Posesif Husband

Posesif Husband
Kekesalan Shasa


__ADS_3

"Ayo pulang!!!. Ini sudah waktunya untuk sarapan".Tutur Candra sambil menatap gadis remaja yang kini masih enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.


Hamparan kebun teh yang hijau dengan pantulan sinar matahari yang mulai memperlihatkan cahayanya. Menerangi isi bumi yang pana ini. Mungkin bagi Shasa sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.


Ia juga jarang berada di lingkungan yang masih sangat asri begini. Karena biasanya ia hanya nongkrong di cafe dan mall saja. Jadi, ketika ia berada di alam bebas. Membuatnya enggan untuk pergi.


Shasa malah meraih ponselnya dan tidak menggubris ucapan Candra. Membuat Candra memicingkan matanya akan sikap gadisnya itu.


"Ayo bang sini!!!".Shasa malah melambaikan tangannya menyuruh Candra untuk lebih mendekat padanya. " Kita foto dulu!!! ".Sambung Shasa sambil tersenyum.


Melihat Candra yang masih enggan untuk beranjak . Shasa malah langsung menarik tangan pria dewasa itu. " Senyum dong!!. Kaku amat kayak kanebo kering aja".Ledek Shasa sambil menarik pipi Candra untuk membentuk senyum.


Shasa pun langsung mengarahkan camera ponselnya. Tapi ketika sudah ready Candra malah dengan jahilnya langsung mendaratkan kecupan pada bibir ranum Shasa. Membuat Shasa melotot karena terkejut.


"Abang iihhh.... " Shasa memukul pelan dada bidang Candra karena geram.


Pria itu selalu saja bersikap mesum dimana pun berada. Padahal di depan sana ada banyak para pekerja yang sedang memetik teh. Membuat Shasa sedikit malu pada mereka.


"Ayo kembali ke Villa!!!. Karena setelah selesai sarapan kita akan pulang ke Jakarta".Shasa pun langsung melongo tak percaya akan ucapan Candra

__ADS_1


" Pulang??? ".Ulang Shasa yang nampak tak terima jika harus pulang hari ini juga. Sebab, Shasa ingin lebih lama berada di puncak. Ia begitu menikmati indahnya pemandangan di daerah itu.


" Iya, karena aku tidak punya waktu santai lebih lama lagi Sha".Sahut Candra jujur. Sebab, besok pagi ia harus terbang ke Singapura untuk urusan bisnis.


Candra pun rela membatalkan meeting nya demi bisa menyusul sang pujaan hatinya ke puncak. Karena ia begitu merindukan gadis itu. Gadis yang telah berhasil membuat hatinya mencair kembali. Setelah sekian lama membeku akan indahnya dunia percintaan.


Sekarang prioritas utamanya adalah Shasa. Ia hanya hidup sebatang kara tanpa sosok keluarga yang utuh. Sejak kecil ia sudah hidup mandiri. Apalagi setelah Papa nya menikah lagi. Candra bagai anak yang tidak di anggap oleh mereka.


Bahkan selalu dikucilkan jika ada acara keluarga besar. Papanya lebih mementingkan urusan bisnis nya. Sedangkan urusan anak anak nya diserahkan oleh wanita yang telah berhasil menanamkan duri serta menjadi racun untuk Papanya.


"Abang kan bisa pulang sendiri ke Jakarta.Lagian kenapa mesti ajak Shasa segala sih?. Disini Shasa kan lagi liburan".Gerutu Shasa mengerucutkan bibirnya.


Ucapan Candra kini membuat Shasa sedikit bingung. Gadis itu mengerutkan keningnya, belum paham akan makna dari kata kata Candra barusan.


" Karena jika kau tidak mau pulang bersamaku. Maka aku akan memperkosa mu, Agar kedua orang tuamu langsung menyuruh kita menikah".Ancam Candra dengan seringai licik diwajahnya.


"Dasar cabul".Geram Shasa, sambil mendorong dada Candra menjauh dari hadapan nya.


Melihat Shasa yang langsung melangkah pergi. Candra pun mengulum senyum senang. Karena ia berhasil membuat gadis keras kepala itu menurut padanya.

__ADS_1


" Aku juga punya cara tersendiri sayang, agar kita bisa segera menikah".Guman Candra sambil menarik sudut bibirnya licik.


Jangan dipikir Candra akan menyerah dan tidak punya ide untuk menjadikan Shasa istrinya dalam waktu dekat ini. Candra memang menyanggupi kemauan Anton. Untuk menunggu Shasa sampai lulus kuliah baru akan menikahi nya.


Tapi Candra hanya menganggukkan kepalanya saja. Tanpa ingin mengajukan protes sedikit pun. Tapi Dibalik itu semua. Candra tetaplah Candra pria yang memiliki banyak ide licik di otaknya. Dia yang notabene nya adalah seorang pria yang cenderung hiper. Tidak akan mau menunggu dengan waktu yang sangat lama.


Ini saja ia berjuang mati matian sendiri untuk menjaga image nya di depan calon mertuanya.Dan keluarga besar Shasa. Karena tidak mungkin ia menunjukkan sifat maniak dan gilanya di depan Anton calon mertuanya yang adalah pensiunan perwira polisi itu.


Candra pun langsung ikut melangkah pergi. Menyusul Shasa yang telah sedikit jauh di depan sana. Shasa bahkan tidak menoleh lagi. Karena saking kesalnya ia dengan Candra.


"Tuan, sepertinya ada sedikit masalah di perusahaan".Tomy yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari tuannya. Kini baru sempat berbicara pada Candra setelah Shasa menjauh dari tuannya itu.


" Ada apa??? ".Candra bertanya dengan suara pelan nya, Namun terdengar sangat tegas.


"Mereka datang kembali ke perusahaan dan sedikit membuat keributan.Saya sudah menyuruh Jimmy untuk mengatasi masalah ini. Sepertinya tuan harus datang ke perusahaan setelah tiba di Jakarta! ".Asisten Tomy menjelaskan pada tuan nya.


" Hem... Beritahu juga pada Jimmy!. Lakukan sedikit pemanasan untuk mereka!!! ".Perintahnya dengan sudut bibir yang terangkat.


" Baik tuan".

__ADS_1


__ADS_2