
Dua Bulan Kemudian...
Waktu terus berlalu, hari hari penuh kebahagiaan dan suka maupun duka. Telah terlewati dengan seiring waktu berjalan. Kini kehidupan pun sudah banyak mengalami perubahan. Dimana Sean terus tumbuh menjadi sosok anak yang sangat aktif.
Namun , anak itu juga kini sudah tidak sejahil dahulu. Ia semakin hari semakin menuruni sifat dan karakter Opa dan juga Papanya. Tapi, wajah tampan nya memang tidak bisa di ragukan lagi. Anak itu baru berusia kurang dari 2 tahun saja. Wajahnya sudah setampan itu.
Kabar bahagia nya Icha juga saat ini tengah mengandung calon anak keduanya. Yang usia kandungan nya juga baru masuk di minggu ke sembilan. Mungkin karena itulah Sean sudah mulai paham bagaimana menjadi seorang kakak nantinya bagi Sang adik.
Shasa juga sudah banyak mengalami perubahan. Ia tidak semanja dulu lagi. Bahkan, kini wanita dua anak itu sudah pintar memasak. Meskipun hasil masakan nya belum seenak masakan Mommy nya.
Ia sekarang sudah benar benar bisa berpikir dewasa. Itu semua karena ia juga banyak belajar dari sahabat nya sendiri. Siapa lagi kalau bukan Tiara. Shasa sangat iri dengan karakter sahabatnya satu itu. Dimana Tiara selalu saja bisa bersikap tenang dalam situasi seperti apapun juga. Bahkan sahabat nya itu tidak pernah menuntut lebih akan apa yang telah suaminya berikan.
__ADS_1
Pada akhirnya Shasa juga berpikir. Sekarang ia sudah banyak belajar dari Tiara. Bahkan Shasa hampir tidak pernah lagi belanja barang barang yang tidak penting. Apalagi ia sekarang sudah memiliki dua baby. Terkadang Shasa hanya fokus pada kebutuhan twins saja.
Hari ini di kediaman Erlangga semua keluarga sedang berkumpul. Dimana Nikki baru saja pulang kerumah. Karena ia mendapatkan cuti untuk libur dari pendidikan nya.
Mereka saat ini tengah duduk di ruang keluarga. Bahkan disana ada Candra, Niko, dan juga Sang kekasih Nikki sendiri. Siapa lagi kalau bukan Luna. Baby twins sedang di tidurkan pada stroller nya masing masing. Dengan pengawasan dari semua orang tentunya.
"Bang, bang Ikki kapan nikahnya???. Lama banget sih pendidikan nya. Kalau aku yang jadi Luna udah aku tinggalin tuh bang Ikki dan nikah aja sama pria lain yang tidak ribet kek abang". Shasa mulai membuka obrolan dengan kata kata yang memicu ke onaran.
Pletak...
" Makanya kalau ngomong di saring dulu!!. Biar otaknya kagak konslet mulu!!. Emang kamu pikir pendidikan perwira itu mudah dan gampang apa?. Ini kebijakan dan aturan negara sha. Bukan aturan keluarga Erlangga ataupun Brama wijaya milik suami kamu itu. ". Kesal Nikki menggeleng kan kepalanya saja.
__ADS_1
" Luna saja masih aman aman aja kok nungguin gue. Benar kan sayang??? ". Seloroh Nikki yang langsung menatap Luna dengan menaik turunkan alisnya. Sehingga membuat Luna kikuk di hadapan semua keluarga besar kekasihnya itu.
Kekehan Mommy Cinta dan juga Shasa membuat suasana canggung menjadi buyar. Apalagi saat Shasa melihat ekspresi wajah abangnya yang lesu ketika Luna hanya menganggukkan Kepala pelan tanpa ingin menjawab pertanyaan abangnya itu.
" Udah lebih baik kalian berdua itu tunangan aja dulu!!!. Nikahnya nanti, setelah Nikki lulus dan habis masa dinasnya". Cinta mulai memberi usulnya. Lagian Cinta sudah benar benar klop dengan pilihan putranya itu.
" Mom. Bukannya Nikki tidak mau. Tapi, Daddy yang lebih tahu bagaimana ketatnya peraturan disana". Jawab Nikki yang tidak mau mengambil resiko. Sebab, setelah lulus saja mereka masih harus melewati masa dinas selama dua tahun. Dan itu pun belum boleh menikah.
"Tuh kan ribet. Udah Lun, cari aja pria lain yang kagak ribet kek abang gue!!". Seloroh Shasa lagi yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari kedua orang tuanya dan termasuk abangnya sendiri.
Sedangkan Niko dan Candra sejak tadi hanya menjadi pendengar setia saja. Shasa langsung nyengir kuda saat ia sadar tatapan semua orang padanya saat ini.
__ADS_1
"Bercanda doang. Serius amat sih". Ucap Shasa kikuk.
Dan beruntung nya baby twins menangis saat Mommy Cinta ingin angkat bicara menegur putri bungsunya. Membuat Shasa menarik nafasnya lega. Karena ia berhasil lolos dari omelan Mommy nya.