Posesif Husband

Posesif Husband
Kompensasi Biaya Pembatalan


__ADS_3

"Selamat datang tuan, Nyonya". Seorang pria paruh baya yang tadi membukan pagar menyambut kedatangan Tiara dan Tomy.


Tiara hanya tersenyum sedangkan Tomy pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu langsung masuk kedalam rumah minimalis. Yang kini sudah sangat berubah dari sejak terakhir Tiara tinggalkan waktu itu. Namun, keadaan di dalam rumah masih banyak barang barang peninggalan Ayahnya.


Yang di susun di dalam sebuah lemari kaca yang ada di ruang keluarga. Begitu pun foto foto masa kecil Tiara. Yang di pajang di dalam sebuah bingkai di ruangan tamu tersebut.


Senyum Tiara mengembang sejak ia mulai memasuki rumah peninggalan Ayahnya. Yang saat ini telah di sulap menjadi sangat terawat dan semi permanen itu.


"Oh ya Honey, kenal kan ini mang Yanto, beliau yang mengurus dan membersihkan dan merawat rumah Ayah selama ini". Ucap Tomy sembari menatap kearah pria paruh baya yang saat ini berada di belakang mereka.


Tiara tersenyum begitu ramah pada Mang Yanto. " Terimakasih mang Yanto". Tiara begitu tulus mengucapkan rasa terimakasih nya pada sosok pria paruh baya yang jika di taksir usianya pasti tidak jauh beda dengan Almarhum Ayah-nya.


Pria itu pun menjawab dengan anggukan kepalanya sembari tersenyum. Ia bahkan tak menyangka jika tuannya memiliki istri yang sangat ramah dan murah senyum seperti ini. Karena sudah bertahun tahun ia bekerja dengan Tomy. Meskipun hanya sebagai seorang pengantar paket saja. Tapi mang Yanto sangat paham dan sangat mengenal bagaimana karakter Tomy sebenarnya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sedangkan di luar rumah, tepatnya di luar pagar rumah Almarhum Ayahnya Tiara. Saat ini para tetangga lama Tiara sedang sibuk bergosip dan ingin melihat siapa yang datang dengan mobil mewah.


Meskipun mereka tahu jika rumah lama Tiara masih tetap miliknya. Tapi, setelah Tiara menikah mereka tidak pernah lagi melihat Tiara datang berkunjung kerumah ini.


"Wah, Siapa wanita hamil itu???. Kok muka nya mirip tiara ya?". Ucap salah satu ibu ibu yang saat ini sedang mendongakkan wajahnya untuk melihat dengan jelas wajah Tiara dari balik pagar.

__ADS_1


" Sepertinya benaran Tiara itu bu, Kan sekarang dia udah jadi orang kaya". Sambung salah satu ibu ibu lagi.


Mereka pun langsung segera membenarkan posisi mereka ketika pintu pagar kembali di buka. Dan sekarang mereka juga bisa melihat dengan jelas jika tebakan para biang gosip tadi adalah benar.


" Wah, kamu benaran tiara kan??? ". Tanya salah satu ibu itu menatap tak percaya jika sekarang Tiara benar benar sudah berubah. Padahal sedikitpun di diri Tiara tak ada yang berubah.


Yang menjadi ia tampak berubah adalah semua barang yang ia pakai adalah barang barang brand ternama semua. Dan jika kulit tubuh Tiara memang sudah mulus sejak dulu. Hanya saja sekarang ia lebih rutin merawat dirinya saja. Sehingga bisa terlihat lebih mulus dan glow up parah.


Tiara menghela nafasnya lalu tersenyum pada emak emak rempong buang gosip. Yang sangat Tiara kenal sejak dulu. " Iya bu Aida saya Tiara. Kenapa udah gak mengenali saya lagi ya??? ". Jawab Tiara sambil terkekeh.


" Wah, sekarang udah beda ya semenjak udah nikah. Suami kamu pasti orang kaya beneran ya??? ". Sambung salah satu ibu ibu lagi.


Tiara mendekatkan tubuhnya lalu berkata". Saking tajir nya suami saya itu. Dia bisa beli tanah satu kampung ini loh buk. Dan ibu ibu tahu artinya apa??? ". Tanya Tiara menatap wajah ibu ibu satu satu. Membuat mereka menggeleng kan kepala belum paham.


" Dasar sombong". Celetuk ibu Aida dan langsung pergi begitu saja dengan kedua teman rumpi ny.


"Sombong dengan orang sombong dapat pahala loh buk". Teriak Tiara sambil terkekeh dan menjulurkan lidahnya meledek . Membuat suaminya yang sejak tadi mendengar semua perkataan istrinya hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja.


" Sudah jadi kompor nya??? ". Tanya Tomy yang sontak membuat Tiara menoleh.


" Mas, sejak kapan Mas ada di situ??? ".

__ADS_1


" Sejak istriku bilang kalau suaminya bisa beli tanah satu kampung ini". Jawab Tomy santai.


"Hahha, itu hanya untuk bikin panas ibu ibu suka rumpi saja mas. Habisnya ngeselin deh hitung hitung balas dendam terhormat". Jawab Tiara sambil terus terkekeh.


" Tapi, kalau kamu mau. Aku bisa mengabulkan nya". Tutur Tomy menatap wajah istrinya dengan serius.


"Mengabulkan apaaan sih mas? ".


" Membeli kampung ini, untuk kamu"..


"What??? ". pekik Tiara melotot sempurna. " Jangan bercanda mas!!! ".


" Sejak kapan aku pandai bercanda Honey??? " Tomy menatap begitu serius dan mulai merogoh ponselnya untuk menelpon seseorang.


" Mas... ". Tiara menahan tangan suaminya dan menggeleng kan kepalanya.


" Kenapa??? ".


" Jangan lakukan itu!!!. Aku tidak benar benar serius mas". Pinta Tiara lirih dan nampak memohon.


"Baiklah tapi, aku butuh kompensasi untuk biaya pembatalan permohonan". Terang saja membuat Tiara paham akan tatapan mesum suaminya itu.

__ADS_1


Tiara pun mulai mendekatkan tubuhnya pada suaminya. Lalu ia membisikkan kalimat". Aku akan membayarnya dua kali lipat dari biasanya".


TBC


__ADS_2