
Mitha menatap wajah Tomy dengan senyum mengembang dibibirnya. Wanita itu benar benar tidak tahu malu sama sekali. Dia pikir Tomy selalu memberinya uang dengan cuma cuma saja.
"Tidak banyak banyak menantu ku. Hanya lima ratus juta saja".Jawabnya dengan sangat santai.
Tomy menarik sudut bibirnya penuh arti. Ia tak segan untuk mengeluarkan sejumlah uang berapa pun yang wanita rakus itu minta. Karena pada akhirnya ia juga yang akan menang.
" Kenapa hanya segitu???. Apa lima ratus juta sudah cukup untuk membuat diri anda puas??? ".Tantang Tomy dengan seringai licik dibibirnya.
" Ah, iya sepertinya saya masih butuh tambahan dana lagi untuk kebutuhan saya yang lainnya. Karena putriku juga sedang banyak membutuhkan uang saat ini untuk biaya hidupnya di luar Negeri sana. Bagaimana kalau nominalnya saya tambah menjadi satu miliyar saja?. Ya hitung hitung itu sebagai bantuan anda sebagai kakak ipar yang baik ".Mitha benar benar tak tahu diri. Ia begitu mudah menyebutkan nominal uang pada Tomy suami dari putri nya yang ia buang demi keserakahan dirinya.
Senyum Tomy begitu misterius. Tapi ia tetap terlihat santai tak ada sedikitpun keraguan di diri Tomy untuk menyiapkan cek yang diminta oleh Mitha.
"Kalau begitu mari ikut ke ruang kerja saya!!! ".Ajak Tomy sambil mempersilahkan Mitha untuk masuk kedalam rumahnya . Karena sejak tadi ia hanya di perbolehkan menunggu di depan teras. Dan tak di izinkan masuk sama sekali oleh art nya Tomy.
Tentu saja itu semua atas perintah dari Tomy langsung. Tomy sudah menebak semua ini pasti akan terjadi. Dan mereka juga akan mendapatkan tamu tak di undang.
__ADS_1
Tomy mendaratkan bokongnya pada kursi di meja kerjanya. Begitu pula dengan Mitha yang saat ini ikut di persilahkan duduk oleh Tomy. Sejak masuk kedalam rumah Tomy dan Tiara. Mata Mitha seolah menunjukkan begitu terpesona akan luasnya rumah suami Tiara tersebut.
Bahkan semua furniture dirumah ini tampak begitu mewah dan mahal. Mitha jelas saja tahu mana barang barang mahal dan mana yang hanya kw saja. Tapi begitu ia melihat semuanya di dalam rumah mewah ini. Mitha begitu takjub, karena tak ada satupun yang kw semuanya asli.
"Kenapa???. Apa anda juga menginginkan rumah ini??? ".Tanya Tomy sambil tersenyum licik.
" Hahah, kalau anda tidak keberatan memberikan nya kepada saya tuan?? ".
" Boleh silahkan anda ambil saja!!! ".Jawab Tomy yang langsung membuat Mitha terlihat berbinar binar dan langsung menatap tak percaya jika akan semudah ini mendapatkan rumah semewah dan seluas rumah Tiara dsn juga Tomy.
Bermimpi saja ia tidak pernah. Malah ini pikirnya dikasih cuma cuma hanya dengan hitungan detik. Membuat wanita paruh baya itu nampak begitu antusias sekali.
Tomy menganggukkan kepalanya dengan sangat santai. " Rumah dan isinya boleh anda miliki. Tapi anda harus siap kehilangan kepala anda saat ini juga! ".Sahut Tomy dengan gamblang nya.
Gleg...
__ADS_1
Mitha langsung meneguk salivanya dengan sangat susah. Ia sedikit tahu bagaimana kekejaman asisten perusahaan CBW group dan juga sang CEO nya. Oleh sebab itulah Mitha masih punya rasa takut jika berhadapan dengan Tomy.
Ia hanya modal nekad saja datang kerumah Tomy. Dengan alasan ia merindukan istrinya Tomy. Padahal ia sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang di ambang kehancuran itu.
Tomy menyodorkan sebuah kertas kosong pada Mitha. Lengkap dengan pulpen dan juga materai di atas nya. Wanita paruh baya itu hanya tersenyum santai.
"Harus tanda tangan lagi??? ".Serunya sambil meraih pulpen yang ada di atas kertas tersebut.
" Saya hanya ingin tahu apakah tanda tangan anda bisa berubah. Seperti sifat dan kelakuan anda atau tidak".Jawab Tomy sambil tersenyum yang sulit di artikan.
Tanpa ragu Mitha pun langsung membubuhkan tanda tangannya. Padahal ia sedikit curiga sudah tiga kali ini ia dimintai tanda tangan di atas kertas kosong oleh Tomy. Namun, rasa curiganya langsung hilang begitu ia melihat nominal uang yang akan ia Terima saat ini jika ia mau menurut.
"Ini cek yang anda butuhkan".Tomy langsung menyodorkan selembar cek senilai satu Miliyar tepat di hadapan Mitha. Membuat wanita itu pun tersenyum senang.
" Anda boleh datang lagi jika anda masih membutuhkan banyak uang!!! ".Ucap Tomy dengan nada sedikit menyindir.
__ADS_1
" Terimakasih menantu". Mitha langsung mengambil selembar cek yang Tomy letakkan di atas meja kerja nya.
"Anda boleh pergi sekarang!!! ".Usir Tomy dengan nada suara yang masih terdengar lembut tapi penuh ketegasan.