
Brengsek.... ".
Prakkk.... Pranggg...
Semua barang yang ada didalam kamar sudah sangat berantakan dan kamar itu pun sudah hampir tak terlihat seperti kamar lagi. Nampak seperti kapal pecah. Tia melempar semua barang barang nya ke lantai. Bahkan tangannya pun sudah terluka oleh serpihan kaca di meja rias nya. Darah segar yang mengalir tak lagi ia hiraukan. Rasa sakit di hatinya lebih parah dibandingkan dengan luka ditangannya itu.
Setelah puas membanting semua barang dan kini kamarnya sudah sangat berantakan akan ulahnya. Kini ia malah duduk di ujung ranjang tempatnya tidur sambil menyatukan kedua lututnya.
Hatinya benar benar luka dan teriris karena dikhianati oleh kekasih barunya. Bahkan ia rela menduakan tunangan nya demi pria yang ia anggap lebih baik dari sang tunangan. Ternyata kini ia baru sadar jika mulut manis pria tidak bisa menjamin kebahagiaan.
Disaat hatinya terluka melihat sang kekasih ternyata tidur dengan wanita lain juga setelah berhasil merenggut kesuciannya. Tia harus menerima kenyataan jika mantan tunangan nya pun hari ini sudah menikah dengan wanita lain.
"Arrghhhh.... Brengsek... Bajingan loe Samuel... Anjing.... ".
Tia terus mengupat kasar, dengan penampilan yang sudah acak acakan. Ia sudah nampak seperti orang stres saja. Pikirannya semakin kacau saat melihat foto Lana yang dikirimkan oleh cinta padanya tadi.
Puas mengupat ia pun sekarang menangis tersedu sedu. Hidupnya benar benar kacau dan hancur. Pria yang ia kira jauh lebih baik dan sempurna tapi semua itu hanya topeng belaka. Sekarang Tia baru menyesal karena telah mengkhianati tunangan nya sendiri. Andai saja dia tidak tergoda oleh mulut manis Samuel. Mungkin sekarang dialah yang akan duduk di pelaminan bersama Lana.
__ADS_1
Tia bangkit saat ia merasakan perutnya bergejolak. Dan serasa ingin muntah, lalu ia langsung berlari kekamar mandi.
"Woekkk... Woeekkk.... ".Tia kembali memuntahkan isi perutnya. Sudah satu minggu ini ia merasakan hal yang sama. Selalu saja pusing dan mual mual.
Tia mencuci wajahnya di wastafel setelah ia memuntahkan isi perutnya. Lalu ia menatap wajahnya dari pantulan cermin. Ia tersenyum miris dengan nasib hidupnya kedepannya nanti. Bahkan untuk menghadapi kedua orang tuanya saja ia tidak mampu.
" Anjing.... ".
Tia memukul mukul perutnya prustasi. Bahkan ia sekarang sudah terduduk di lantai kamar mandi dengan penampilan yang semakin kacau.
" Kenapa anak ini harus hadir di rahim gue. Disaat semuanya sudah begini. Gue gak mau mengandung bayi sialan ini. Gue gak sudi harus mengandung darah daging laki laki bajingan seperti Samuel. Yah gue harus gugurin kandungan gue, sebelum papa dan mama tahu".Tia terus saja berguman sendirian. Bahkan ia sudah mirip orang gila saat ini.
🌿🌿🌿🌿🌿
Saat Tia sedang kacau balau. Sedangkan saat ini Cinta nampak tersenyum bahagia. Saat melihat putranya nampak begitu bahagia nya bisa bermain dengan Asisten Lana. Karena Niko juga sangat dekat dengan asisten Lana.
Anton dan cinta sengaja belum pulang sampai acara selesai. Kini mereka berempat sedang duduk di satu ruangan yang ada di hotel mewah itu. Hotel tempat acara resepsi pernikahan Lana dan juga Raya.
__ADS_1
"Kau sudah makan Raya??? ".Tanya Cinta saat melihat wajah Raya yang terlihat lesu.
Lana langsung ikut melirik kearah Raya, wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Membuat Raya menjadi gugup karena ditatap oleh Lana juga.
Cinta menggeser tubuhnya hingga ia bisa lebih dekat dengan Raya. " Kau tidak perlu secanggung dan segugup itu ditatap oleh Lani. Kan dia sekarang sudah sah menjadi suami kamu Raya".Ucap Cinta sambil tersenyum.
Raya hanya tersenyum memaksa. Karena jujur dia juga bingung harus menunjukkan sikap apa sekarang ini. Sebenarnya Raya juga tidak menuntut Lana untuk bertanggung jawab, Karena kejadian malam itu juga tidak sepenuhnya salah Lana. Andai saja Raya berteriak ataupun berontak pasti ia juga bisa lari. Dan masalah ini tidak akan terjadi. Tapi, entah kenapa Raya gadis polos dan tidak pernah dekat dengan pria manapun juga. Malah terlihat pasrah seakan rela disentuh oleh Lana. Hingga ia malah harus putus sekolah karena telah hamil diluar Nikah.
"Kamu sakit Raya??? ".Tanya Cinta lagi karena tiba tiba pipi Raya memerah.
" Ti... tidak Nyonya. Saya baik baik saja kok".Jawab Raya sambil tersenyum kaku.
Anton yang sudah memahami situasi pun. Segera pamit pada Lana. Karena mungkin Lana dan Raya juga akan istirahat. Berdiri di panggung pelaminan juga membuat pegal serta capek.
"Sayang, ayo kita masuk kekamar kita saja!!!. Lana dan Raya pasti juga lelah mereka juga butuh istirahat".Ajak Anton pada sang istri.
Niko juga sudah di gandeng oleh Anton. Niko memang tahan melek. Mungkin jika sudah dewasa Niko akan menjelma seperti Daddy nya.
__ADS_1
Anton dan cinta akhirnya pamit untuk istirahat kekamar mereka juga. Karena hotel ini juga miliknya. Jadi Lana dan Raya juga diberi akses khusus oleh Anton.