
Di saat yang bersamaan juga kali ini Shasa benar benar nekad. Ia pun tanpa pamit kepada abang nya Niko. Yang masih saja belum keluar dari kamarnya bersama sang istri. Lagipula Shasa yang otaknya cerdas dan sangat paham akan hal hal yang berbau mesum. Membuatnya sangat mengerti jika abangnya pasti sedang membuat proses adonan bersama istrinya.
Oleh sebab itulah Shasa langsung pergi dan hanya pamit dengan art nya saja. Tapi di luar sana sang bodyguard nya sudah standbay sejak tadi di samping mobil nona mudanya.
"Nona kita mau kemana??? ".Sang Bodyguard pun langsung bertanya ketika Shasa sudah masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobilnya juga.
" Jalan Harapan dua!!!".Jawab Shasa dengan yakin.
Sang bodyguard pun terlihat menautkan keningnya. Karena ia sangat paham daerah sana. Kawasan gedung Apartemen mewah yang dihuni oleh para pengusaha. Termasuk salah satunya adalah atasannya sendiri. Tapi bodyguard itu tidak membantah sedikit pun. Ia pun langsung mengangguk kan kepalanya saja. Tanpa ingin menolak sedikit pun.
Mungkin itu juga yang harus ia taati sesuai dengan perintah atasannya. Karena selain ditugaskan untuk menjaga Shasa. Ia juga mendapat mandah untuk menjadi mata mata Shasa. Ia wajib melaporkan apapun yang bersangkutan dengan Shasa. Bahkan semua kegiatan gadis setiap jam nya.
"Ayo jalan sekarang!!! ".Ucap Shasa seraya memainkan ponselnya.
" Baik Nona muda".
__ADS_1
Dan akhirnya mobil itu pun mulai melaju meninggalkan perkarangan kediaman rumah Anton dan Cinta.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Kita sudah sampai nona".Sang bodyguard berucap seraya melirik Shasa lewat kaca spion depan nya.
" Apa kamu pernah ke tempat ini sebelum nya Ndi??? ".Tanya Shasa tiba tiba ketika mereka sudah sampai di halaman parkiran depan gedung Apartemen mewah itu.
Bahkan tadi Shasa hanya menyebutkan nama jalan nya saja. Dan belum menyebutkan jika ia akan ke gedung Apartemen mewah itu. Tapi sang bodyguard sekaligus sopirnya itu. Malah seperti sudah paham daerah itu. Tentu saja membuat Shasa sedikit merasa janggal dan curiga.
" Yakin??? ".Selidik Shasa sambil mengangkat alisnya.
" Benar Nona, ini hanya perkiraan saya saja. Lagian saya mana pernah ke tempat elit begini. Orang saya cuma seorang pengawal bayaran kok. Penghasilan saya mana bisa setara dengan orang orang yang tinggal disini nona".Sang bodyguard itu pun terlihat sangat perfect ketika berbohong. Bahkan Shasa tidak melihat sedikitpun keraguan dari dirinya ketika menjawab nya.
Shasa pun nampak manggut manggut saja. Seraya mulai memperhatikan daerah sekitar Apartemen mewah yang gedungnya bertingkat tinggi. Seperti gedung pencakar langit itu.
__ADS_1
"Nona mau turun sekarang??? ".Bodyguard Andi pun kembali bertanya. Karena ia berharap jika Shasa tidak berniat untuk turun. Sebab, orang orang di sini sangat mengenal dirinya dan juga atasannya.
" Iya, saya ingin mencari seseorang yang salah satu penghuni apartemen disini. Tapi kamu juga harus ikut denganku!!!. Untuk berjaga jaga saja, siapa tahu dia kembali buas ketika bertemu dengan ku kembali".Shasa pun sambil tersenyum saat mengucapakan kata itu. Entah apa yang ada di dalam otaknya sehingga Shasa mesam mesem tak jelas begitu.
Bodyguard Andi pun langsung turun terlebih dahulu, sebelum Shasa turun, Karena ia juga harus membantu membukakan pintu mobil untuk nona mudanya itu. Setelah Shasa turun dan mulai melangkah menuju dalam apartemen.
Bodyguard yang bernama Andi itu langsung memainkan ponselnya. Ia juga terlihat menelpon seseorang. Setelah berbicara sangat pelan. Andi pun kini langsung kembali setia di belakang nona mudanya. Karena jika sampai gadis remaja itu lecet sedikitpun. Maka, atasannya tidak akan mengampuninya.
Ketika Andi masuk ke loby Apartemen.Para pegawai disana juga mulai membungkuk hormat. Begitu pin dengan resepsionis nya. Tapi Andi pun langsung memberi kode untuk membuat mereka semua bungkam. Apalagi saat ini Shasa sudah kembali melirik kearah nya.
Para karyawan disana pun langsung menurut dan pura pura tidak mengenali Andi yang notabene nya adalah tangan kedua atasanya selama ini.
"Siang mba, ada yang bisa kami bantu??? ".Tanya resepsionis itu ramah.
" Siang juga mba, oh iya ini, saya mau tanya apa disini ada penghuni yang bernama Miki Rahman??? ".Tanya Shasa sambil tersenyum.
__ADS_1
" Maaf mba itu salah satu rahasia penghuni apartemen disini. Dan kami tidak boleh sembarangan memberikan informasi dengan orang asing".Jawab sang resepsionis jujur. Karena itu memang adalah kebijakan dari pemilik gedung bertingkat itu. Tidak boleh ada satu orang pun yang identitas nya di publik kan. Semuanya bersifat rahasia.