
Seketika tubuh Amel terasa kaku untuk bergerak. Tatapan nyalang seorang Candra membuat Amel tak bergeming. Yang ada hanya terasa begitu lemas. Ia tak menyangka jika Candra ahli waris yang sebenarnya. Yang selama ini mereka anggap sudah mati dan juga telah mereka singkirkan dengan cara yang sangat sadis.
Bahkan termasuk wanita yang akan ia nikahi pun ikut mereka korbankan. Karena semua keserakahan akan harta membuat mereka silau. Dan berpikir jika Candra adalah halangan untuk mereka. Padahal semua itu adalah hak Candra sepenuhnya.
Amel yang sama sekali belum pernah melihat wajah Candra yang sekarang. Sedikit tegang, ia tak menduga jika Candra berhasil di selamat kan. Dan kini wajahnya pun telah berubah menjadi wajah pria yang tak kalah tampan nya dari dirinya dulu.
Candra dengan santainya malah duduk di kursi meja rias milik Amel. Lalu kembali menatap Amel dengan tatapan dinginnya. Lalu tak berselang lama satu orang pria datang dengan membawa sebuah tas kecil yang tidak tahu apa isinya.
"Mau apa kalian??? ". Teriak Amel mulai ketakutan karena pria itu mulai mendekatinya atas perintah Candra.
" Tentu saja sedikit bersenang senang denganmu saudara ku". Jawab Candra dengan tawa liciknya.
"Tolong beri aku kesempatan Can!!!. Aku akan memperbaiki semuanya termasuk hubungan keluarga kita". Amel mulai menurunkan harga dirinya dengan berusaha membujuk dan menegosiasikan nya terlebih dahulu bersama Candra.
__ADS_1
" Memperbaiki kau bilang". Candra kini semakin tersenyum mengejek". Cih... Kau pikir aku masih orang yang sama seperti beberapa tahun yang lalu? ". Sentak Candra dengan tatapan membunuhnya.
Candra mulai bangkit dari tempat duduknya dan kini berjalan mendekati Amel. Amel hanya bisa berusaha melepaskan kedua tangan nya yang saat ini sudah berada dalam cekalan kedua pria bertubuh kekar yang lengkap memakai seragam jas hitamnya.
" Aku akan melepaskan mu". Seru Candra dengan seringai liciknya. ". Tapi dengan syarat".Sambungnya lagi ketika Amel mulai sedikit lega karena nyawanya akan aman setelah ini.
" Katakan lah Can!!!. Pasti akan aku turuti apapun itu. Asalkan aku bisa keluar dari sini dan kau biarkan aku hidup tenang". Amel benar benar tidak mau ia mati konyol. Karena ia juga sedikit banyak telah mengikuti mendengar dan tahu bagaimana sifat Candra di balik bisnis umumnya itu.
"Benarkah kau sanggup??? ". Seringai Licik Candra makin tampak. Membuat Amel menganggukkan kepala nya ragu.
Amel menatap kearah tujuh pria yang saat ini juga ikut menatap lapar pada dirinya. Dengan sangat susah Amel meneguk salivanya susah.
"Bagaimana???. Apa kau sanggup melayani mereka semua secara bersamaan??? ". Tanya Candra dengan mengangkat dagu Amel kasar. " Bukankah kau sudah terbiasa melayani pria gila yang telah memberikan bantuannya untukmu itu?. Hm? ". Sambung Candra menatap jijik dan penuh kemurkaan pada Amel.
__ADS_1
Tanpa menunggu persetujuan Amel. Candra sudah memberi perintah pada anggotanya untuk menggiring Amel menuju arah ranjang. Dan para pria kelar itu pun menatap lapar pada tubuh Amel.
Hingga dengan hitungan detik tubuh Amel sudah hampir polos. Hanya menyisahkan dalaman nya saja. Candra menatap jijik akan tubuh Amel yang memang banyak terdapat luka lebam tersebut.
"Lepaskan brengsek!!! ".Amel mulai panik dan histeris sendiri sebelum satu orang pria menyuntikkan sesuatu pada lengan tangannya.
" Kalian boleh pakai dia sepuasnya!!!. Karena dia akan melayani kalian sampai kalian puas". Seru Candra pada semua anggotanya yang memang hiper terhadap tubuh wanita.
Candra melangkah keluar kamar. Ketika melihat tubuh Amel mulai menunjukkan tanda tanda berubah. Pengaruh obat yang sudah masuk kedalam tubuh Amel mulai bekerja. Dan hanya dengan hitungan detik. Kini Amel malah seperti cacing kepanasan. Ia haus akan belain dan juga sentuhan seorang pria.
Dan di detik berikutnya hanya terdengar suara suara erotis dan juga eluhan yang menjijikkan di telinga Candra.
"Setelah merek selesai, segera urus sisanya!!!. Lakukan dengan benar dan bersih!!!. Jangan sampai meninggalkan jejak apapun!!! ".
__ADS_1
" Baik tuan". Candra memberikan perintahnya dengan salah satu anggota yang dibawah Tomy.
Setelah memberikan perintahnya. Candra melangkah keluar rumah itu dengan kaca mata hitamnya. Ia sudah sangat muak berada di dalam rumah itu. Apalagi seluruh ruangan terdengar suara menjijikkan Amel akan ulah anggotanya saat ini.