
"Lah terus loe naik apaan kemari??? ".Shasa menautkan kedua alisnya menatap sahabatnya yang saat ini masih lahab dan serius memakan pisang Ambon ditangan nya.
" Naik akang ojol".Jawab Tiara dengan mulut yang masih penuh dengan pisang.
"Astaga, seorang istri asisten pribadi tuan besar. Malah memilih naik ojol ketimbang taksi ataupun menyetir sendiri".Shasa menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan jalan pikiran Tiara. " Memangnya mobil laki loe cuma satu atau gimana sih???".Ledek Shasa pada sahabat nya itu.
"Belum biasa gue bawa mobil mewah. Orang gue biasanya bawa angkot ayah ".Sahut Tiara yang menghela nafasnya berat. Ketika ia ingat momen nya bersama sang Ayah. Hatinya sangat sedih dan terasa sesak.
Tiara sebenarnya hanya mencoba menghibur dirinya sendiri agar tidak selalu kepikiran tentang Ayahnya. Yang kini sudah jauh meninggalkan dirinya dan tak akan pernah kembali lagi.
" Ra... Gue tahu pasti loe masih sangat terpukul kan atas kepergian Ayah. Tapi, sekarang gue harap loe bener bener ikhlas!!!. Loe juga harus tetap melanjutkan hidup loe!!".Shasa bangkit dan memeluk sahabat nya dari arah samping.
Tiara hanya nampak berkaca kaca dan menganggukan kepalanya saja. Jujur ini memang sangat berat baginya. Tapi apa yang dibilang oleh Shasa ada benarnya juga. Ia juga akan tetap berusaha untuk sabar. Dan tetap fokus pada kuliah dan juga memulai kehidupan nya yang baru dengan suaminya. Pria yang sudah banyak berkorban untuknya.
"Gue yakin loe pasti bisa Ra. Dan gue juga yakin jika Tomy bisa buat loe bahagia. Dia pria yang bertanggung jawab Ra".Ucap Shasa lagi pelan.
" Makasih Sha!!!".Lirih Tiara pelan sambil mulai menitik kan air matanya terharu. Ia tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah begini.
__ADS_1
Tiara memang sangat terpukul karena kehilangan sosok Ayahnya. Pria yang selama ini sangat menyayanginya dengan sepenuh hati. Merawat dan membesarkannya dengan kasih sayang penuh. Bahkan sosok Ayahnya adalah pria yang tak pernah mengeluh sedikitpun.
Membanting tulang setiap hari hanya untuk membuat sang buah hati bahagia. Dan bisa terus melanjutkan pendidikan sampai keperguruan tinggi. Meskipun Tiara juga tergolong anak yang cerdas. Karena ia bisa masuk universitas dengan beasiswa nya. Namun, sosok Ayahnya juga yang selalu mendukung dirinya.
"Untuk apa berterimakasih???. Gue dan Bang Candra hanya melakukan yang semestinya dilakukan. Lagian Tomy juga udah ngebet banget sama loe".Sahut Shasa jujur sambil terkekeh.
Shasa tahu sahabatnya saat ini sedang tidak baik baik saja. Karena Shasa sangat paham bagaimana karakter Tiara. Yang memiliki sifat tak jauh beda dengannya. Mereka bisa menyembunyikan masalah mereka seberat apapun di hadapan semua orang.
Bahkan kedua wanita itu bisa tersenyum seperti tak ada masalah apapun. Padahal hatinya sedang menangis.
" Mau kemana sih???. Gue kesini aja harus bujuk suami gue yang datar itu".Sahut Tiara sedikit mencebikkan bibirnya.
"Hahaha... Loe pikir suami loe aja yang datar???. Suami gue juga kali".Sahut Shasa sambil terkekeh. " Tapi jangan salah pria seperti itu biasanya hangat saat di ranjang".Seloroh Shasa mulai tak berfilter.
"Apanya???. Yang ada dia malah takut sama gue. Buktinya gue udah telanjang aja di hadapannya. Mas Tomy malah diam aja kayak kagak doyan gitu".Jawan Tiara dengan sedikit kesal jika mengingatnya.
Lagi lagi Shasa malah tertawa terbahak bahak. " Loe sih terlalu to the point*.Jawabnya sambil terus tertawa. "Menggoda suami itu beda sama menggoda pria hidung belang Tiara".Sambungnya lagi sambil tertawa tak habis pikir dengan ulah sahabatnya satu ini.
__ADS_1
" Terus gue mesti giman dong senior yang lebih berpengalaman??? ".Tanya Tiara seperti sangat ingin tahu.
" Makanya ikut gue keluar!! . Ntar tak kasih seragam buat goda suami. Dijamin mantul, dan dijamin besok pagi loe kagak bisa jalan dengan normal lagi".Shasa membuat Tiara sedikit bergidik ngeri. Tapi ia juga penasaran.
Kedua wanita itu memang sama sama gersek dan bar bar. Meskipun sebenarnya yang jauh lebih bar bar itu si Tiara. Tapi ia belum ada pengalaman sama sekali akan hal ranjang. Karena Tiara masih sangat polos akan hal kemesuman. Ia hanya prontal saja. Berciuman saja masih sangat kaku, apalagi soal urusan jilat menjilat. Tiara hanya tahu rasa nikmat saja sebab Tomy pernah memberikan rasa itu padanya.
"Woy... Pasti lagi melamun jorok loe kan Ra??? ".Goda Shasa sambil mengguncang pelan bahu Tiara.
" Gue hanya penasaran saja Sha. Bagaimana bentuknya ya???. Apa punya mas Tomy bisa sebesar ini".Lirih Tiara sambil memegang pisang Ambon yang baru ia makan setengahnya itu.
"Hahaa... Kalau setengah mah pendek dong. Kalau tebakan gue malah segini nih".Shasa menjawab dengan mengambil satu pisang Ambon yang masih utuh.
" Ngap dong gue ntar".Sahut Tiara sambil terkekeh.
"Tapi bikin nagih".
Keduanya sama sama tertawa terbahak bahak. Sampai lupa keadaan, membuat para pelayan hanya bisa mengulum senyum gelinya akan obrolan absur kedua Nyonya muda itu.
__ADS_1