Posesif Husband

Posesif Husband
Sahabat Lama


__ADS_3

Ratih tersenyum akhirnya ia juga bisa bertemu kembali dengan sahabatnya itu. Karena sejak Icha pindah kuliah dan beasiswa nya juga di alihkan ke Mahasiswa yang lain. Bahkan sejak hari itu ia tidak pernah lagi mendengar kabar dari Icha.


Sebab, Niko menyuruh Icha mengganti nomor ponselnya. Dan juga menonaktifkan semua sosial media miliknya. Bukan tanpa alasan Niko melakukan itu. Karena Niko tidak mau konsentrasi istrinya buyar akan semua kenangan bersama keluarganya.


"Oh ya kamu lagi hamil Cha???. Berapa bulan? Udah gede begini?? ".


" Jalan 11 minggu. Anak kedua ". Jawab Icha sambil terkekeh.


" What??. Jadi, kabar di kampus waktu itu bener dong. Kalau kamu pindah kuliah karena udah hamdu??? ".Seloroh Ratih melotot tak percaya.


" Sembarangan kamu. Mana ada begitu, Ngawur aja". Protes Icha dan mulai menceritakan semuanya pada sahabatnya itu. Karena sejak dulu Icha juga sering curhat hanya dengan Ratih.


Sebab, Ratih selain baik ia juga bisa di percaya. Dulu, Ratih adalah sahabat satu satunya di kampus yang paling memahami nya. Bahkan Ratih juga yang selalu membantu Icha saat ia belum dapat uang transferan dari kedua orang tuanya.


Keluarga Ratih bisa dibilang termasuk orang berada. Bahkan Mamanya Ratih juga seorang pembisnis. Begitupula dengan Papanya yang seorang pengusaha. Ratih juga anak tunggal sama seperti Icha. Hanya saja mungkin nasibnya tidak sebaik Icha.

__ADS_1


Ia menikah hasil perjodohan kedua orang tuanya. Namun, Pernikahan Ratih tidak berjalan mulus. Ia di karunia seorang anak laki laki yang saat ini usianya baru satu tahun. Dengan artian Ratih juga sudah menikah tak lama setelah Icha menikah juga.


"Jadi, sekarang kamu sama mantan suami kamu udah cerai gitu??? ". Tanya Icha sendu ia dapat melihat kesedihan di mata Ratih.


Gelengan kepala Ratih membuat Icha malah bingung. " Aku kabur dari rumah Cha. Dan memilih pergi ke Jakarta. Bahkan Mama dan Papa tidak tahu apa yang terjadi dalam rumah tangga kami". Jawab Ratih berusaha untuk tetap tersenyum.


Icha pun merentangkan tangannya. Membuat Ratih langsung memeluk tubuh sahabat nya itu erat. Ia masih beruntung bisa bertemu Icha di kota metropolitan seperti ini. Sejak ia menyewa rumah yang tepat berada di sebelah rumah mewah Icha Dan Niko. Awalnya Ratih ragu saat melihat Icha berdiri di balkon kamarnya.


Ratih pikir ia salah orang. Dan belum ada keberanian untuk sekedar say hallo saja. Takutnya ia malah di bilang SKSD lagi. Tapi, tadi pagi saat ia buang sampah tak sengaja dengar art nya sedang menyebut nama majikan sahabatnya. Makanya Ratih langsung memberanikan diri untuk datang.


" Heh, cuci kaki dulu!!!. No Sean! ".Pekik Icha saat Sean malah langsung naik ke atas sofa.


" Sean lapar Mam". Celetuk Sean seraya duduk di samping Ratih.


"Ya Ampun , ganteng banget sih Cha. Dia beneran putra kamu??? ". Ratih ingin mencubit pipi Sean tapi Sean langsung menjauhkan wajahnya.

__ADS_1


" Dia gak suka di sentuh orang lain Tante ". Icha menjelaskan sikap putranya yang entah menurun dari siapa.


" Padahal tante pengen banget cium kamu sayang. Ngegemesin sih, cakep bener lagi". Tak henti hentinya Ratih memuji ketampanan putra pertama Icha. "Pasti suami kamu juga ganteng kan??. Anaknya aja begini bentuknya". Tebak Ratih karena di dalam ruang tamu itu tidak ada satu pun foto keluarga yang di pajang.


Hanya ada ukiran ukiran clasic dan furnitur dengan harga yang tak murah tentunya. Jadi, wajar saja jika Ratih tidak tahu wajah suami Icha.


" Jangan sampai kamu naksir nanti kalau ketemu Papa nya Sean". Ledek Icha sambil terkekeh.


" Ya Allah, emang kamu pikir aku pelakor apa?? ".Ratih Mencebikkan bibirnya membuat Icha kembali terkekeh.


" Yaudah yuk, kita makan siang dulu!!. Putraku udah kelaperan nih". Ajak Icha yang sudah menyuruh Sean untuk turun dari Sofa dan menyruhnya untuk ganti baju dulu dengan babysitter nya.


Bahkan Sean tidak mau hanya untuk sekedar salim tangan dengan Ratih. Entahlah anak itu memang kadang sangat tidak sopan dan menjengkelkan sekali. Karena ia sangatlah pemilih.


TBC

__ADS_1


__ADS_2