
Entah apa yang terjadi di dalam kamar Amel setelah Candra pergi dari sana. Yang jelas pastinya Amel akan sangat kewalahan dan juga dibuat terkapar tak berdaya oleh para pria gila itu.
Dan saat ini Candra sudah sampai rumahnya. Ia langsung mencari keberadaan istrinya. Yang sudah hampir seharian ini ia tinggalkan. Hanya untuk menyelesaikan tugasnya. membalas dendam pada anak bawaan ibu tirinya dulu.
Bahkan Candra tak pernah memberi kelonggaran untuk siapa pun juga. Yang telah berani ingin membunuhnya dan menyikirkannya dulu.
Beruntung Shasa sudah ada di rumah sebelum suaminya itu pulang. Kini Shasa langsung berjalan menghampiri suaminya yang mulai masuk kedalam rumah.
"Kau sudah pulang yang??? ". Seru Shasa dengan senyum manis dibibirnya.
"" Sudah selesai jalan jalannya?. Hm? ". Candra bertanya dengan menatap wajah istrinya datar.
Shasa pun langsung terkekeh dan kini bergelayut manjah di lengan tangan suaminya. Seteleh ia mencium punggung tangan suaminya saat pulang dari manapun juga.
Shasa tahu jika suaminya saat ini pasti sudah mengetahui. Kemana ia pergi beberapa saat yang lalu. Sebisa mungkin Shasa tidak ingin suaminya marah dan menjadi salah paham.
__ADS_1
"Maaf sayang!!!. Aku pergi tidak minta dulu izin tadi. Tapi aku kan perginya sama Daddy dan Mommy. ".
" Aku tahu sayang. Tapi lain kali jangan pergi kemana mana tanpa seizinku!!. Aku takut kamu kenapa kenapa, apalagi saat ini ada baby di sini".
Candra menyentuh dan juga mengusap pelan perut buncit istrinya. Membuat Shasa hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Suaminya itu begitu sangat mencintai dan sangat posesif padanya.
"Oh, iya. Bagaimana dengan Tomy dan Tiara sayang??? ".
" Semuanya aman sayang. Dan Tomy pun sudah membawa istrinya untuk pindah ke rumah yang kita belikan untuk mereka ". Jawab Candra yang kini telah menggiring masuk istrinya duduk di sofa empuk yang ada di dalam ruangan keluarga. Dan Candra pun telah mendudukkan istrinya di atas pangkuan nya.
Candra mengecup bibir istrinya membuat Shasa sedikit terkejut. Karena tadi ia sempat melamun. " Daddy mesum ya sayang". Seru Shasa menyentuh perutnya sambil melirik arah suaminya yang tadi menyesap bibirnya tiba tiba.
"Hahahha... Mommy juga jauh lebih mesum sayang". Balas Candra tak mau kalah.
Shasa hanya mencebikkan bibirnya kesal. Hingga suara dering ponsel Candra membuat Candra berhenti menggoda istrinya. Shasa pun mulai beringsut menyingkri dari pangkuan suaminya. Membiarkan Candra untuk mengangkat telponny terlebih dahulu.
__ADS_1
"Aku angkat telpon sebentar sayang". Pamit Candra yang dijawab anggukan kepala oleh istrinya. Shasa tahu pasti itu telpon dari anggota suaminya. Karena sedikit banyak Shasa sudah tahu apa pekerjaan sampingan suaminya itu. Walau pun Candra sangat jarang cerita akan bisnis samping nya.
Dan meskipun tahu Shasa juga tak pernah mau ikut campur ataupun melarang. Sebab, Shasa percaya pada suaminya jika apa pun yang di lakukan Candra. Itu semua demi kebaikan nya juga. Bahkan jauh sebelum bertemu dengannya Candra sudah menggeluti dunia itu.
Shasa menatap punggung suaminya yang saat ini sudah menjauh keluar ruang keluarga. Senyum bumil itu terbit sembari mengusap pelan perut buncitnya.
"Sayang, Mommy harap kelak kamu juga bisa memahami pekerjaan Daddy ya!!!. Semua yang Daddy lakukan demi kita". Lirih Shasa tersenyum dengan tangan yang masih mengusap pelan perut buncitnya.
Shasa saat ini sedikit lega. Jika ia bisa ikut membantu sahabatnya. Dan membuat ibu dari Tiara terpojokkan. Karena berkat bantuan dari sang Oma akhirnya. Wanita paruh baya itu bisa nurut dan juga terpaksa untuk membuat pernyataan publik kembali. Dan benar saja dalam hitungan menit nama baik suami dan juga sang asisten suaminya kini sudah kembali bersih.
Meskipun sebenarnya Shasa juga penasaran apa yang dilakukan sang Oma. Sehingga mampu membuat Mitha tak berkutik sedikitpun. Ia malah tampak takut akan Siska. Seolah Oma Siska adalah hantu saja.
TBC
MAAF GENGS KALAU ADA YANG TYPO SOALNYA OTHOR NGETIKNYA SAMBIL MENAHAN KANTUKðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ ðŸ¤
__ADS_1