Posesif Husband

Posesif Husband
Kekesalan Shasa


__ADS_3

Shasa mulai mengerjapkan matanya ketika ia sudah di pindahkan ke ruang perawatan beberapa menit yang lalu.Berualang kali Shasa membuka dan menutup matanya kembali. Dan berulang kali pula Shasa terus merem melek seolah memang sengaja memainkan matanya sendiri.


Nikki dan Niko nampak saling tatap bingung. Tapi Icha masih nampak tenang sambil terus menatap pada brankar pasien tempat Shasa berbaring. Dengan selang infus yang masih menempel di tangan nya.


"Haiss... Kenapa bukan dia??? ".Lirih Shasa sedikit lesu. Yang membuat abang abang nya sedikit bingung akan gumanan Shasa.


" Dek, kamu udah sadar kan?. Apa yang sakit?. Apa penglihatan kamu masih buram? ".Nikki terlihat sedikit panik ketika Shasa akan kembali memejamkan matanya.


Namun, Niko kini hanya menatap adik nya dengan tatapan yang sulit di tebak. Dan setelah itu Niko memencet tombol yang ada di samping brankar pasien milik Shasa. Tak berselang lama ada dua dokter sekaligus yang datang berbarengan dengan suster juga.


Dokter pria paruh baya langsung memeriksa kondisi tubuh Shasa. Setelah memastikan semuanya baik baik saja Dokter itu pun menghela nafasnya lega. Karena tugas nya berjalan dengan baik. Dengan begitu mereka tidak jadi kehilangan pekerjaan mereka.


"Bagaimana kondisinya Dok??? ".Niko bertanya dengan raut wajah yang masih setia dengan kedataran nya. Membuat sang istri hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.

__ADS_1


Mungkin pikir Icha mau bagaimana lagi. Itu sudah menjadi karakter dan sifat suaminya. Jadi, tidak akan bisa dirubah. Tapi Icha masih bisa tersenyum lega ketika hanya bersama dirinya dan keluarganya Niko masih bisa tersenyum. Es balok serta bongkahan es itu memang susah sekali untuk mencair. Apalagi keadaan nya begini.


"Kondisi nona muda saat ini sudah membaik. Dan tidak adalagi yang perlu di khawatirkan!. Racun nya juga sudah bersih karena sebelumnya bisa ular itu sudah di keluarkan oleh.... " Dokter itu pun mengatup bibirnya rapat saat ingat apa pesan pria yang tadi menolong Shasa.


"Siapa yang membawaku kerumah sakit ini dokter??? ".Kini giliran Shasa yang mengajukan pertanyaan.


" Shasa, itu tidak penting!. Bagi abang yang jelas kondisi kamu baik baik saja. Dan selamat dari ular jahara itu".Nikki mulai menasehati sang adik.


Sedangkan Niko pun hanya mengangguk kan Kepala nya saat para team medis pamit undur diri. Dan menjelaskan tentang kondisi Shasa. Icha pun mengucapkan terimakasih dengan tulus pada dokter dan team medis itu. Sebelum mereka semua kembali keluar ruangan itu.


Shasa masih ingat betul tatapan dan sorot mata tegas seorang pria. Yang tadi nyaris tak berjarak dengannya. Sebelum seekor ular jahara yang mematuk betisnya.


" Nikki benar dek, Jangan pikirkan masalah itu sekarang ya!!!. Lebih baik kamu istirahat saja!!! ".Niko berucap sambil mengusap rambut panjang adik bungsunya. Membuat Nikki membenarkan ucapan abang sulungnya.

__ADS_1


Shasa tak menjawab sama sekali. Karena ia kesal sejak tadi bertanya tapi tak ada satu orang pun yang memberitahu nya. Bahkan kakak iparnya pun hanya diam saja.


" Mbak Icha, Shasa laper, belum makan".Rengek Shasa setelah beberapa saat berdiam diri karena kesal dengan kedua abangnya.


"Kamu mau makan apa dek???. Biar abang yang beliin ya!! ".Saran Nikki cepat sambil tersenyum.


" Ogah... abang nggak sayang sama Shasa".Sentak Shasa ketus bahkan ia menatap Nikki dengan tatapan sinis nya.


"Bang kenapa Shasa jadi makin galak gini ya?. Setelah di gigit ular jahara itu. Atau jangan jangan Shasa ikut ketularan jahara juga sekarang".Ucap Nikki berbicara pada abangnya tapi tatapan nya tertuju pada Shasa.


" Nyebelin. Awas saja Shasa aduin abang sama Daddy dan Mommy. Kalau abang gak bisa jagain Shasa".Ucap Shasa sambil mengeluarkan ancamannya.


Nikki yang mendengar ancaman adiknya pun langsung tersenyum kikuk. "Hehe... Jangan gitu dong dek!. Abang kan tadi udah bilang mau anterin kamu. Coba aja kalo kamu nurut pasti kejadian nya akan beda baby".Nikki berusaha membujuk adiknya.

__ADS_1


" Yasudah, kamu mau makan apa??. Biar abang saja yang pesan kan! ".Potong Niko sebelum kedua adik kembarnya saling adu mulut.


__ADS_2