Posesif Husband

Posesif Husband
Cibiran Shasa


__ADS_3

"Nona baik baik saja??? ".Sang bodyguard pun bertanya setelah kini mereka sudah kembali berada di dalam mobil. Tapi yang ditanya hanya menatap datar saja. Karena ia sedikit kesal akan bodyguard nya itu.


" Kamu itu dibayar untuk apa sih??? ".Shasa malah balik bertanya sambil Memanyunkan bibirnya.


Andi sang bodyguard pun hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya fokus pada setir mobilnya. " Tentu saja untuk menjaga Nona muda ".Sahut Andi sedikit ragu


" Tapi kamu tidak terlihat sedang menjagaku. Malah lebih jelas aku yang menjagamu".Jawab Shasa mencebik kesal.


"Heheh... Habisnya saya bingung Nona apa yang harus saya pegangi tadi".Bohong Andi sambil nyengir kuda.


Padahal tadi ia malah sengaja untuk menyaksikan pertunjukan gratis. Hitung hitung untuk sedikit menghibur dirinya juga. Karena baru kali ini ia melihat ada seorang gadis yang rela bertengkar untuk tuannya. Apalagi gadis itu sangat tangguh dan bar bar sekali.


Perempuan yang selama ini sangat terlihat unggul untuk urusan mendekati tuannya saja sampai kalah. Hanya dengan bentakkan seorang gadis belia yang masih dibawah umur.


Apalagi ketika tadi Shasa dengan beraninya menendang kaki perempuan itu. Ketika sang perempuan ingin menampar wajah mulusnya itu. Hal itu tentu saja membuat Andi sempat terkejut. Padahal ia ingin melerai tapi Shasa ternyata tidak membutuhkan bantuannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu malah tertawa begitu?. Emang ada yang lucu? ".Sentak Shasa semakin kesal. Saat melihat kekehan kecil sang bodyguard nya.


" Tidak ada apa apa nona".Sahut Andi sambil menutup rapat mulutnya agar tawanya tidak kembali di dengar oleh Shasa. Karena ia juga sedang menertawakan Shasa gadis yang entah di sukai atau apa oleh tuannya.


Ia hanya menjalankan tugasnya saja sesuai perintah tuannya. Untuk tetap menjadi bodyguard Shasa. Dan melaporkan semua kegiatan gadis itu pada tuannya setiap saat.


Ketika sang bodyguard berada dalam pikiran nya sendiri. Shasa juga sedang berpikir bagaimana caranya agar dia bisa bertemu dengan pria itu. Tanpa di ketahui oleh keluarganya. Bahkan pria itu sendiri.


Shasa bingung harus mencari cara apa. Untuk bisa menemui pria yang ia anggap sebagai pria kurangajar. Karena berani mencium dan mencumbu tubuhnya dengan memanfaatkan keadaan dan kesempatan yang ada.


Shasa juga merutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana bisa ia meminum minuman yang sudah di masuki obat gila itu. Sampai saat ini Shasa merasa tidak terima jika ternyata tubuhnya sudah dicicipi sedikit oleh pria yang tidak ia kenal.


Apalagi Niko dan juga Nikki. Belum lagi di tambah dengan Naufal. Membayangkan nya saja Shasa tidak bisa. Apalagi sampai hal itu benar benar jadi kenyataan. Mungkin ia akan dibawa mengasingkan dirinya ke kutub utara sana.


"Aahh, indahnya dunia kemesuman".Guman Shasa lirih.

__ADS_1


" Apa nona muda??? ".Tanya Andi yang samar samar mendengar nona mudanya berbicara.


" Tidak Papa, Nyamber aja udah kayak petasan".Cibir Shasa yang masih saja kesal.


"Maaf nona".Andi kembali meminta maaf pada gadis yang mungkin kini menjadi incaran tuannya.


Shasa hanya mencelos sambil mengalihkan pandangannya kearah luar jendela mobilnya. Sambil menatap keramaian di pusat kota Jakarta pada siang hari ini. Padahal hari weekend tapi jalanan nya nampak sangat ramai pengendara .


" Nona belum makan siang. Apa tidak sebaiknya nona makan siang terlebih dahulu? ".Andi sang bodyguard mulai mengingat kan nona mudanya.


" Iya kamu itu cerewet sekali udah kayak emak emak kompleks saja".Cibir Shasa kembali, membuat Andi hanya terkekeh saja. "Kita langsung ke restoran di jalan xxx saja!!!. Aku ingin makan disana siang ini! ".Sambung Shasa lagi.


" Siap nona muda".Jawab Andi yang langsung paham. Karena ia tahu dimana letak jalan itu. Dan ia sudah bisa menebak restoran apa yang hendak di kunjungi oleh nona mudanya itu. Karena disana hanya ada satu restoran yang sangat terkenal akan olahan seafood nya.


Shasa pun langsung menyenderkan kepalanya pada kepala kursi mobilnya itu. Sambil terus berpikir keras untuk menjalankan aksinya nati. Setelah bertemu dengan pria yang ia benci sekaligus yang membuatnya sedikit penasaran.

__ADS_1


Kenekatan Shasa mengaku sebagai tunangan Miki tadi adalah sekedar untuk membuat citra Miki buruk di hadapan orang orang. Bukan karena ia terlalu cemburu pada pria itu karena ia kedatangan wanita lain.


Shasa berusaha menolak rasa di hatinya sendiri. Karena ia juga belum yakin jika ia sudah jatuh cinta secepat ini pada pria itu. Pria yang sudah membuat ia penasaran sampai tingkat dewa 19 sana. Dan rela tidak tidur semalaman cuma karena ingin melihat foto pria itu saja. Tapi hasilnya nihil.


__ADS_2