
Mendengar penuturan istrinya tentang pelepasan alat kontrasepsi nya. Sungguh membuat Niko senang dan kegirangan. Mulai saat ini Niko tidak akan lelah untuk menggarap istrinya. Dan ia juga akan selalu menebar benihnya kembali sampai menghasilkan benih berkualitas seperti Sean tentunya.
Dan tanpa diduga Niko pun langsung berlari kearah pintu. Ia mengunci pintu itu rapat rapat. Hal itu sontak membuat Icha menautkan kedua alisnya.
"Bang, kenapa di kunci pintunya??? ". Tanya Icha dengan konyolnya.
" Tentu saja agar aku bisa bekerja dengan nyaman sayang". Jawab Niko dengan menyeringai licik.
Ia menatap tubuh istrinya dengan tatapan mesum. Dan hal itu justru membuat Icha langsung paham. "Sebentar lagi kita akan ke airport bang". Icha berusaha mengingat kan suaminya itu. Karena memang benar sekitar satu jam lagi pesawat mereka akan take out.
" Bisa di atur sayang, Kita bukan naik pesawat umum bukan??. Jadi, aku bebas ingin berangkat jam berapa pun". Sahut Niko dengan sombongnya.
Dan belum juga sempat Icha menjawab. Bibirnya sudah di bungkam dengan ciuman panas dan menuntut dari suaminya itu. Hingga membuat Icha susah mengambil nafasnya sendiri.
"Kau itu, sudah punya anak satu tapi ciuman pun masih sangat kaku begini". Ledek Niko setelah ia menjeda ciuman panasnya.
Padahal itu hanya ledekan nya saja. Karena rasa bibir istrinya itu selalu membuat nya candu. Sebab, rasa manis Chery dari lib blam sang istri selalu terasa berbeda bagi Niko.
__ADS_1
Belum lagi gaya malu malu Icha yang sampai sekarang masih saja ada. Semakin membuat Jery gemas akan sikap istrinya itu. Padahal mereka sudah sangat sering melakukan hubungan badan. Dan sudah melihat semua isi tubuh masing masing.
Apalagi Niko yang sudah sangat paham akan semua bentuk tubuh istrinya. Bahkan tahi lalat sekecil apapun di tubuh Icha, Niko sangat hafal. Saking teliti nya Niko mengamati tubuh sang istri. Begitu pula sebaliknya.
Saat ini Niko sudah terbakar api gairahnya. Karena istrinya pun sudah mulai membalas pagutan bibirnya. Bahkan tangan Niko sudah tak mau tinggal diam. Sibuk menggerayangi bagian bagian sensitif istrinya. Hingga nada ******* pelan Icha kembali menambah bangkitnya hasrat yang semakin menggebu.
"Akh... ".
Satu lenguhan kembali lolos saat satu tangan Niko dengan gerakan nakalnya. Mulai memainkan menara kacang kacangan dibawah sana. Membuat cacing alaska Niko kini pun kembali berubah menjadi anakonda.Sudah kelojotan ingin memasuki sarang nya dan membuatnya lebih basah lagi dari saat ini.
"Abang... ".
Jleb...
Satu kali hentakan yang penuh penekanan. Akhirnya anakonda Niko kembali masuk ke dalam sayangnya. Membuat Icha langsung menjerit nikmat. Sungguh rasa yang tak mampu berucap lebih. Bagaimana nikmatnya surga dunia.
"Kau menyukainya sayang??? ".
__ADS_1
Niko bertanya sembari menggoda istrinya. Sedangkan Icha hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya saja.
" Oh sayang... ".
Jerit Icha manja saat Niko semakin menekan Anakondanya masuk kedalam sana.
"Apa sayang??. Ayo bilang jika ingin keluar!!! ".
" Ohhh... Aakhhh... ".
Lagi lagi lenguhan Icha tiada bisa terkontrol ketika Anakonda suaminya semakin dalam menyentuh goa perkacangan itu. Icha pun terus menjerit nikmat. Begitu pula dengan Niko, Ah memang jika sudah begini. Maka semua orang akan lupa diri.
Tak perduli lagi dengan yang terjadi di luar sana. Yang ada dalam otak hanya menuju puncak nirwana bersama. Sampai sampai basah bersama, kuyub bersama.
Saat kedua orang tuanya sedang asyik dan fokus mencetak aduk untuk Sean. Di luar kamar para pengasuh malah di buat lemas repot oleh Sean. Karena anak itu sudah menumpahkan semua sabun mandi cair kedalam bathub beserta dengan shampo. Kedua cairan itu menjadi satu dan membuat busanya menyebar karena bathub sudah terisi penuh dengan air.
Hanya dengan lengah beberapa detik saja. Sean sudah berulah dan membuat kedua babysitter itu kerepotan. Bahkan salah satu dari mereka sudah terpleset karena saking banyaknya busa sabun di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar para babysitter nya.
__ADS_1
Tapi, Sean malah tetap menatap dengan tatapan datarnya saja. Nyaris tanpa ekspresi bersalah sedikitpun juga. Ia pun tetap berdiri di depan pintu kamar mandi. Membuat para babysitter itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Sayangnya anak itu sangat tampan dan menggemaskan. Jadi, para pengasuh nya tidak bisa untuk marah ataupun kesal. Mereka semua sudah terhipnotis akan ketampanan Sean.