Posesif Husband

Posesif Husband
Obrolan tak berfaedah Mona dan Cinta


__ADS_3

"Niko sini sama Mommy, oma juga ingin beli sesuatu".Seru Cinta sambil menatap putranya yang masih anteng dalam gendongan Mona.


" Mama juga bisa memilih sambil gendong Niko sayang. Tenang saja!!! ".Mona seakan enggan melepaskan gendongan baby Niko.


Sedangkan Anton kini sudah mengobrol santai dengan Bagas disalah satu sofa tunggu yang ada didalam butik tersebut. Mereka lebih memilih duduk daripada menemani para istri belanja. Dan membuat kaki mereka pegal.


"Cinta, pasti Anton sangat ganas ya saat di ranjang??? ".Bisik Mona tiba tiba membuat Cinta langsung terkekeh.


" Kenapa mama bisa tahu??? ".Sahut Cinta yang memang selalu tak berfilter sama dengan Mona yang ceplas ceplos.


" Ah, kamu lupa kalau mama ini senior kalian".Jawab Mona dengan bangganya. "Mama tahu tipe tipe pria seperti suami kamu itu pasti sangatlah...


" Perkasa ma".Potong Cinta memuji suaminya dengan bangga.


"Wajar saja jika Niko bisa setampan ini".Ucap Mona sangat gemas akan ketampanan Niko.


" Apa hubungannya ma Niko sama keahlian Daddy nya di ranjang???? ".Tanya cinta tidak paham.


" Tentu saja ada sayang. Niko ini hasil kerja keras kalian dalam bersungguh sungguh membuat adonan. Makanya hasilnya sempurna begini".Seloroh Mona sambil terkekeh.


"Ehem... " Deheman Anton membuat dua wanita beda usia itu langsung menutup mulut mereka rapat rapat. Dan langsung mengalihkan pembicaraan.


"Sudah selesai belajanya, hm???? ".Anton berjalan mendekati istrinya.


" Sudah by, tinggal bayar saja".Cengir Cinta kikuk berusaha menghilangkan kegugupan nya.

__ADS_1


"Mama, sudah belum ngerumpi nya??? ".Sindir bagas menatap tajam kearah istrinya.


" Ngerumpi apanya???. Orang mama sejak tadi hanya memilih beberapa pakaian kok".Elak Mona cepat.


Bagas dan Anton hanya bisa menggelengkan kepalanya saja akan sikap para istri mereka itu. Sedangkan Niko begitu melihat Daddy nya langsung minta disambut.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Maaf kami sedikit terlambat tuan, Nyonya".Ucap Lana sambil sedikit membungkukan badannya saat ia tiba di salah satu coffe shop yang ada di mall tersebut.


Karena saat ini Anton dan cinta sudah berada disana sejak beberapa menit yang lalu. Bahkan Mona dan Bagas pun sudah pamit pulang duluan. Niko juga sudah nyenyak tertidur dalam gendongan Cinta.


"Kalian itu kemana saja sih???. Apa jangan jangan.... ".Cinta sengaja menggantung kata katanya sambil memainkan alisnya naik turun. Membuat Lana dan Tia hanya saling pandang bingung.


" Yah kali aja mau ikutan DP duluan".Sahut Cinta sambil terkekeh.


"Itu elo kali bukan gue".Sambung Tia sambil mencebikkan bibirnya.


Anton dan Lana hanya menatap datar tanpa ingin ikut menimpali ocehan kedua wanita mereka itu. Sedangkan Cinta masih saja asyik menggoda Tia. Hingga suara tawanya membuat Niko terkejut dan menangis.


" Oh, sayang... Maafkan Mommy!!!. Kaget ya".Cinta langsung berdiri dari kursinya dan langsung menenangkan Niko dengan cara menimang nya.


"Kalau capek sini sayang, biar Niko aku yang gendong".Ucap Anton ingin mengambil alih putranya dari gendongan istrinya. Karena sejak tadi cinta tak pernah melepaskan Niko dari dekapannya. Hal itu membuat Anton tidak tega jika istrinya sampai kelelahan. Karena bobot tubuh Niko sangatlah gembul untuk bayi seusianya.


"Nggak papa by, Niko udah bobok lagi kok. Lagian aku masih kuat bahkan di ajak goyang aja aku masih sanggup".Seloroh Cinta sambil terkekeh.

__ADS_1


" Cih... Dasar Hot Mommy".Ledek Tia ketus.


"Kenapa???. Pengen ya??? ".Seru Cinta membalas Tia.


" Sayang".Anton langsung menatap sang istri agar tidak melanjutkan kata kata tak berfilter nya saat sudah membahas hal pergoyangan. Karena bisa bisa istrinya itu membuka semua aib nya tanpa rasa malu sedikit pun. Bahkan Cinta mampu bercerita dengan jujur sebagai bentuk kebanggaan nya.


Cinta memang wanita konyol dan tidak punya malu. Bahkan Anton sendiri kadang hampir kehabisan cara untuk membuat istrinya itu tutup mulut. Ataupun kadang juga Anton hanya bisa memijit pelipisnya saat ia kehabisan kata kata akan kekonyolan sang istri durjana nya itu. Tapi karena keunikan yang dimiliki cinta itu juga yang membuat Anton sering terhibur dan mampu melupakan semua kenangan pahitnya dimasa lalu.


Istrinya itu sangat pandai menghibur hatinya yang kadang suntuk dan juga dipusingkan oleh pekerjaan. Tapi begitu melihat wajah istri nya yang penuh dramatis dan penuh kekonyolan itu. Kadang Anton ikut terhibur dengan sendirinya.


"Ah, baiklah. Sekarang jelaskan pada kami!!!. Sejak kapan kalian jadian??? ".Tanya Cinta mulai serius.


Lana dan Tia saling tatap. Dan sama sama bungkam. Mereka bingung harus menjelaskan dari mana dulu. Sebab mereka berdua saja sampai tidak ingat kapan awal mula mereka resmi berpacaran karena semuanya mengalir begitu saja.


" Hei, gue lagi tanya nih yak. Sejak kapan kalian jadian??? ".Ulang Cinta yang semakin penasaran.


" Gue kagak tahu".Jawab Tia jujur.


"What??? ".Pekik Cinta tak habis pikir. Bahkan wajah Lana sama anehnya dengan wajah Tia. Keduanya sama sama terlihat bingung.


" Jangan bilang kalian berdua lupa dengan tanggal jadian kalian??? ".Tebak Cinta sambil menautkan kedua alisnya.


" Iya".Sahut Tia dan Lana kompak.


"Oh, ya Ampun Tuhan".Cinta menepuk jidad nya sendiri. Melihat kelakuan sahabat dan asisten pribadi suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2