Posesif Husband

Posesif Husband
Kepanikan Shasa


__ADS_3

Keesokan harinya setelah selesai sarapan seperti biasa. Shasa mengantar suaminya sampai di depan teras. Karena Candra akan segera berangkat bekerja. Kebetulan hari ini Shasa juga free kuliahnya.


Candra ingin menyelesaikan semua pekerjaan nya. Dan mengatur ulang jadwal nya, Pria beranak dua itu ingin suasana liburan benar benar tanpa di ganggu oleh urusan pekerjaan. Apalagi ini adalah pertama kalinya mereka pergi liburan dengan formasi lengkap bersama twins.


" Aku pergi dulu!!. Baik baik dirumah!. Dan kalian boleh mulai menyiapkan semua barang barang yang mesti dibawa saat liburan nanti!. Terutama perlengkapan twins! ".


" Siap Daddy ". Shasa menjawab dengan sangat semangat. Ia bahkan sudah tidak sabaran untuk segera menginjakkan kakinya di Negara kelahiran Mommy nya.


Candra mengecup kening dan bibir istrinya sebelum ia beranjak pergi. Shasa juga susah mencium punggung tangan suaminya. Kebiasaan yang selalu Shasa terapkan setiap harinya.


" Hati hati di jalan sayang!!. I love you". Teriak Shasa saat suaminya sudah masuk kedalam mobilnya. Dan Candra pun menurunkan kaca mobil untuk bisa menatap istrinya.


Serangan twins masih terlelap dalam tidurnya. Seperti nya kedua baby gemoy itu kelelahan. Karena kemarin selalu di ajak bermain oleh Sean. Sampai mereka berdua saja tidak tidur siang.


Setelah mobil suaminya hilang di balik tembok pagar tinggi rumahnya. Shasa pun langsung kembali masuk kedalam rumah. Ia akan membangunkan twins karena sudah saatnya mereka mandi.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Saat Shasa ingin masuk kedalam kamar baby twins. Tiba tiba babysitter nya tampak terburu buru keluar dari kamar Twins.


"Nyonya Ayana badan nya panas ". Ucap sang babysitter panik.


Terang saja Shasa langsung masuk dan menghampiri putrinya yang saat ini telah di gendong oleh babysitter satunya. Shasa memeriksa kening putrinya. Dan benar saja Ayana badannya sangat panas.


" Cepat telpon dokter Sus!!! ". Seru Shasa yang langsung ikutan panik dan mengambil alih Ayana dari gendongan sang suster.


Ayana pun langsung menangis dalam dekapa Mommy nya. Sedangkan Alana yang mendengar Ayana menangis sampai sesegukan begitu. Alana pun ikut menangis tak kalah kuat nya dengan sang adik.


" Tolong tenangkan Alana Sus!!! ".


🌿🌿🌿🌿🌿


Saat ini Ayana tengah di periksa oleh dokter keluarga Erlangga. Setelah di kasih obat oleh dokter Ayana tampak tenang dan sekarang malah sudah mulai memejamkan matanya. Sedangakan Ayana kini sudah bermain di dalam box nya.


Shasa mulai bernafas lega melihat putrinya akhirnya bisa tenang juga. Setelah hampir tiga puluh menit lamanya menangis. Sampai mata Ayana sembab begitu.

__ADS_1


"Bagaimana dok??. Ayana baik baik saja kan?? ".Shasa masih sedikit khawatir karena tak biasanya badan Ayana panas begitu. Dan ini untuk pertama kalinya untuk Shasa.


" Tidak ada yang perlu di khawatir kan!. Nona Ayana hanya demam biasa". Ucap sang dokter membuat Shasa menjadi lega.


" Terimakasih dokter". Ucap Shasa tulus lalu ia pun ikut mengantar sang dokter keluar kamar.


Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan jika tidak ada babysitter Ayana dan juga Alana. Kemungkinan Shasa bisa sangat lebih panik lagi dari tadi. Apalagi suaminya juga sudah berangkat ke Kantor.


Setelah sang dokter keluar kamar. Dan Shasa meminta art nya untuk mengantarkan dokter keluarga mereka sampai di depan teras. Shasa langsung kembali ke kamar twins.


Wanita cantik itu tampak menatap wajah putrinya secara bergantian. Kedua bayi gemoy itu sedang asyik dengan dunianya masing masing. Bahkan wajahnya juga sangat mirip tak ada yang beda.


"Sayang, kenapa wajah kalian sangat begitu mirip begini??. Bagaimana nanti jika Mommy tidak bisa membedakan kalian berdua??? ". Shasa malah mengajak twins bercanda.


Padahal kedua bayi gemoy itu memiliki ciri khas masing masing. Bahkan Ayana memiliki tanda lahir di bahu sebelah kirinya. Sedangkan Alana tidak memiliki tanda lahir apapun.


" Ayana sayang, lain kali jangan buat Mommy panik seperti tadi lagi ya!!. Bukankah besok kita akan pergi liburan?. Kita akan bertemu Eyang kalian disana". Shasa berbicara pada Ayana yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


Dan mungkin jika kondisi Ayana belum stabil. Shasa akan menunda liburan nya. Karena tidak mungkin ia membawa baby Ayana yang sedang Demam tinggi seperti ini.


__ADS_2