
"Yah, pake acara habis batre segala lagi. Ini juga dasar mobil gak bisa di ajak kompromi. Kenapa mesti ban kempes segala sih".Shasa terlihat mondar mandir di tepi jalan.
Sejak tadi ia tidak melakukan apapun. Karena ia juga bingung bagaimana caranya ganti ban mobil. Selama ini juga ia hanya bisa memakai nya saja. Sedangkan urusan perawatan kendaraan adalah tugas para sopir di rumahnya.
"Ini juga jalanan kenapa sepi begini sih??? ".Shasa menoleh ke kanan dan kekiri. Tapi tak ada satu kendaraan yang lewat jalanan ini.
Hati Shasa mulai tak tenang ketika ia baru sadar kalau jalanan yang ia sedang lewati ini. Memang terkenal rawan kecelakaan dan sepi. Karena memang masih banyak hutan nya.
Shasa langsung masuk kembali kedalam mobilnya. Dan mengunci semua pintu mobilnya. Masih dengan melihat kearah kiri kanan, depan belakang. Shasa terus berdoa dalam hati agar ia bisa selamat sampai tujuan. Dan ia juga berharap ada orang baik yang mau menolongnya.
Hari ini adalah hari terapes buat Shasa. Kenapa juga ia bisa keasyikan menikmati indahnya danau di sore hari. Karena sehabis selesai dari salon tadi. Shasa memutuskan untuk meresfreskan pikirannya. Makanya ia langsung menuju danau baru yang ada di jalan xx. Padahal ia tidak membawa persiapan sama sekali. Tentu saja ponselnya sampai lowbat. Karena jangankan charger, powerbank saja ia lupa bawa.
"Daddy... Mommy.... Tolong Shasa... Abang iko abang ikki, kemana sih?.Apa mereka nggak cari Shasa sama sekali?? ".Shasa mulai bosan dan mulai merasa ketakutan. Karena hari semakin terlihat malam. Sedangkan ia hanya seorang diri di tempat sepi begini.
Shasa merutuki kebodohan nya sendiri. Karena pergi tidak bilang bilang pada kedua abangnya. Seandainya tadi ia menurut pada Nikki. Untuk di antarkan saja ke salon. Mungkin saat ini ada Nikki juga yang sedang menemani nya.
__ADS_1
" Daddy... Mommy... Putra putra Mommy dan Daddy pada kemana sih???. Mereka semua melupakan Shasa hari ini hiks... Hiks... "Shasa mulai terisak di sela ketakutannya. Karena sesungguhnya Shasa juga takut gelap.
Sudah hampir dua jam Shasa tak bergeming dari dalam mobilnya. Sedangkan kondisinya masih sama saja. Belum ada tanda tanda orang yang akan menawarkan bantuan untuknya.
Dari kejauhan nampak terang lampu kendaraan. Membuat Shasa langsung menghapus sisa air matanya. Karena ia hanya bisa menangis. Shasa memberanikan diri untuk turun dari mobilnya. Lalu ia menghadang mobil yang ingin melintas di jalan itu. Dan ternyata itu mobil truk membuat Shasa sedikit lega akhirnya ada juga kendaraan yang lewat.
Nampak seorang pria dengan wajah yang sedikit seram. Yang baru saja turun dari truk itu. Dan tak berselang lama turun juga satu orang pria kembali. Membuat Shasa mengerutkan keningnya. Karena tatapan kedua pria itu seperti seekor singa yang sedang lapar saja.
Melihat ada yang tidak beres dari kedua pria itu. Shasa pun langsung mundur dan berniat masuk kembali kedalam mobilnya. Tapi langkah nya langsung di cegah oleh satu pria. Membuat Shasa langsung terkejut.
"Mau kemana manis??? ".Ucap pria asing itu sambil tersenyum mesum. Menatap dirinya dengan tatapan cabul.
Shasa terus berontak karena ia tahu apa yang ada didalam otak kedua pria tersebut. "Minggir!!!. Jangan sentuh gue!!! ".Teriak Shasa mulai histeris. Karena cekalan tangan pria itu sangatlah kuat pada pergelangan tangannya.
" Ayolah manis!!!. Bukankah ini semua sudah menjadi pekerjaan kamu".Ucap Satu pria lagi.
__ADS_1
"Stop!!!. Jangan mendekat!!! ".Teriak Shasa lagi. Bahkan Shasa sudah mulai ketakutan setengah mati.
" Sepertinya dia mau pakai cara yang lain bro".Seru pria yang sedikit gempal. Membuat Shasa menatap nyalang pada dua pria tua baginya itu.
Shasa langsung menendang tepat di bagian inti tubuh pria itu. Lalu ketika ada kesempatan Shasa langsung kabur dan lari terbirit birit. Bahkan Shasa sudah meninggalkan higls nya dan sudah ia lempar entah kemana. Kini Shasa lari tanpa alas kaki sedikitpun. Rasa perih di kakinya tidak lagi Shasa rasakan. Ia hanya memikirkan keselamatan dirinya saja. Agar tidak tertangkap oleh dua pria tua berotak cabul itu.
Shasa terus lari tak tentu arah. Bahkan ia sudah masuk kedalam hutan karena terus di kejar oleh dua pria itu. Meskipun salah satunya berlari sedikit terpincang pincang tapi masih saja pria itu tetap tidak menyerah.
"Daddy... Mommy... Tolong Shasa!!! ".Shasa semakin histeris sendiri ketika sadar saat ini ia sudah masuk hutan yang tak pernah ia lihat sebelum nya. Karena sejak kecil Shasa selalu hidup dikota dan tidak pernah di izinkan untuk ikut camping meskipun itu adalah salah satu kegiatan sekolahnya dulu. Karena Shasa sangat takut dengan gelap.
Saat Shasa semakin ketakutan dan tubuhnya mulai gemetaran karena ia tidak bisa berjalan lagi. Selain suasana hutan yang sangat gelap. Kaki Shasa juga sudah tertancap beberapa duri membuatnya perih dan belum lagi kerikil yang tadi sempat ia lewati.
"Aww...emmpppp... " Shasa terkejut ketika ada tangan yang langsung membekap mulutnya.Shasa bisa melihat sorot mata indah dari tangan yang membekap mulutnya itu. Sejenak keduanya saling tatap dalam gelap. Cahaya sinar bulan membuat suasana sedikit remang saat mata mereka bersih tatap. Membuat Shasa sadar jika itu adalah seorang pria.
"Husssttt... " Pria itu memberi kode agar Shasa berhenti bergerak dan tetap diam. Karena Shasa tidak mengenal pria itu sama sekali.
__ADS_1
Anehnya Shasa langsung menurut begitu saja. Seakan ia terhipnotis akan tatapan pria yang ada dihadapannya saat ini. Namun, air mata gadis itu mengalir begitu saja dan meringis seperti menahan sakit.
Dengan sigap pria itu melirik kearah bawah. Sadar akan sakit yang dirasakan Shasa. Pria itu langsung melihat sekitar nya dan tidak menemukan lagi dua pria yang tadi mengejar Shasa. Lalu ia dengan gerakan cepat langsung menyobek dress Shasa dibagian bawahnya. Dan menghisap betis Shasa yang tadi ternyata di patuk ular.