja Mommy nya. Dan memilih duduk di kursi pengunjung. Ia nampak lega akhirnya Mommy nya mau menerima Edo sebagai suaminya.


Harapan Daren saat ini tidaklah banyak. Ia selalu berdoa untuk kebahagiaan Mommy nya. Dan Daren pun tidak pernah berharap bisa bertemu dengan Daddy nya. Karena bagi Daren saat ini adalah kebahagiaan Mommy nya.


Tanpa Tia ketahui jika Daren sebenarnya sudah tahu apa yang terjadi pada Mommy nya selama ini. Bahkan hal yang paling menyakitkan dan membuat Daren sedih. Jika Ayahnya sama sekali tidak mau bertanggung jawab. Dan malah pergi begitu saja meninggal Mommy nya.


Daren juga tidak pernah membahas masalah Ayah dan juga kakek neneknya. Karena Daren tidak mau menambah luka dan membuat Mommy nya teringat kembali akan masa lalunya. Yang bagi Daren sangat miris dan mengiris hati.


"Semoga Mommy dan Daddy selalu bahagia".Guman Daren sambil tersenyum.


Ketika Daren ingin memanggil salah satu karyawan cafe Mommy nya. Tiba tiba pandangan Daren teralihkan pada meja pojok yang dihuni oleh tiga gadis yang masih memakai seragam sekolahnya.


" Lulu... ".Lirih Daren mengembangkan senyumnya lagi. Dan tanpa membuang waktu lagi Daren langsung beranjak dari mejanya. Pergi menghampiri Lulu dan juga Luna sert Shasa.

__ADS_1


" Sha, loe belum kenyang juga??? ".Tanya Lulu sampai melotot tak percaya jika Shasa sejak tadi sudah menghabiskan dua piring nasi. Bahkan ini ia malah ingin nambah lagi.


" Mulut gue masih mau ngunyah Na".Jawab Shasa santai. Membuat Lulu kembali terkekeh saja.


Kalau Lulu sudah tidak kaget lagi jika Shasa makan banyak. Tapi body gadis itu masih tetap bagus dan ideal. Padahal ia selalu ngemil setiap saat. Bahkan porsi makan nya juga bisa dibilang bar bar sekali.


Saat Luna hanya menggeleng kan kepalanya. Melihat aksi makan Shasa yang seperti orang tidak makan satu tahun. Sedangkan Lulu hanya santai sambil terus terkekeh. Tiba tiba bariton suara Daren membuat Lulu langsung menoleh.


"Apa gue boleh gabung bersama kalian disini??? ".Tanya Daren dengan sopan nya. Membuat Lulu tersedak makannya sendiri.


" Gak usah grogi gitu kali Lu!!!. Mentang mentang di samperin sama doi nya".Ledek Shasa sambil mengunyah ayam gorengnya.


" Gue boleh gabung gak nih??? ".Tanya Daren lagi meyakinkan.


" Ah, iya boleh!!! ".Jawab Lulu cepat dan Lulu pun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Luna. Sedangkan Shasa hanya mengulum senyumnya saja.

__ADS_1


" Kak, gak papa kan???. Daren kan teman Lulu juga".Lulu akhirnya meminta persetujuan dari Kakaknya.


Anggukan kepala Luna membuat Lulu langsung tersenyum. Dan langsung juga mempersilahkan Daren untuk duduk di salah satu kursi yang ada di dekat dirinya. Karena memang di meja itu hanya tersedia empat kursi. Dan ketiga sudah di isi oleh ketiga gadis remaja itu.


Daren pun kembali mengulurkan tangannya pada Shasa dan juga Luna. Tapi Daren juga pribadi yang sangat sopan. Meskipun dia tergolong pria yang sedikit dingin tapi Daren tidak sedingin Anton dan juga Niko, Apalagi Lana papa nya di kembar L2.


Dan beberapa menit kemudian mereka berempat pun sudah nampak mengobrol santai. Layaknya para sahabat yang sudah lama kenal dan sudah lama tidak bertemu saking asyiknya.


Bahkan canda tawa dan kekonyolan Lulu kadang bisa membuat Daren terbahak bahak. Membuat Shasa dan Luna kadang saling tatap. Padahal menurut mereka candaan Lulu itu sangatlah garing. Tapi Daren malah bisa sampai tertawa lepas begitu.


"Biarkan saja Daren bersama teman temannya!!! ".Edo yang melihat arah tatapan Tia langsung paham apa yang ada dalam pikiran Tia saat ini.


" Aku takut mas. Jika mereka tahu semuanya terutama masa lalu ku dengan orang tuanya. Apakah mereka masih mau sedekat itu".Lirih Tia yang selalu saja di kelilingi dengan rasa bersalah nya. Dan selalu saja memandang dirinya buruk hingga kekhawatiran nya terhadap kedekatan Daren dan Lulu dipenuhi tasa takut.


"Jangan berpikiran yang tidak tidak!!!. Aku tahu asisten bang Anton tidak akan menyangkut pautkan masa lalu dengan kebahagiaan putrinya. Lagian mereka juga baru berteman Tia, belum mengarah ke jenjang yang lebih resmi lagi".

__ADS_1


Edo memang selalu bisa membuat keadaan Tia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Andai saja kedatangan Edo bisa lebih sedikit cepat. Mungkin saat ini Tia sudah hidup bahagia dengannya. Tanpa adanya bayang bayang masa lalu nya karena ia berusaha sendiri untuk menjadi orang tua yang baik untuk putra semata wayangnya.


TBC


__ADS_2