
Waktu terasa begitu cepat berlalu. Tak terasa sudah satu bulan berlalu. Niko benar benar rela pindah kuliah demi menjaga istrinya. Ia pun satu kampus yang sama dengan Icha. Hanya beda jurusan dan beda jam kuliah saja.
Sebab Niko juga sudah mulai terjun ke perusahaan bersama Daddy nya. Tapi sampai saat ini pun Niko masih belum meminta hak nya pada sang istri. Bukan tanpa alasan Niko seperti itu. Dia hanya tidak mau memaksakan diri tapi suasana hati istrinya masih belum stabil. Icha pun kadang masih sering melamun sendirian.
Memang tidak mudah melupakan masa masa indah kita bersama kedua orang tua. Dimana pada saat mereka hidup mereka adalah sandaran hati kita. Belum lagi kedua orang tua yang selalu ada buat putri semata wayangnya. Adakalanya juga terkadang kita merindukan masa masa itu. Kita juga masih butuh bimbingan dari mereka.
Siang ini Niko nampak sibuk di perusahaan karena mereka sedang terlinag tender baru dengan perusahaan Bgs group. Dimana kedua perusahaan yang sama sama kuat dan sama sama tersohor menjalan kerjasama dalam bisnis. Untuk pertama kalinya.
Tentu saja kerjasama yang terjalin saat ini sudah menjadi buah bibir di kalangan bisnis, baik majalah, berita dan juga pertelevisian publik. Semua para pembisnis pun sudah tinggal geleng geleng kepala saja. Mendengar berita tersebut, bagaimana tidak mereka sudah mundur alon alon sebelum ikut persaingan di antara dua perusahaan ternama itu.
Selama ini tidak terikat kerjasama pun kedua perusahaan itu sama sama kuat dan sama sama maju serta berkembang. Apalagi jika bersatu dalam hubungan bisnis. Maka bisa dibaca dan dinilai berapa pundi uang yang akan masuk kedalam perusahaan mereka itu.
Seorang sekretaris wanita nampak begitu sedikit gugup dan takut ketika akan mengetuk pintu ruangan kerja Niko. Sebab, semua karyawan di perusahaan Erlangga tidak berani menatap wajah Ceo baru mereka. Yang tak lain dan tak bukan adalah putra pertama atasan mereka yang dulu.
__ADS_1
Wajah dingin Niko tak mampu membuat semua karyawan di sana berani bersitatap dengannya. Mereka bahkan lebih baik menghindar dari hadapan Niko daripada harus gemetar karena kharismatik pria itu. Wajahnya yang tampan memang sangat sulit untuk membuat orang berpaling, tapi mereka lebih takut akan tatapan dingin dan aura mematikan dari Ceo mereka itu. Hingga mereka hanya bisa mendamba dari jauh saja. Dan tidak ada keberanian seujung kuku pun untuk menggoda seorang Niko.
"Ada apa meri? ".Lana datang menghampiri seorang wanita yang bertubuh ramping itu. Ketika melihat wanita itu seperti takut takut untuk mengetuk pintu yang ada di hadapan nya.
" Ah, tuan Lana... Ini... Anu... saya hanya ingin memberitahu tuan muda kalau satu jam lagi akan ada meeting dengan CEO perusahaan Bagaskara group tuan".Jawab Meri dengan hati hati dan sedikit gugup.
"Hm, kau boleh pergi biar saya saja yang menyampaikan nya pada tuan muda".Lana berucap dengan wajah datarnya nyaris tanpa ekspresi.
" Ba... baik tuan".Meri menjawab dengan sedikit gugup juga. Karena menurutnya semua keluarga Erlangga sama sama memiliki aura dingin. Sehingga sang asisten saja ikut ikutan dingin.
"Ada apa uncle??? ".Tanya Niko dengan masih fokus pada layar laptopnya. Tanpa menatap wajah Lana.
"Tuan muda, satu jam lagi akan meeting dengan perusahaan Bagaskara group".Ucap Lana mengingatkan Niko.
__ADS_1
" Kenapa bukan sekretaris ku saja yang bilang?. Kenapa harus Uncle?. Apa gunanya sekretaris itu Uncle??? ".Tanya Niko sambil melepaskan kaca matanya dan duduk bersandar pada badan kursi kerjanya.
Lana berjalan mendekati meja kerja Niko. Dan membantu membereskan file file yang baru selesai di periksa oleh Niko. " Tuan muda, sebaiknya jangan terlalu keras dalam bekerja!!!. Tuan itu masih sangat muda untuk memikirkan dunia bisnis. Nikmati saja dulu masa sama pendewasaan tuan muda!!!. Masih ada saya yang bisa membantu Tuan besar".Ucap Lana menasehati Niko.
"Uncle lupa jika aku sekarang sudah menikah dan memiliki istri??? ".Niko malah balik bertanya sambil tersenyum tipis.
Lana menoleh menatap wajah tampan Ceo mudahnya itu. " Tentu saja tidak tuan muda".Jawab Lana sambil mengulas senyumnya.
"Itu artinya sekarang istriku adalah tanggung jawabku Uncle. Saya harus bekerja keras demi masa depan keluarga ku kelak. Dan bisa terus mempertahankan kejayaan perusahaan keluarga ini. Bukankah usia muda bukan hambatan untuk terus berkarya Uncle?".
Niko memang tidak seperti pemuda pada umumnya. Yang kebanyakan anak orang kaya tapi malas untuk memulai dan belajar bisnis. Mereka lebih memilih untuk bersantai santai dan menikmati harta keluarga nya terlebih dahulu. Itulah salah satu hal yang membuat Lana sangat salut dan juga bangga pada Niko.
Sejak kecil Niko memang sudah di ajarkan cara mandiri. Jadi hingga dewasa ia sudah tidak terkejut lagi. Anton dan Cinta memang kedua orang tua yang sangat berhasil mendidik dan menempa anak anaknya menjadi putra dan putri yang baik.
__ADS_1
Mereka berhasil mengajarkan hal positif pada anak anak mereka. Meskipun dulu hubungan kedua orang tuanya terjadi karena kesalahan tapi mereka tidak menurunkan hal itu pada anak anak mereka. Hanya saja Nikki yang kadang suka oleng pada setiap teman wanitanya.