
Waktu terus berjalan setiap detik, menit, jam, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Bagaikan siang dan malam.Tak terasa kini usia kandungan Cinta sudah semakin tua.Dan tinggal menghitung hari saja untuk menyambut kehadiran baby nya.
Menurut perkiraan dokter sekitar satu mingguan lagi.Maka baby akan lahir, tepat di hari ini semua keluarga sudah berkumpul di rumah Anton.Kedua orang tua cinta yang baru datang dari Korea tadi malam. Dan Oma Vero pun sudah ada dikediaman Cinta dan Anton.
Karena pagi ini mereka akan menghadiri acra wisudah cinta di kampusnya.Walaupun dengan perut yang semakin bulat sempurna tak membuat seorang cinta manja atau bahkan menyusahkan banyak orang. Ia hanya sering menyusahkan dan lebih senang bermanja dengan suaminya sendiri daripada dengan orang lain. Termasuk kedua orang tuanya.
Bumil itu saat ini sudah sangat cantik dengan setelan kebaya modern yang di jahit khusus untuk ukuran bumil sepertinya.Anton dan juga keluarga cinta saat ini juga sudah memakai seragam yang senada dengan warna kebaya yang dipakai oleh cinta yaitu warna blue.
"Pelan pelan sayang jalannya!!! ".Anton selalu saja waspada dan sangat memperhatikan langkah istrinya. Karena ia semakin ngilu saja saat melihat cara jalan istrinya itu seakan perut buncitnya tak berpengaruh apapun padanya.
Berbeda jauh saat usia kandungan nya masih tujuh bulan yang lalu. Cinta nampak kesulitan berjalan bahkan selalu di bantu oleh suami dan pelayan. Tapi entah kenapa setelah usia kandungnya sudah tua dan tinggal menunggu lahiran.Karena hanya menghitung hari saja itu membuat cinta terlihat biasa saja. Bahkan ia bisa berjalan normal dan terlihat santai santai saja.Jika ditanya katanya ia sudah bisa dan sudah terbiasa.
Dan jangan lupakan kegiatan panas mereka yang tetap selalu rutin dijalankan setiap ada kesempatan. Bahkan hampir setiap malam. Namun cinta nampak semangat sama seperti biasanya.
"Iya by. Tenang saja!!. Jangan khawatirkan aku!!! ".Sahut Cinta sambil tersenyum dan menatap wajah Anton dengan penuh puja.
Sedangkan kedua orang tua cinta hanya menggelengkan kepalanya saja. Berbeda dengan sang Daddy tetap setia dengan wajah datarnya. Tapi meskipun demikian Tuan Hendrawan kini sudah mulai hangat dan juga sudah menerima kekalahan fisiknya dibanding kan anak mantunya. Yang memang sangat tampan dan bisa menandingi ketampanan dirinya.Bahkan ia mengakui itu semua.
Anton membantu cinta naik ke mobil nya. Sedangkan kedua orang tua cinta dan Oma Vero naik mobil tuan Hendrawan. Mereka semua akan segera berangkat ke kampus cinta untuk acara wisuda.
🌿🌿🌿🌿🌿
Saat sudah tiba diparkiran kampus. Dengan cekatan dan penuh kesabaran Anton membantu cinta turun dari mobil.
__ADS_1
"Hubby... Aku bisa sendiri".Ucap Cinta yang tidak mau selalu merepotkan.
" Tapi aku tidak akan membiarkan kamu turun sendiri. Kamu itu sedang hamil sayang. Ada anak kita didalam sini!!! "Anton mengelus perut istrinya yang membulat itu".Aku tidak mau kalian kenapa napa apalagi sampai jatuh".Sambung Anton.
" Hehehe... Makasih sayang ".Seru Cinta sambil mengecup bibir suaminya. Hingga lipstik cinta sedikit melekat dibibir Anton. Hal itu justru membuat Cinta terkekeh kecil.
Cinta mengambil tisu yang ada didalam mobil karena posisinya saat ini masih duduk di jok mobil. Dengan kaki yang sudah menjuntai ke luar. Sedangkan Anton berada tepat di hadapannya.
" Kan nggak lucu kalau sampai di aula, bibir hubby merah merah begini".Tutur cinta sambil mengelap sisa lipstik nya yang menempel dibibir suaminya.
"Udah??? ".Cinta mengangguk kan kepalanya.
" Ayo sayang!!! ".Seru Mommy Yuna yang sudah berdiri didepan mobil cinta bersama suami dan juga ibu mertuanya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Cinta duduk di barisan paling depan dengan Tia yang ada dibelakang kursi nya. Karena Cinta adalah lulusan terbaik dengan nilai ipk mencapai 4,00.Dengan prediksi cumloude tentunya.
Kedua orang tua cinta sangat bangga pada putri semata wayangnya itu. Walaupun mereka jauh tapi cinta tidak pernah terjerumus ke lingkungan bebas. Hanya satu kesalahan cinta yaitu hamil di luar nikah dan mengejar laki laki yang kini menjadi suaminya sendiri.
"Loe kenapa cin??? ".Tanya Tia karena sejak tadi cinta terlihat meringis tapi beberapa saat lagi ia terlihat normal kembali.
" Gak papa, hanya mules aja tapi udah hilang kok rasanya".Jawab Cinta jujur.
__ADS_1
"Beneran gak papa??? ".Bisik Tia lagi karena sekarang mereka dalam acara pemindahan toga semua mahasiswa dan mahasiswi yang diwisuda hari ini. Untung saja cinta dan Tia sudah mendapatkan giliran duluan tadi.
Setelah hampir satu jam lebih mereka berada dalam ruangan itu. Hingga sesi foto bersama pun telah usai dilakukan bersama para rektor dan para dosen.
Kini cinta pun sudah berkumpul bersama keluarga dan suaminya. Mereka juga ikut mengabadikan moment wisuda cinta dengan menyewa khusus fotografer ternama. Tapi saat akan berfoto terakhir cinta kembali merasakan mules namun sekarang lebih terasa dan sering tidak seperti di aula tadi.
Bahkan cinta sampai meringis memegangi pinggang nya. Dengan satu tangannya meremas kuat lengan tangan suaminya.
"Sayang, kamu kenapa???? ".Seketika Anton menjadi panik saat ia melihat wajah cinta sudah banjir dengan keringat. Bahkan ia terlihat menahan sakit.
Nyonya Yuna dan Daddy nya langsung ikut menghampiri cinta." Anton, Sepertinya istri kamu akan melahirkan. Cepat siapkan mobil!!!. Kita kerumah sakit sekarang!!! ".Teriak Nyonya Yuna yang sudah berpengalaman.
Anton dengan cepat langsung berlari ke parkiran. Untung saja mereka saat ini tidak jauh dari area parkir hanya berjarak sekitar beberapa meter saja.
" Mom, sakit.... "Rintih Cinta saat tubuhnya di boping oleh Daddy nya masuk kedalam mobil Anton.
" Biar Daddy yang nyetir. Kamu temani cinta saja dibelakang!!! ".Anton segera masuk dan duduk di samping cinta.
" Tahan sayang, kita sudah dijalan. Sebentar lagi pasti sampai. Percepat sedikit Dad!!! ".Teriak Anton mulai panik.
" Iya Daddy tahu. Diam tidak usah berisik!!! ".Sahut Tuan Hendrawan yang juga ikut panik.
" Konsentrasi saja nyetirnya Honey!!! ".Hendrawan hanya mengangguk kan kepalanya.
__ADS_1